Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 40


__ADS_3

sedang umi ia menutup mulutnya kaget dia benar benar tak percaya jika menantunya berbuat kriminal


" ba baiklah saya panggilkan menantu saya " ucap umi terbata bata


tak lama umi sudah membawa mira kehadapan polisi sedang mira ia tak mengerti apa maksudnya


" saudari mira anda kami tahan atas tuduhan rencana pembunuhan terhadap saudari hafida " ucap polisi


" ga gakk saya gak ngelakuin itu pasti bapak salah tangkap " elak mira


" sudah lebih baik anda jelaskan dikantor " ucap polisi lalu memborgol kedua tangan mira


" mi ada apa sebenarnya " tanya abi masih tak mengerti


" ha eh astagfirullah bi " kaget umi


" oh anu bi anu " ucap umi nampaknya kebingungan harus menjawab apa


" ngomong yg jelas mi " ucap abi


umi pun menjelaskan semuanya pada abi sedangkan abi ia benar benar tak menyangka dia pikir mira anak baik baik tapi ternyata


abi pun langsung menghampiri azzam yang sedang mengajar dipesantren dan menjelaskan tentang mira pada putranya itu


azzam dia tak menyangka mira sampai berbuat seperti itu dia pun langsung menghubungi orang tua mira untuk datang ke kantor polisi


begitupun dengannya ia akan pergi kesana bersama abi dan uminya


mama ranty yang sudah mendapat kabar dari polisi jika orang yang mencoba mencelakakan putrinya sudah ditangkap


mama ranty pun langsung meminta hafida untuk bersiap siap namun tiba tiba bel rumah berbunyi mama ranty langsung membuka pintunya


" assalamualaikum bu fidanya ada " ucap lia


" Wa'alaikumsalam ada ayo mari masuk " ucap mama ranty ramah

__ADS_1


mama ranty pun mempersilahkan lia duduk disofa lalu memanggil hafida yang masih ada dikamarnya tak lama hafida turun


" eh mbak lia " sapa hafida dengan senyumannya


" gimana mbak kabarnya " tanya hafida berbasa basi


" alhamdulillah fi kalo kamu " ucap lia


" alhamdulillah aku juga baik mbak " ujar hafida


" fi mbak minta maaf ya saat kamu dituduh itu mbak gak bisa ngebantu kamu " ucap lia sedih


" iya mbak gakpapa kok " ujar hafida tersenyum


" oh iya ngomong ngomong kamu mau kemana " tanya lia


" oh ini mau ke kantor polisi


" apa kantor polisi " kaget lia


" iya kantor polisi, hafida beberapa hari yang lalu ada yang berusaha untuk mencelakakannya " saut mama ranty tiba tiba


" hmm aku gpp kok oh iya mbak mau ikut " tawar hafida


" boleh deh mbak rasanya pengen bejek bejek orang yang tega nyelakain kamu " ucap lia geram


sedang mama ranty dan hafida hanya menggelengkan kepalanya Mereka pun langsung bergegas untuk berangkat tak lama mereka sudah sampai


disana sudah ada rasya dan papanya juga om farhan selaku pengacara hafida mereka pun masuk ke kantor polisi dengan beriringan


sedang mira ia menatap tajam kearah hafida dia menjadi semakin membenci hafida sedang orang tua mira benar benar sangat malu dengan mama ranty


karena memang mama ranty adalah rekan bisnisnya pak hamzah rasanya ingin pergi dari sini karena saking malunya


" siang bu ini pelaku yang terduga mencoba mencelakai saudari hafida " ucap polisi sembari menuju kearah tiga orang tersebut

__ADS_1


" siang pak terimakasih sudah membantu kami " ucap mama ranty


" oh jadi kalian yang nyelakain hafida hehh untung aku baik kalau gak udah tak pukul pakek sapu kalian " ucap lia kesal


" udah mbak aku gpp kok " ucap hafida menenangkan lia


proses penyelidikan pun dimulai namun saat mira ditanya oleh polisi tapi ia tak mau mengaku ia terus saja membungkam mulutnya


ia masih mengelak jika bukan dia yang menyelakai hafida namun polisi terus saja mendesak mira agar mau mengaku


" udah deh lo itu ngaku aja semuanya udah jelas " kesal rasya pada mira


" apaan sih gue emang gak salah kok " elak mira


" ckk bahkan temen lo aja udah ngaku kalo lo yang nyuruh " decih rasya


" ini semua gara gara lo tau gak suami gue selingkuh gara gara lo hidup gue hancur " teriak mira pada hafida


" heh jangan asal nyalahin orang dong lo tuh gak tau apa apa tentang hafida jadi jangan asal tuduh " kesal lia


" gue benci sama lo hafida gue bahkan jauh lebih baik diatas lo gue lulusan kairo sedang lo cuma pelayan cafe " teriak mira semakin menjadi


suasana kantor polisi semakin memanas sedangkan bu hana ia menangis dipelukan sang suami dia benar benar tak menyangka jika putrinya bisa sejahat itu


azzam rasanya ingin menyumpal mulut mira karena menuduhnya selingkuh agar mira diam dan tak mengoceh lagi


umi dan abi mereka benar benar syok mereka pikir azzam sudah mendapatkan jodoh yang baik namun ternyata itu salah


abi menyesal pernah memaksa putranya itu untuk menikahi anak dari teman lamanya hanya karena tak enak untuk menolaknya apalagi pak hamzah yang selalu menolongnya saat dalam keadaan susah namun semuanya sudah terjadi jika waktu bisa diputar abi pasti akan menolak rencana perjodohan itu


" lo itu cuma pelayan cafe sedang gue sarjana lo gak pantes buat azzam hanya gue yang pantes " teriak mira kembali lalu berjalan mendekat kearah mira dan mencoba untuk mencekik hafida


mereka pun berusaha untuk membebaskan hafida dari cekikan mira sedang hafida ia rasanya seperti akan kehilangan napasnya


mereka semua benar benar panik apalagi mira yang tak mau melepaskan cekikannya sedang hafida ia sudah lemas karena kekurangan oksigen dan dia pun pingsan

__ADS_1


mira langsung melepaskan cekikannya dan tertawa terbahak bahak karena sudah berhasil membuat hafida kehilangan kesadarannya mama ranty dan om hendra langsung membawa hafida ke rumah sakit


sedangkan dengan rasya dan lia mereka tetap ada disini umi sampai menutup mulutnya kaget ia benar benar tak percaya dengan apa yang dilakukan menantunya


__ADS_2