
Kriett....
Suara pintu terbuka
"Eh mama, ada apa?" tanya Hafida menoleh.
"Gak papa kok sayang, mama cuma pengen ngobrol bentar sama anak mama yang cantik
ini" ucap mamanya, Hafida hanya ber Oh ria.
"Sayang, Apa kamu tidak resign saja dari pekerjaan kamu itu dan memilih fokus dengan pendidikan" ucap sang mama berusaha membujuk.
"Ma, Fida akan resign nanti tapi tidak sekerang" ucap Hafida.
"Mama masih bisa membiayai kehidupan kamu sayang tanpa kamu harus susah susah bekerja" ucap mama Ranty.
"Ma, aku janji nanti akan resign mama tenang saja" ucapnya.
"Hmmm, baiklah sekarang kamu tidur ya" ucap mamanya lalu keluar dari kamarnya.
Hafida menghela napasnya berat lalu menarik selimutnya sebatas dada lalu mulai memejamkan matanya.
Azzam berdiri dibalkon kamarnya dia menghirup udara dalam dalam lalu menghembuskannya perlahan.
Dia mendongak menatap langit yang nampak indah dengan taburan bintang dan cahaya bulan yang nampak terang.
__ADS_1
"Hahh apa aku jatuh cinta dengan Hafida?" tanyanya lirih.
"Hufftt, aku masih tak yakin dengan perasaanku" lanjutnya.
Dia lalu beranjak pergi masuk ke kamarnya,udara sudah mulai dingin menusuk tulang.
Azzam menarik selimut tebalnya dan mulai memejamkan mata.
Kring kring....
Suara alarm Hafida berbunyi dengan kerasnya dia segera bangun dan mematikannya.
Lalu beranjak mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat malam.
Pada saar saat ini dia ceritakan semua masalah yang menimpanya kepada rabbnya lalu Hafida membaca al qur'an sembari ia menunggu adzan subuh.
Dan menceritakan semua masalah yang mengganjal dihatinya disetiap berdoa Azzam selalu menyelipkan nama Hafida.
Dirinya berharap Hafida lah yang akan menjadi pendampingnya nanti namun ia juga tidak tau apakah Hafida jodohnya ataupun bukan.
Kumandang adzan subuh mulai bersaut sautan Azzam segera melaksanakan sholat subuh sesudah itu ia biasanya dia berlari pagi disekitaran pesantren.
Seusai hafida sholat subuh dia membantu mamanya memasak setelah itu ia bersiap siap untuk kuliah dan bekerja.
Setelah siap ia sarapan dan berangkat bekerja ya dia memang masih belum mau berhenti walaupun mamanya sudah berusaha berulang kali membujuknya.
__ADS_1
Namun dia masih sulit untuk melepaskan pekerjaan itu.
"Ma,Fida berangkat dulu ya
assalamualaikum" ucap Hafida kemudian mencium tangan mamanya.
"Wa'alaikumsalam iya sayang hati hati dijalan" ucap mamanya Hafida hanya mengangguk kemudian berangkat.
Perjalanan menuju ke kampus mungkin agak sedikit lama karena kebetulan letak kampusnya cukup jauh dari tempat tinggalnya.
Sekitar setengah jam kemudian dirinya sampi dikampusnya dia langsung bergegas untuk memulai kegiatannya pagi ini.
Selesainya kuliah ia langsung menuju ke cafe tempat dirinya bekerja.
Dia segeea mengganti bajunya dan mulai mengerjakan pekerjaannya .
Saat ia sampai dicafe keadaannya nampak ramai dan kebetulan juga jam jam dimana waktunya makan siang.
"Eh Fida,kamu udah dateng aja padahal kamu pasti capek setelah kuliah dan langsung kemari " puji Lia pada Hafida hal ini membuat Mela merasa tidak senang.
"Elah paling juga pencitraan biar dipuji kan lu padahal mah lu males mau kerja" cibir Mela.
"Eh mel jangan ngomong kek gitu dong kasian
Fida" ucap Lia membela Hafida.
__ADS_1
"Sudah kak gak papa kok" ucap Hafida pada Lia kemudian pamit ke belakang dan diikuti oleh Mela entah apa yang akan dilakukan Mela pada Hafida nantinya.