
azzam pun tak kaget dengan siapa yang menabraknya dia hafal dengan hafida walaupun jaraknya lumayan jauh
" maaf " cicit hafida lirih dengan kepala menunduk
" iya gak papa " ujar azzam dengan senyum manisnya lalu beranjak pergi meninggalkan hafida yanpg berdiri mematung
hafida memandang punggung azzam yang mulai menjauh hingga tak terlihat lagi dia tak mengerti dengan perasaannya setiap melihat senyum itu jantungnya berdetak tak kencang
dia menggeleng gelengkan kepalanya pelan lalu melanjutkan acaranya yang tertunda tadi setelah mendapatkan apa yang diinginkan dia langsung kembali ke ruangan rawat mamanya
azzam dalam hati tersenyum namun dia bertanya tanya mengapa hafida ada di rumah sakit ini apa dia sakit? atau mungkin keluarganya ada yang sakit
panggilan dari uminya membuyarkan lamunannya dia segera berjalan pelan ke arah uminya yang sudah ada didepan ruang rawat amirah
" astagfirullah zam umi cari dari tadi kamu dari mana " ujar uminya
" maaf mi tadi azzam gak sengaja ketemu sama temen terus ngobrol bentar " ujar azzam menjelaskan
" hmm yaudah gak papa sekarang kamu masuk gih mira dari tadi nanyain kamu " ujar umi
azzam hanya diam lalu masuk ke ruang rawat amirah dia melangkahkan kakinya dengan berat mira tersenyum senang melihat azzam datang menjenguknya
dia mencium tangan kedua orang tua mira lalu mendekat ke arah mira dan tentunya dengan rasa malasnya yang tinggi
senyum mira mengembang saat azzam datang menjenguknya hatinya berbunga bunga senyumnya seakan tak mau luntur dari wajahnya
" zam kamu datang " ucap mira dengan nada yang super lembut
" hmm " azzam hanya menjawabnya dengan deheman
" kamu kenapa si zam kenapa kamu terlihat begitu muak melihatku apa aku menjijikkan " tanya mira lirih
" bukan begitu " ucap azzam yang terlihat bingung harus menjawab bagaimana
__ADS_1
" lalu " tanya mira
" sudahlah lupakan saja " ujar azzam
" jika dirimu sudah merasa lebih baik saya harus pulang " lanjut azzam
azzam meninggalkan mira dalam ruangan itu sendiri azzam pamit terlebih dahulu dengan orang tua mira
sedang mira ia hanya tersenyum kecut sakit rasanya diabaikan dia kira azzam akan mengkhawatirkannya namun itu salah azzam malah terlihat tak peduli dengannya
dia menghela napasnya pelan dan tiba tiba air matanya menetes tanpa izin dadanya terasa sesak dia segera menghapus air matanya kasar saat melihat ibunya mematung didepan pintu
" bu " panggilnya dengan suara serak
bu hana tak menjawab panggilan anaknya dia mendekat kearah putrinya lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang seketika air matanya tumpah dalam pelukan hangat ibunya
bu hana sedih melihat putrinya serapuh ini namun dia juga tak bisa memaksa azzam untuk menerima putrinya
" mah mama ga capek tidur terus "
" aku kangen sama mama "
" mama kapan bangun fida nggak sanggup menghadapi semua ini sendiri fida butuh sandaran "
" mama cepet bangun ya fida sayang mama "
air mata hafida menetes dengan deras begitu banyak cobaan yang harus dia hadapi bermula dari meninggalnya kedua orang tuanya pada saat hari kelulusannya dan terakhir mamanya yang tengah koma
dia segera menghapus air matanya dia yakin jika ia mampu melewatinya dia pasti bisa dia menghela napasnya pelan
kring kring kring
suara dering ponselnya berbunyi hafida lalu mencari cari dimana ia meletakkannya setelah ketemu ia langsung mengangkatnya
__ADS_1
" assalamualaikum " ucap orang yang ada diseberang telfon
" Wa'alaikumsalam " ucap hafida
" ini saya bu dina " ujar bu dina atau bos hafida
" oh iya bu ada apa " tanya hafida
" begini kamu kan sudah izin lebih dari tiga hari jadi kamu kapan mau kembali masuk kerja " ujar bu dina
" maaf bu tapi jika saya masuk kerja lalu siapa yang akan menjaga ibu saya " ucap hafida sendu
" apa tidak ada keluarga lain " tanya bu dina
" tidak bu " ucap hafida yang terdengar sedih
" baiklah kamu bisa izin sampai ibu kamu sembuh " ucap bu dina
" terimakasih bu " ucap hafida
" iya " ucap bu dina
" semoga ibu kamu segera sih sembuh " lanjut bu dina
" iya bu terimakasih atas doanya " ucap hafida
" hmm kalau begitu saya tutup telponnya assalamualaikum " ucap bu dina
" Wa'alaikumsalam " saut hafida
tut tut tut
suara sambungan telpon terputus hafida memasukkan ponselnya ke tas
__ADS_1