
" BERHENTI!!! " teriak mama ranty membuat orang orang suruhan yang mengeroyok abi berhenti memukuli abi
" mang, tolong bantu calon besan saya ya ". pinta mama ranty
" baik bu ". ucap mang ujang
" siapa anda berani sekali berteriak pada kami ". ucap salah satu dari mereka dengan kesal
" saya calon besan orang yang kalian keroyok dan saya tak mungkin membiarkan kalian mengeroyok calon besan saya ". ucap mama ranty
" siap siap saja kalian akan mendekam dalam penjara ". lanjut mama ranty
" hahaha, itu tidak akan terjadi ". ucap mereka sambil tertawa meremehkan
hingga tak lama suara sirine polisi terdengar mama ranty menghela napasnya lega karena anggota kepolisian sampai disini tepat waktu.
polisi pun langsung menangkap para orang orang suruhan itu dan membawanya ke kantor polisi semua orang yang ada disana pun bisa bernapas dengan lega setelah polisi datang.
" bawa mereka pak ". ucap mama ranty
" baik, bu ". ucap polisi sembari membawa orang orang suruhan itu ke mobil
setelah pihak kepolisian pergi mama ranty lalu pergi menemui calon besannya ke rumah untuk menyerahkan undangan pernikahannya.
" assalamualaikum ". ucap mama ranty
" Wa'alaikumsalam, silahkan masuk bu ". ucap alesha istri lukman
" ada apa, bu tumben sekali menyambangi rumah kami ". ucap umi
" begini saya, kemari ingin mengantar undangan pernikahan
saya " ucap mama ranty
__ADS_1
" saya, harap ibu sekeluarga datang ya ". lanjut mama ranty
" pasti bu, kami sekeluarga akan datang ". ucap umi
" dan terimakasih ya bu sudah menolong suami saya jika tidak ada ibu saya gak tau lagi bagaimana dengan nasib suami saya ". lanjut umi mengucapkan terimakasih
" iya, bu sama sama ". ucap mama ranty dengan senyumannya
tak lama alesha datang sembari membawa nampan yang berisi teh dari arah dapur setelah berbincang bincang sebentar dengan abi dan umi mama ranty lalu pamit untuk pulang.
tak lama setelah mama ranty pergi tiba tiba azzam dan lukman datang dengan tergesa gesa dia panik sekali saat mendapat kabar jika terjadi kekacauan dipesantren.
mereka tadi pergi ke luar untuk melihat pembanguan cafe milik azzam dan saat ditelpon oleh Ustadz syakur mereka berdua langsung bergegas pulang.
" abi, abi gpp kan ". ucap lukman dan azzam panik
" gpp kok nak cuma luka sedikit kok ". ucap abi mencoba menenangkan
" tapi, itu abi luka luka loh ". ucap azzam
" ya sudah kalau gitu azzam sama bang lukman pergi bantu bantu bersin kekacauan dulu ya bi ". ucap azzam lalu beranjak pergi dengan diikuti Oleh lukman
dilain tempat
setelah jam kuliah selesai hafida dan rasya langsung bergegas untuk pulang untuk membantu persiapan pernikahan orang tua mereka.
beberapa hari ini mereka berdua akan sangat sibuk mengingat hari h pernikahan sudah semakin dekat tanpa mampir mampir mereka berdua langsung pulang biasanya rasya akan mengajak hafida untuk membeli makanan terlebih dahulu entah itu camilan atau apa.
ya walaupun sebenarnya dalam hati rasya sangat ingin sekali menghentikan mobilnya untuk membeli martabak apalagi saat melewati gerobak penjualnya aroma martabak menusuk hidungnya.
tapi ia menahan keinginannya itu tapi sepertinya pertahanannya runtuh karena disepanjang jalan menuju rumah mereka melewati gerobak gerobak penjual makanan.
memang disekitaran kampus ada banyak sekali penjual makanan apalagi dengan adanya kantor perusahaan didekat situ membuat pinggiran jalan dipenuhi oleh pedagang makanan.
__ADS_1
dan juga banyak mahasiswa maupun karyawan kantor yang mencari makan siang disitu pada saat jam istirahat.
rasya menghentikan mobilnya didepan gerobak siomay dia tak lagi ingin martabak melainkan siomay sepertinya makan siomay siang siang seperti ini sangatlah nikmat.
sedangkan hafida dia memilih untuk tetap tinggal dimobil tak lama rasya sudah kembali dengan membawa kantong kresek yang berisi siomay.
rasya pun segera melajukan mobilnya karena dia sudah tak sabar untuk memakan siomaynya itu sesampainya dirumah hafida langsung bergegas ke kamar sedangkan rasya menunggu diruang tengah.
anehnya rumah sangat sepi apa mungkin mama ranty sedang keluar dan mbok minah dan mang ujang juga tak kelihatan batang hidungnya.
hafida turun dengan berbagai pertanyaan yang memutar diotaknya dia pun lalu pergi ke dapur siapa tau ada mbok minah disana sekalian mengambilkan rasya mangkok untuk makan siomaynya tadi.
" fi orang rumah kemana sih ". tanya rasya
" gak tau juga aku sya mungkin lagi keluar, nih mangkoknya ". ucap hafida
" makasih fida padahal aku gak nyuruh ngambilin mangkok sih tapi gpp jadi aku gak perlu jalan ke dapur ". cerocos rasya
" eh fi rumah kalo sepi begini kek serem gimana gitu deh nanti kalau tiba tiba ada hantu yang muncul dari balik korden tuh gimana ". ucap rasya dengan tangannya yang menunjuk kearah korden
" gak ada apa apa tenang aja ". ucap hafida sambil memakan siomay
namun sesaat setelah itu terdengar suara benda terjatuh dari arah dapur refleksi rasya langsung loncat memeluk hafida karena kaget juga takut sebenarnya.
" itu suara apaan ya fi ". tanya rasya sembari memakan siomaynya
" aku juga gak tau sya bentar aku cek dulu ". ucap hafida
" jangan atuh sya kalo nanti tiba tiba ada hantu yang datengin aku gimana ". ucap rasya
" gak ada hantu siang siang begini rasya ". ucap hafida sambil memutar bola matanya malas
hafida pun pergi mengecek ke dapur sedangkang rasya ia langsung berdiri dibelakang hafida sambil memeluknya namun tak lama rasya langsung melepas pelukannya dan berlari untuk memakan siomaynya setelah itu ia kembali memeluk hafida dari belakang.
__ADS_1
dan ternyata itu ulah seekor kucing rasya pun langsung melepas pelukannya dan menatap kucing tersebut dengan tajam setelah itu ia kembali ke ruang tengah untuk menghabiskan siomaynya.
setelah membereskan barang yang dijatuhkan oleh kucing tadi hafida lalu kembali ke ruang tengah dan mulai fokus membaca buku novel yang baru saja ia beli.