
dan ternyata itu ulah seekor kucing rasya pun langsung melepas pelukannya dan menatap kucing tersebut dengan tajam setelah itu ia kembali ke ruang tengah untuk menghabiskan siomaynya.
setelah membereskan barang yang dijatuhkan oleh kucing tadi hafida lalu kembali ke ruang tengah dan mulai fokus membaca buku novel yang baru saja ia beli tak lama setelah itu mama ranty sampai dirumah .
" assalamualaikum ". ucap mama ranty
" Wa'alaikumsalam ". ucap hafida dan rasya
" tan, tante tadi kemana sih tadi aku sama fida pulang sepi gak ada orang trus juga mbok minah gak keliatan ". ucap rasya cemberut
" iya tante minta maaf tadi tante keluar buat ngasih undangan ke calon besan ". ucap mama ranty
" iya tante gpp kok ". ucap rasya
" oh iya fi kamu tau gak ". tanya mama ranty sembari duduk disamping hafida
" apa ma ". ucap hafida meminta jawaban
" tadi saat mama sampai dipesantren tadi mama liat ayah azzam dikeroyok orang ". ucap mama ranty bercerita
" tapi abi gpp kan ma ". tanya hafida khawatir
" abi cuma luka kecil kok sayang dan mama juga udah ngelaporin pelakunya ke polisi ". ucap mamanya
" syukur deh ". ucap hafida lega
" oh iya ma, mbok minah kemana kok gak kelihatan ". tanya hafida
" lagi istirahat mungkin tadi katanya gak enak badan gitu ". ucap mama ranty lalu pergi ke kamar untuk mengganti baju
" fi... aku pulang dulu ya soalnya udah ditelponin nih sama papa ". pamit rasya
" iya.. hati hati ya sya ". ucap hafida
" loh sayang rasya kemana ". tanya mama ranty sembari menuruni anak tangga
__ADS_1
" udah pulang ma ". saut hafida
" oh yaudah ". ucap mama ranty
sesampainya dirumah rasya langsung pergi ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya lalu setelah selesai mandi juga mengganti baju ia memainkan ponselnya.
karena bosan rasya turun ke bawah dan pergi ke dapur untuk mencari makanan yang bisa ia makan setelah mendapat apa yang ia cari rasya lalu pergi kembali ke kamarnya dengan tangannya yang penuh camilan dia membuka Snack yang dibawa tadi dan memakannya sembari membaca buku .
dipesantren
setelah membantu para ustadz juga ustadzah membereskan kekacauan azzam dan lukman pergi ke kantor polisi karena tadi mendapat telpon dari polisi.
mereka berdua ke rumah dulu untuk ganti baju setelah itu baru mereka berangkat namun sebelum itu azzam harus menjemput mama ranty dulu sebagai saksi.
" mas, mau kemana kok rapi banget ?". tanya alesha pada lukman suaminya
" aku mau ke kantor polisi sama azzam nanti kalau abi sama umi nyariin bilang aja mas ke kantor polisi ". tutur lukman
" iya mas nanti aku sampein sama umi abi ". ucap alesha
" ya, sudah mas pergi dulu assalamualaikum ". ucap lukman
" Wa'alaikumsalam , hati hati mas " ucap alesha
setelah selesai mengganti baju mereka berdua langsung bergegas untuk pergi ke rumah mama ranty terlebih dahulu tak lama mereka sudah sampai dihalaman rumah mama ranty azzam dan lukman langsung turun dari mobil .
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu entah siapa yang bertamu hafida pun meletakkan bukunya diatas nakas lalu pergi untuk membuka pintu.
saat ia membuka pintu dan ternyata tamunya calon suaminya dan mungkin yang disebelahnya saudaranya karena wajah mereka agak mirip.
" assalamualaikum ,bu rantynya ada ". ucap lukman
" Wa'alaikumsalam, ada mari masuk ". ucap hafida mempersilahkan mereka masuk
__ADS_1
setelah itu hafida pergi untuk memanggil mamanya tak lama hafida sudah datang bersama mama ranty ia pun lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minum.
tak lama ia datang dari arah dapur sembari membawa nampan berisi teh untuk lukman dan azzam setelah itu ia pergi kembali ke dapur.
dia malu jika harus berhadapan dengan azzam entah mengapa ia merasa malu saja jadi dia memutuskan untuk ke dapur saja dari pada bengong disana.
" Gini bu, saya mau ngajar ibu ke kantor polisi sebagai saksi kejadian tadi yang menimpa abi ". ucap lukman terus terang
" Ohh iya, kalau begitu saya siap siap dulu ". ucap mama ranty lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap siap
setelah selesai mengganti baju mama ranty langsung turun ke lantai dasar karena takut membuat mereka berdua menunggu terlalu lama.
" maaf ya kalau tante lama ". ucap mama ranty tak enak
" gpp kok tante ". ucap azzam
setelah itu mereka pun langsung bergegas untuk pergi ke kantor polisi namun mama ranty pamit dulu pada hafida takutnya nanti hafida mencarinya.
azzam lalu mulai menjalankan mobilnya ke kantor polisi 30 menit kemudian mereka sudah sampai dikantor polisi mereka pun langsung masuk saja.
sesampainya diruang penyelidikan sudah ada orang orang suruhan juga ayah laila yang sudah diringkus oleh pihak kepolisian lukman menatap ayah laila lekat ia seperti pernah bertemu dengan ayah laila tapi dia lupa dimana .
ah iya dia ingat sekarang dirinya bertemu ayah laila saat dia menjenguk laila dan kebetulan lukman kemarin sedang ada diruang guru juga.
tapi apa masalahnya hingga ayah laila ini sampai sampai mengacaukan pesantren dan menyuruh orang untuk mengeroyok abinya padahal jika dipikir pikir abinya tak membuat masalah dengannya.
" maaf, bapak ayah dari santri putri yang ada dipesantren milik abi saya kan ". tanya lukman pada ayah laila
" iya, memangnya kenapa ". ucap ayah laila sewot
" saya hanya bertanya pak, dan mengapa anda menyuruh orang untuk membuat kekacauan dipesantren? ". tanya lukman heran
" karena abi kalian tidak mau menerima permintaan saya agar adikmu menjadi menantu saya ". ucap ayah laila sinis
" tentu saja abi saya menolak mana mungkin dia mau menerimanya apalagi adik saya sudah memiliki calon istri yang sangat ia cintai ". ucap lukman
__ADS_1
" tapi anak saya itu cantik, dan pasti lebih cantikkan anak saya dari pada calon istri adikmu ". ucap ayah laila