
suara bel rumah berbunyi Azzam lalu bangkit dari duduknya dan turun untuk membuka pintunya, ternyata rasya dan alvin datang kemari dirinya lalu langsung mempersilahkan mereka masuk.
" Oh kalian, mari masuk ". Ucap Azzam
" iya terimakasih kita kesini cuma mau nengok Hafida aja kok ". Ucap rasya
" Hafida ada dikamar dia masih lemes, karena bolak balik muntah " . jelas Azzam
" apa boleh aku ke kamar lihat Fida ". Izin Rasya diangguki oleh Azzam
kriet
pintu terbuka pelan rasya lalu masuk dan duduk ditepi ranjang dirinya bisa melihat jelas wajah pucat dari hafida.
" fi selamat ya atas kehamilan kamu ". ucap rasya
" makasih sya, oh iya gimana persiapan pernikahannya apa sudah siap semua? ". tanya hafida
" alhamdulillah sudah beres fi undangan juga udah kerabat semua tinggal nunggu hari h nya aja ". ucap Rasya
" semoga lancar ya sya, maaf aku gak bisa bantu bantu ". ucap Hafida
" gpp fi, lagian kan kamu gak boleh capek capek aku gak mau keponakanku kenapa napa ". ucap Rasya
" jagain baik baik ponakanku ya udah aku keluar dulu kamu istirahat aja ". ucap Rasya lalu keluar dari kamar Hafida
setelah itu Rasya dan alvin langsung pamit pulang karena tak mau mengganggu istirahat Hafida.
Azzam lalu pergi ke kamarnya untuk menemani istrinya dia mengusap perut hafida penuh rasa cinta,hafida hanya tersenyum mendapat perhatian lebih dari suaminya.
Azzam kali ini tak pergi ke cafenya dia ingin menjaga istrinya karena Hafida masih sering mual mual juga rasa lemas itu masih ada dirinya tak tega jika harus meninggalkannya sendiri dirumah.
Skip siang harinya
Azzam kini harus kelimpungan mencari buah mangga muda karena juga ini bukan musimnya sudah sedari tadi dirinya berkeliling dengan mobilnya mencari mangga muda untuk istrinya yang tengah mengidam.
__ADS_1
Harus mencari kemana lagi dirinya ini,sedari tadi berkeliling tak ketemu juga pohon mangganya.
Ah iya kenapa dirinya tak pergi ke pesantren saja mungkin masih ada buah mangganya dirinya lalu langsung melajukan mobilnya ke arah pesantren .
30 menit berlalu, akhirnya dirinya sampai dirinya langsung berlari melihat pohon mangga yang tepat berada dibelakang rumahnya.
" ngapain zam ? ". Tanya Lukman pada adiknya yang sibuk menatap keatas pohon mangga
" eh bang ini fida ngidam minta mangga muda trus aku coba liat kesini kali aja ada ". Ucap Azzam
" oh mangga toh, didapur kayaknya ada deh coba deh liat sana kali aja masih ada ". Ucap Lukman
Azzam hanya mengangguk lalu pergi ke dapur untuk melihatnya ,untung masih ada itu pun hanya satu buah diri.
" loh Zam kapan dateng, umi gak liat kamu didepan tadi ? ". Tanya Umi
" tadi aku langsung ke belakang mi, oh iya ini mangganya aku ambil ya hafida ngidam tadi minta mangga muda ". Ucap Azzam
" iya ambil aja gpp, daripada anakmu nanti ileran ". Ucap Umi
" iya Wa'alaikumsalam hati hati ". Ucap Umi
Azzam lalu segera membawa mangga itu dan bergegas untuk pulang ,sesampainya dirumah dia langsung mengupas buah mangganya dan meletakkannya dipiring lalu membawanya ke kamar.
Kriet
Pintu terbuka pelan hafida lalu menoleh ke arah pintu dia lalu bangun dari tidurnya dan bersandar pada kepala ranjang .
Azzam lalu duduk ditepi ranjang dan menyodorkan piring berisi mangga muda tadi, hafida menerimanya dengan perasaan senang.
" mas mau ? ". Tawar Hafida
" gak buat kamu dan anak kita aja ". Ucap Azzam sambil mengelus kepala Hafida yang terbalut khimar itu
" makasih mas udah mau nurutin ngidam aku ". Ucap Hafida
__ADS_1
" iya sama sama, udah habisin tuh ". Ucap Azzam
" mas, kita ke dapur yuk aku pengen liat kamu masak ya mau ya " Pinta Hafida
" hmm yaudah kita ke dapur mas bakalan masakin buat kamu ". Ucap Azzam
mereka pun langsung turun ke bawah dan pergi ke dapur Hafida lalu duduk dikursi sambil melihat suaminya memasak makanan untuknya.
matanya berbinar saat makanan yang dimasak oleh Azzam dia lalu memakannya dengan sangat lahap, Azzam benar benar bahagia melihatnya.
setelah selesai makan mereka langsung bersiap untuk sholat bersama, karena juga sudah masuk waktunya.
seusai sholat Azzam mendengarkan bacaan Al-qur'an kepada janin yang ada didalam kandungan Hafida, dirinya ingin memperkenalkan Al-qur'an sejak dari dalam kandungan agar kelak anaknya terbiasa dalam membaca Al-qur'an.
**
hari berganti hari pernikahan Rasya dan Alvin pun hanya tinggal menghitung hari sebentar lagi kedua insan itu akan menjadi sepasang suami istri.
hari ini Hafida dan Azzam berada dirumah mama Ranty mereka kesana setelah dari cek kandungan .
" ma aku kangen sama mama ". Ucap Hafida
" mama ,juga kangen sama kamu nak oh iya gimana tadi kandungannya ". Tanya Mama Ranty
" alhamdulillah kata dokter kandunganku sehat kok ma ". Ucap Hafida
" syukur kalau gitu yaudah kamu ke kamar Rasya sana temenin dia katanya bosen gak bisa keluar rumah ". Ucap Mama Ranty
" Yaudah ma aku kemar Rasya dulu Ya ". Ucap Hafida diangguki Oleh Mama Ranty
Hafida lalu pergi ke kamar Rasya dia membuka pelan pintunya dirinya lalu langsung duduk disamping Rasya mereka lalu saling bercerita tentang masa masa saat kuliah dulu.
sesekali mereka menitikkan air mata saat mengenang itu, sekarang hanya tinggal menjadi kenangan mereka rindu dengan masa masa itu.
mereka bercerita cukup lama hingga saat waktu makan siang mereka pun turun ke bawah.
__ADS_1