
rasya langsung diam dan menghapus air matanya setelah mendengar ancaman hafida lalu mereka langsung masuk ke dalam,semua orang nampak sangat sibuk menyiapkan acara untuk besok mereka semua benar benar bersemangat menyambut itu mereka semua saling membantu mempersiapkan semuanya .
akhirnya malam pun tiba mereka dapat beristirahat setelah lelah seharian mempersiapkan acara besok, hafida jangan tanya lagi dia sudah berbaring dikasur dalam dekapan azzam mereka belum tidur sih hanya saja memang azzamnya yang pengen manja manja dengan istrinya.
akhirnya mereka pun terlelap dalam tidur mereka dengan posisi saling memeluk satu sama lain memberikan kehangatan,sepertiga malam mereka berdua terbangun dari tidur nyenyaknya lalu beranjak mengambil air wudhu untuk sholat tahajud setelah sholat tahajud mereka membaca Al-qur'annya masing masing.
tak disadari oleh mereka adzan subuh sudah mulai terdengar saja padahal sepertinya mereka baru saja membuka Al-qur'annya mereka lalu beranjak untuk sholat shubuh.
setelah selesai melaksanakan kewajiban hafida bersiap siap untuk dimake up oleh mua,setelah sekitar hampir 2 jam akhirnya hafida sudah siap dengan gaun pengantin yang sudah melekat pas ditubuhnya,hingga tak lama azzam masuk ke dalam kamar dia menatap istrinya dari atas sampai ke bawah mengagumi sosok istri cantiknya.
lalu ia menggandeng tangan istrinya untuk turun karena acara sebentar lagi akan segera dimulai mereka berjalan bergandengan dengan mesra membuat siapa saja yang melihat sampai iri dengan kemesraan dua pasangan ini.
sedangkan laila dia tersenyum sinis karena acara ini pasti akan gagal dengan dia mengacaukannya entah apa yang akan dilakukan olehnya kepada hafida juga azzam.
iringan suara musik rebana menyambut kedatangan pasangan pengantin ini menuju ke singgasana tempat mereka akan menjadi raja dan ratu selama satu hari namun tiba tiba kedatangan laila menghentikan semuanya, semua orang menatap ke arahnya.
" berhenti, kamu tega sekali mas meninggalkan aku dengan wanita murahan seperti dia ". ucap laila mengundang bisik bisik para tamu
" apa yang kau lakukan laila ". ucap alesha kesal
" aku hanya meminta pertanggung jawaban atas kehamilanku jika tidak karena kedatangan wanita itu menggoda ustadz azzam pasti ini semua tak akan terjadi ". ucapnya membuat semua orang kaget
" apa maksudmu ". ucap umi menghampiri laila
__ADS_1
" ustadz azzam melecehkanku lalu dia tak mau bertanggung jawab dirinya malah menikahi wanita itu wanita itu sengaja melakukan ini karena dia tak mau melihatku bahagia dengan ustadz azzam hiks hiks ". ucap laila dengan air mata buayanya
" tega sekali ya, padahal saya pikir dia wanita baik baik eh ternyata ". bisik bisik tamu yang menggunjing hafida
" saya tak mengerti maksud kamu laila bagaimana bisa kamu hamil anak saya sedangkan saya sendiri tak pernah melakukan itu ". ucap azzam
" hiks tega sekali ustadz berkata seperti itu bukankah saat itu ustadz yang memaksa saya ". ucap laila semakin memojokkan azzam
" umi, abi tolong percaya sama azzam aku gak pernah melakukan itu ini hanya akal akalan laila ". ucap azzam pada abi dan uminya
" ustadz harus tanggung jawab ". ucap laila sekali lagi
" saya tak akan bertanggung jawab karena saya tak merasa melakukan itu kamu pikir saya tidak tahu Jika kamu terobsesi terhadap saya ". ucap azzam
" dan ingat istri saya tak pernah merebut saya dari kamu laila bahkan saya sudah jatuh hati kepadanya sejak kami pertama bertemu dan saya dengan istri saya juga saat itu sudah bertunangan sebelum kami memutuskan menikah, dan saya juga tak pernah memiliki rasa terhadap kamu laila, jangan merusak kebahagian rumah tangga yang baru saya mulai ". ucap azzam panjang lebar
" saya tidak peduli karena gara hara putri tante ayah saya masuk penjara ". ucap laila
" hahh, ayah kamu masuk penjara karena kesalahannya sendiri dia bahkan sampai menyakiti pak rahmad dan saya sebagai besannya tidak akan membiarkan itu terjadi ". ucap mama ranty
" pokoknya saya mau ustadz azzam menikahi saya ". ucap laila tanpa ragu
" jangan buat harga dirimu hilang nak ". ucap mama ranty sekali lagi
__ADS_1
namun sepertinya laila tak memperdulikan itu dia hanya ingin acara yang telah disambut dengan antusias ini hancur begitu pula hati hafida dirinya tak rela melihat ustadz yang dia idam idamkan itu menikah dengan wanita lain dulu memang dia boleh kalah tapi sekarang tidak dirinya harus bisa menyingkirkan hafida.
acara menjadi terhenti gara gara kedatangan laila semuanya menjadi kacau apalagi laila yang tetap kekeh minta dinikahi dan juga tak banyak dari beberapa tamu yang memojokkan azzam untuk menikahi laila.
sedang hafida sudah jangan tanyakan lagi bagaimana dirinya dia benar benar syok namun ia mencoba untuk tetap kuat walaupun sebenarnya dia ingin menangis.
" jika memang benar kamu hamil coba kamu tunjukkan buktinya ". ucap azzam. membuat wajag laila mendadak pucat
" apa kamu masih tak percaya ustadz saya hamil anak ustadz ". ucap laila sembari menutupi wajah gugupnya
" benarkah baiklah biar saya menelpon dokter kandungan untuk memeriksa kamu saya curiga kamu hanya mengaku ngaku hamil padahal kan saya sama sekali tak pernah melakukan apa yang telah kamu tuduhkan laila ". ucap azzam
" ja jangan ustadz apa ustadz masih tak percaya dengan saya ". ucap laila dengan gagap
" mengapa kamu takut jika perbuatanmu terbongkar ". ucap azzam
tak lama dokter yang ditelpon olehnya datang lalu membawa laila ke rumah umi untuk diperiksa alesha lalu mengikuti mereka ke rumah sedang laila ia sangat panik seharusnya dirinya menyiapkan juga surat dari dokter kenapa dia sangat ceroboh, jika begini kan semuanya akan terbongkar.
setelah sekitar setengah jam mereka kembali dengan dokter yang sudah membawa hasil pemeriksaannya ,laila jangan ditanya dia sudah sangat takut sekarang wajahnya memucat keringat dingin membasahi tubuhnya.
" bagaimana dok ". tanya azzam
" dari hasil pemeriksaan saudari laila tidak hamil ". ucap dokter tersebut
__ADS_1
para tamu yang mendengar itu langsung menggunjing laila sedangkan si empunya dia benar benar sangat malu sekarang dia pikir dengan berpura pura hamil anak azzam akan membuatnya dinikahi tapi nyatanya tidak malah dirinya dipermalukan.
setelah itu acara kembali dilanjutkan umi dan abi juga meminta maaf pada para tamu atas kekacauan yang terjadi ini sedang hafida dirinya sekarang bisa bernapas lega padahal tadi dia sudah sangat takut jika azzam akan percaya begitu saja tapi untung tidak.