Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 75


__ADS_3

para tamu yang mendengar itu langsung menggunjing laila sedangkan si empunya dia benar benar sangat malu sekarang dia pikir dengan berpura pura hamil anak azzam akan membuatnya dinikahi tapi nyatanya tidak malah dirinya dipermalukan.


setelah itu acara kembali dilanjutkan umi dan abi juga meminta maaf pada para tamu atas kekacauan yang terjadi ini sedang hafida dirinya sekarang bisa bernapas lega padahal tadi dia sudah sangat takut jika azzam akan percaya begitu saja tapi untung tidak.


semua acara sudah selesai hafida dan azzam langsung pergi ke kamar mereka untuk istirahat lelah itu pasti, apalagi tadi ada sedikit kekacauan yang membuat acara menjadi bertambah lama ,mama ranty dan papa hendra juga rasya setelah acara selesai mereka langsung pulang karena besok pagi pagi papa hendra ada meeting jika tidak ada kegiatan besok mungkin mereka akan pulang esok pagi.


setelah selesai bersih bersih kedua insan itu langsung tertidur lelap ,sore hari mereka berdua terbangun dari tidur nyenyaknya dengan mata yang masih terpejam hafida bangun dari tidurnya ia mengerjapkan matanya beberapa kali setelah itu ia membangunkan suaminya karena mereka belum sholat ashar.


" mas, bangun sholat dulu yuk ". ucap hafida sambil menepuk nepuk pipi azzam


" hah iya sayang ". ucap azzam sembari menggosok gosok matanya


setelah membangunkan suaminya hafida beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah itu ia mengenakan mukenanya dan menunggu azzam keluar dari kamar mandi setelah selesai sholat hafida melipat kembali mukenanya dan meletakkannya ditempat semula.


" mas, apa besok kita jadi pindah ". tanya hafida


" jadi, kamu packing baju bajunya dikoper ya,nanti untuk baju kamu besok kita ambil sebelum ke rumah baru ". ucap azzam


" oh iya, kamu mau bulan madu kemana ". tanya azzam sambil membelai wajah istrinya


" eumm terserah mas aku ngikut aja ". ucap hafida


" bagaimana kalau ke bali ". ucap azzam


" boleh ". ucap hafida


" sayang, maaf ya atas kekacauan tadi ". ucap azzam merasa tak enak

__ADS_1


" gpp kok mas yaudah aku turun bantu umi masak dulu ya ". izin hafida diangguki oleh azzam


hafida langsung ikut bergabung dengan umi juga kakak iparnya mereka nampak sangat cepat akrab, sambil memasak mereka saling bercerita dan bercanda karena banyak yang membantu jadi masakan jadi lebih cepat matang setelah selesai semuanya mereka pergi ke kamar masing masing untuk bersih bersih setelah dari dapur.


mereka turun kembali untuk makan malam setelah selesai sholat magrib, mereka memakan makanan yang ada di piring masing masing dengan khidmat tanpa ada pembicaraan apa pun setelah selesai makan azzam langsung menarik tangan hafida pelan menemui abi juga umi untuk meminta izin tinggal sendiri .


" abi, umi azzam mau membicarakan sesuatu ". ucap azzam


" iya mau ngomong apa ". tanya abi


" kami berdua memutuskan untuk tinggal sendiri apa abi juga umi mengizinkan ". jelas azzam


" jika itu sudah menjadi keputusanmu, abi hanya bisa mendukung ". ucap abi


" alhamdulillah, terimakasih bi ". ucap azzam


**


pagi pagi sekali kedua pasangan pengantin itu sudah akan pindahan sebenarnya abi juga umi mencegah mereka karena juga ini masih pagi namun akhirnya mereka mengizinkan juga setelah berpamitan azzam langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah hafida untuk mengambil baju baju milik istrinya yang akan dibawa ke rumah baru mereka.


sesampainya hafida langsung mengambil kopernya karena juga dia sudah mempackingnua jadi dia tinggal ambil saja namun saat hafida akan pergi harus ada adegan pelukan dengan rasya dia nampak sedih karena hafida akan ikut dengan suaminya namun dia juga tak bisa mencegah.


" fi, nanti aku main ke rumah baru kamu boleh kan ". tanya rasya


" boleh kok pintu rumah aku selalu terbuka buat kamu ". ucap hafida


" aku pergi dulu ya, dan sampein juga salamku buat mama papa ". ucap hafida

__ADS_1


" iya, hati hati ". ucap rasya


rasya memandang kearah mobil azzam yang perlahan mulai menjauh rasanya dirinya ingin ikut saja dengan mereka sekarang rumah jadi sepi karena hafida sudah pindah ikut dengan suaminya.


mereka tak langsung ke rumah baru melainkan mampir di minimarket untuk membeli persedian bahan bahan makanan setelah itu mereka langsung bergegas ke rumah baru tak tau juga dari cafe azzam hanya berjarak sekitar 300 meter saja kira kira.


akhirnya mereka sampai ,hafida memandang rumah yang akan mereka tempati ini takjub apalagi disekitarnya sangat asri dia sangat menyukainya azzam lalu menggandeng tangan istrinya dan berjalan masuk ke rumah.


dikamar


setelah selesai membereskan barang barangnya hafida merebahkan tubuhnya diatas kasur karena lelah sedangkan azzam ia hanya tersenyum menatap kearah istrinya.


" mas, nanti kamu mau dimasakin apa ". tanya hafida


" hmm apa aja yang kamu masak pasti akan mas makan ". ucap azzam


hafida lalu bangkit dan pergi ke dapur disusul dengan azzam mengikuti istrinya dia menatap hafida yang tengah memasak sambil tersenyum bahagia lalu ia melingkarkan tangannya dipinggang istrinya.


" mas lepas dulu aku kesulitan mau goreng ikannya ". ucap hafida


" udah kamu fokus aja masak ". ucap azzam sambil asik memeluk istrinya sedang hafida ia hanya mendengus sebal


setelah matang hafida menata makanannya dimeja lalu mereka makan siang bersama hafida menatap suaminya senang karena dia nampak sangat lahap memakan masakannya.


" sayang besok besok masakin aku lagi ya ". ucap azzam


" iya mas ". saut hafida sambil beranjak dari duduknya membawa piring piring kotor itu ke wastafel dan mencucinya

__ADS_1


setelah itu mereka berdua bersantai diruang tengah sambil menonton tv sedangkan azzam dia berbaring dengan berbantalkan paha milik istrinya sesekali ia menggoda istrinya karena menurutnya saat hafida malu malu itu sangat menggemaskan.


__ADS_2