Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 48


__ADS_3

" oh iya gpp hen, makasih ya udah nganterin malam malam lagi " ucap mama ranty


" iya gpp kok, kalau gitu aku pamit pulang dulu assalamualaikum ". ucap om hendra


" Wa'alaikumsalam ". ucap mama ranty


mama ranty memandang punggung om hendra yang mulai menjauh namun tiba tiba hafida datang mengagetkannya.


" hayo loh mama, ngapain ? ". ucap hafida menggoda


" apa sih kamu, dah sana mama mau ke kamar" ucap mama ranty tersipu


sedangkan hafida ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat mamanya yang malu karena ia goda.


hafida pun lalu pergi ke kamarnya dan bersiap untuk tidur tak lama ia sudah terlelap menuju alam mimpinya.


pagi hari


" sayang, kamu sudah bangun ". panggil mama ranty dari balik pintu kamar hafida


" iya,, sudah mah ". saut hafida seraya membuka pintu kamarnya


" ada apa ma? ". tanya hafida


" gak cuma mau tanya kamu hari ini kuliah masuk siang apa pagi ? ". tanya mama ranty


" pagi...kenapa mah? ". ucap hafida


" oh, ada berapa kelas? ". tanya mama ranty


" eumm satu kayaknya kenapa mah ". jawab hafida


" oh yaudah ". ucap mama ranty lalu pergi turun ke lantai dasar


hafida lalu turun ke lantai dasar namun sebelum itu ia mengambil tasnya dan menghampiri rasya yang sudah menunggunya diruang tengah.


" sya, udah lama ? ". tanya hafida pada rasya


" eh belum kok fi ". ucap rasya


" yaudah berangkat yuk ". ajak hafida


" gak sarapan dulu sayang ". tanya mama ranty


" gak deh mah,fida buru buru assalamualaikum". ucap hafida sembari mencium punggung tangan mamanya dan diikuti juga oleh rasya

__ADS_1


sesampainya dikampus mereka langsung bergegas pergi ke kelas dengan terburu buru karena kelas akan segera dimulai.


seusainya kelas berakhir hafida dan rasya langsung pergi ke kantin karena mereka berdua tadi pagi tak sempat sarapan karena terburu buru.


saat mereka tengah asik menyantap makanannya tiba tiba dering ponsel hafida mengganggu acara makan mereka.


" halo ,assalamualaikum ". ucap hafida


" Wa'alaikumsalam, sayang kamu setelah ini ada kelas gak ". tanya mamanya


" eumm,, gak kenapa mah? ". ucap hafida bertanya balik


" kamu ke kantor ya sekarang, ajak sekalian rasya mama tutup telponnya assalamualaikum". ucap mama ranty


" Wa'alaikumsalam ". ucap hafida


tut


panggilan berakhir rasya lalu menatap hafida meminta jawaban setelah mendengar penjelasan hafida mereka langsung bergegas untuk ke kantor.


sesampainya disana mereka langsung menuju keruangan mama ranty dan disana sudah ada om hendra.


hafida dan rasya sebenarnya sangat penasaran kenapa mereka berdua dipanggil kemari rasanya mereka ingin meminta penjelasan pada mama ranty namun mereka urungkan.


" kalian sudah datang ". tanya mama ranty


" eumm,, jadi gini duh gimana ya mau jelasinnya ". ucap mama ranty


" biar aku aja ran yang jelasin ". saut om hendra


sedang rasya dan hafida mereka menatap om hendra meminta penjelasan kenapa mereka dipanggil kemari.


" jadi,kalian dipanggil kesini karena om sama ranty memutuskan untuk menikah ". ucap om hendra


" APA? MENIKAH!! ". kaget rasya dan hafida saling berpandangan


" papa, gak bercanda kan ". tanya rasya menyelidik


" apa, papa terlihat bercanda ". tanya balik om hendra sedang rasya ia hanya terdiam


flashback on


setibanya dikantor mama ranty langsung bergegas keruangannya namun tiba tiba om hendra datang menghentikannya.


mama ranty menyeritkan dahinya bingung akhirnya om hendra mengajak mama ranty untuk ke cafe yang ada didekat kantor sebentar itu membuat mama ranty bertambah bingung.

__ADS_1


sesampainya dicafe om hendra mengatakan keinginannya untuk meminang mama ranty sebagai istrinya.


" ada apa hen ". tanya mama ranty serius


" Gini ran, jujur aku sayang sama kamu sebenarnya aku sudah memendam rasa ini cukup lama aku berusaha untuk menepis rasa ini karena kamu adalah atasanku rasanya tak pantas aku mencintaimu tapi itu sulit dan disini dicafe ini aku ingin menyatakan rasa cintaku kepadamu ran ". ucap om hendra sembari berlutut kepada mama ranty


" maukah kamu menjadi istriku ". tanya om hendra sembari memegang cincin berlian yang nampak sangat indah itu


" iya aku mau hen ". ucap mama ranty dengan mata berkaca kaca karena terharu


" terimakasih ran sudah menerima cintaku ". ucap om hendra


" apa kamu suka dengan cincinnya ". tanya om hendra


" iya ,aku suka ini sangat indah ". ucap mama ranty sambil memandang cincin yang tersemat dijarinya


" baiklah ayo kita kembali ke kantor nanti kita akan jelaskan pada putri putri kita ". ajak mama ranty


mereka berdua kembali ke kantor dengan perasaan bahagia mama ranty benar benar tak menyangka jika om hendra juga memiliki rasa yang sama seperti dirinya.


jadi dia tak ragu untuk menerima pernyataan cinta om hendra tadi rasanya ini seperti mimpi mama ranty masih tak menyangka.


flashback of


" apa kalian setuju jika om dan tante ranty menikah ". tanya om hendra pada rasya dan hafida


" aku sama hafida pasti setuju dong yakan fi ". ucap rasya


" iya, bener tuh aku bahagia deh karena om mau juga ngakuin perasaannya ". ucap hafida menggoda om hendra


" apa kamu pikir om ini tak berani mengatakannya ". tanya om hendra


" mungkin ". ucap hafida tertawa kecil


mama ranty lega karena rasya dan hafida tak menolak rencana pernikahannya padahal tadi dia sudah dag dig dug saat om hendra meminta persetujuan pada mereka berdua.


sedang rasya dan hafida mereka gencar menggoda om hendra dan mama ranty bagi mereka menggoda kedua orang yang saling mencintai ini sangatlah asik.


sedangkan mama ranty hanya mendengus kesal karena terus terusan digoda oleh kedua gadis ini dia benar benar sangat malu apalagi ada om hendra itu membuatnya tambah malu saja.


__________________________


akhirnya aku bisa up juga maaf banget yah, kemarin aku gak sempat buat up karena sibuk dengan tugas tugas daring


oh iya jangan lupa buat like, komen dan vote yah agar aku tambah semangat untuk ngelanjutin ceritanya

__ADS_1


terimakasih ❤


__ADS_2