
" oh iya jadi Gini mbak ayah aku sebenarnya punya perusahaan tapi aku gak mau buat nerusin juga aku kan belum siap makannya aku kerja dicafe " ucap hafida
" dan untuk rumah sih sebenarnya aku dulu ngontrak tapi kita akhirnya pindah kesini karena orang kepercayaan ayah bilang kalau ayah masih punya rumah kan lebih baik ditinggali dari pada kosong " lanjut hafida
" iya si emang bener rumah ini emang udah lama kosong tapi tiap hari ada yang ngebersihin " ucap lia membenarkan
" oh iya kenapa gak nerusin usaha milik ayah kamu aja sih fi dari pada harus kerja dicafe " tanya lia heran
" aku belum siap aja mbak buat nerusinnya mama juga udah berulang kali bujuk aku tapi ya aku tolak " ucap hafida sedang lia hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja
" oh iya mbak aku mau ke panti mau ikut " tanya hafida
" emm... boleh deh aku juga bosen dirumah " ucap lia
mereka berdua pun pergi ke panti namun sebelumnya hafida terlebih dahulu membeli oleh oleh untuk anak anak panti
dipesantren
" assalamualaikum ustadz " ucap ustadzah syila
" Wa'alaikumsalam iya ada apa " ucap azzam
" begini Ustadz perpustakaan sepertinya kekurangan buku jadi apa ustadz berkenan untuk membelikannya " ucap ustadzah syila
" oh, iya nanti saya akan membelikannya " ucap azzam
" terimakasih tadz kalau begitu saya permisi dulu assalamualaikum " ucap ustadzah syila
azzam pun berniat untuk masuk kerumah namun tiba tiba mira menghentikannya ia menyeritkan dahinya bingung
" ada apa " tanya azzam pada mira
" emm tadi siapa " tanya mira sepertinya ia cemburu pada ustadzah syila
" oh dia ustadzah yang ada disini " ucap azzam
" ada apa dia menemuimu " tanya mira kembali
" hanya mengatakan jika perpustakaan kekurangan buku " ucap azzam
" apakah harus dia yang menemuimu tidak bisakah dia menyuruh ustadz lain untuk menemuimu " ucap mira sedang azzam menyeritkan dahinya
" ya karena dia kebetulan pengurus perpustakaan jadi dia yang kemari apa salah " tanya azzam
__ADS_1
" tidak aku hanya takut kau menyukainya " ucap mira
" aku tak menyukainya lagian dia juga sudah menikah " ucap azzam lalu masuk kerumah dan berniat untuk menemui abinya
" bi " panggil azzam lalu duduk dikursi
" iya ada apa zam " ucap abi sembari menyeruput kopinya
" Gini bi tadi ustadzah syila kemari trus bilang kalau perpustakaan kekurangan buku buku " ucap azzam
" masa si abi satu bulan yang lalu ngecek masih banyak buku bukunya ya memang ada sebagian yang sudah rusak tapi gak banyak " ucap abi
" mungkin ada beberapa santri yang tak bertanggung jawab bi semisal mereka meminjam buku tapi tak dikembalikan " ucap azzam
" yaudah kamu belikan bukunya mimpimu belum terlalu sore " ucap abi
lalu azzam pun segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas untuk ke toko buku langganannya
namun saat ia akan pergi lagi lagi mira selalu menghentikannya entah apa yang akan dia lakukan
" mas mau kemana " tanya mira
" ke toko buku ada apa " ucap azzam
" tidak perlu kau dirumah saja " tolak azzam
" pasti kau akan menemui wanita lain diluar sana kan " terka mira dengan nada sedikit emosi
" aku hanya akan ketok buku bukan bertemu wanita lain " ucap azzam namun mira sepertinya tak mau mendengarnya
dia malah meninggalkannya mira pun pergi menemui ibu mertuanya dan mengadukan pada umi jika azzam akan pergi menemui wanita lain
sedang umi hanya menyeritkan dahinya bingung tak mungkin jika azzam akan melakukan hal serendah itu
untuk memastikannya apakah benar yang diucapkan oleh menantunya itu
" zam " panggil umi
" boleh umi bertanya " lanjut umi sedang azzam hanya mengangguk
" apa kamu akan menemui wanita lain diluar sana " tanya umi dengan hati hati takutnya putranya akan tersinggung
" tidak aku hanya akan ke toko buku perpustakaan kekurangan buku " ucap azzam
__ADS_1
lalu dia menatap mira seolah olah ia bertanya apa yang dia katakan pada ibunya kenapa otaknya serendah itu tak mungkin juga ia akan melakukannya
" siapa yang mengatakan itu mi " tanya azzam pada uminya
" istrimu yang mengatakannya " ucap umi lalu pergi kembali ke belakang
azzam pun menatap mira dengan penuh tanda tanya
" kenapa kau mengatakan hal seperti itu pada ibuku " tanya azzam karena hal itu bisa saja membuat dirinya dan ibunya menjadi renggang
" karena memang benar kan kau akan menemui wanita yang kau cintai itu " ucap mira dengan emosi
" terserah aku tak ingin berdebat denganmu " ucap azzam lalu pergi meninggalkan mira
sedang mira ia langsung menuju ke mobil suaminya dia langsung masuk begitu saja padahal suaminya tak mengizinkannya untuk ikut
sedang azzam ia hanya pasrah membiarkan mira ikut dengannya karena percuma juga dia menolak pasti wanita ini akan terus memaksanya
sedang dengan hafida ia nampaknya sedang memilih milih buku begitu juga lia ia juga nampak sibuk memilih buku yang bagus untuk ia berikan pada anak anak panti
hingga mata hafida melihat sebuah buku yang nampaknya bagus ia pun berniat untuk mengambilnya namun tiba tiba saja ada seorang laki laki yang mengambilnya dan dia adalah azzam
deg
azzam sungguh kaget karena bertemu dengan wanita yang ia cintai namun dia sekarang sedang berusaha untuk menghapusnya
" maaf ambilah buku ini biar saya mencari buku yang lain " ucap azzam
" tidak apa apa ini untuk anda saja biar saya mencari buku yang lain saja " ujar hafida
" ah terimakasih kalau begitu " ucap azzam yang dibalas anggukan oleh hafida
sedang mira ia melihat suaminya azzam tengah berbicara dengan wanita lain seketika pikirannya kemana mana ia menduga duga jika wanita itu selingkuhannya ia pun berjalan menghampiri azzam
" mas " panggilnya sedang azzam hanya menoleh kearahnya
" apa kau sudah menemukan bukunya " tanya mira
" ya aku sudah menemukannya " ucap azzam lalu pergi menuju kasir dengan diikuti oleh mira
sedang hafida ia hanya menyeritkan dahinya bertanya tanya siapa wanita itu ia menyangka jika itu istrinya
setelah menemukan bukunya ia pun langsung pergi ke kasir untuk membayarnya begitu juga dengan lia ia juga sudah menemukan buku yang pas
__ADS_1