Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 31


__ADS_3

ia pun langsung pamit untuk pergi ke kamar lalu bersiap siap untuk tidur tak lama ia sudah terlelap dalam tidurnya


saat sebelum subuh hafida sudah terbangun ia segera mandi dan menjalankan sholat shubuh lalu ia membaca al qur'an sebentar


seusainya ia langsung bersiap siap untuk bekerja ia menyambar tasnya lalu keluar dari kamarnya


" pagi ma " sapanya


" pagi sayang " ucap mamanya yang sudah siap dengan pakaian kantornya


" ayo sarapan dulu abis itu berangkat kerja " ujar mama ranty hafida pun mengangguk sembari duduk dikursi


setelah itu ia langsung bersiap untuk berangkat ke cafe setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya sampailah dicafe


ia langsung bergegas untuk mengerjakan tugasnya sedang mela ia memperhatikan hafida dengan seksama


ia sangat senang karena tak lama lagi hafida akan segera ditendang dari cafe ini rasanya ia sudah tak sabar untuk menanti hal itu dan juga dia sudah memikirkan bagaimana cara menyingkirkan hafida sedari malam sampai sampai ia tak bisa tidur hanya memikirkan itu


hafida mengerjakan tugasnya dengan cepat sedang dengan mela ia nampak mengendap endap untuk masuk ke ruangan bosnya mumpung bu dina belum datang namun sebelum itu dia sudah mematikan cctv terlebih dahulu


ia membuka pintu ruangan bu dina dengan hati hati lalu mencari tempat dimana bu dina menyimpan uangnya setelah ketemu ia langsung Mengambilnya dan keluar dari ruangan bu dina dengan hati hati


ia pun menuju keruangan ganti karyawan lalu memasukkan uang yang ia ambil ke dalam tas milik hafida setelah itu hanya perlu menjalankan rencana selanjutnya


dia pun kembali menyalakan cctv dan menemui hafida yang sedang mengerjakan tugas tugasnya


" fi " panggilnya


" eh ada apa mbak " tanya hafida


" gini tadi bu dina pesen sama saya supaya kamu bersihin ruangannya " ucap mela


" oh iya mbak kalau begitu saya permisi dulu " ucap hafida yang berjalan menuju ruangan bu dina


sedang mela ia tersenyum penuh kemenangan sebentar lagi hafida akan pergi dari sini dia sangat tak sabar dengan kabar itu

__ADS_1


dipesantren


azzam kini bersiap siap untuk berangkat mengajar ia merapikan kembali peci hitamnya lalu membuka pintu kamarnya dan bergegas ke pesantren untuk mengajar


namun suara panggilan mira menghentikannya dia menghela napasnya panjang dia sudah menebak jika mira akan menuduhnya yang tidak tidak lagi bukannya ia seudzon tapi memang seperti itu


" mas mau pergi kemana " tanya mira


" aku, akan pergi mengajar dipesantren ada apa " ucap ucap azzam


" kau pasti berbohong mas, kau akan menemui wanita itu kan " ucap mira tak percaya


" sudahlah terserah aku lelah berdebat denganmu " ucap azzam


" berhenti mas... aku tak akan membiarkanmu untuk menemui wanita itu " ucap mira kekeh


" sudah berapa kali aku mengatakan jika aku harus pergi mengajar " ujar azzam kesal


" aku tak peduli, kau pasti berbohong kau hanya beralasan namun sebenarnya kau akan menemui wanita itu " ujar mira


" tentu saja aku sangat mencintaimu mas " ucap mira


" jika benar kau mencintaiku pasti kau akan percaya dengan apa yang ku katakan " ucap azzam


" aku ragu jika kau tak mencintaiku tapi hanya obsesimu untuk memilikiku " lanjut azzam


" itu tidak benar aku mencintaimu !berhenti mengatakan itu!" teriak mira kesal


" itu bukan cinta namun hanya obsesi apa kau mengerti " ucap azzam dengan menekankan kata obsesi


lalu azzam meninggalkan mira begitu saja dia benar benar lelah menghadapi mira dia selalu saja menuduhnya yang tidak tidak


ya memang ia tak mencintai mira tapi setidaknya dia tak menuduh dirinya melakukan hal serendah itu


back to hafida

__ADS_1


ia langsung pergi ke ruangan bu dina setelah mela memberi tahunya untuk membersihkah ruang kerja bosnya itu


setelah selesai ia langsung keluar tak lupa menutup kembali pintunya ia pun mengerjakan tugasnya yang lain


hingga tiba tiba bu dina mengumpulkan seluruh karyawannya sedang hafida ia bertanya tanya ada apa sebenarnya kenapa mereka dikumpulkan


" assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap bu dina


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap seluruh karyawan dengan serentak


" baiklah tujuan saya mengumpulkan kalian disini karena ada sesuatu yang ingin saya tanyakan " ucap bu dina


" apa ada dari salah satu dari kalian yang mencuri uang yang saya simpan di brankas " tanya bu dina serius


" bu lebih baik cek saja satu satu jika ditanya mereka pasti tak akan mengaku " ujar salah satu karyawan


bu dina pun menyetujuinya lalu mengecek setiap karyawannya hingga tibalah giliran hafida saat bu dina membuka tas hafida ia menemukan uang yang dia cari


bu dina menatap hafida tak percaya sedang hafida ia benar benar kaget ia sama sekali tak mengambil uang itu tapi mengapa uangnya bisa ada di dalam tasnya


" saya benar benar tak menyangka saya pikir kamu gadis baik baik tapi ternyata... " ucap bu dina terhenti ia bingung harus berkata apa


" tapi bu saya tak pernah mengambil uang ibu saya juga tak tau bagaimana uang itu ada disalam tas saya " ucap hafida dengan berlinang air mata


" Halah mana ada maling ngaku " ujar salah seorang karyawan


" lebih baik ibu lihat cctv saja untuk memastikannya " ucap Mela tiba tiba


" benar saya harus melihat cctv "


dan saat bu dina melihat cctv memang benar hafida masuk ke dalam ruangannya namun tak ada lanjutannya hanya saat hafida masuk saja ya Mela sudah memotong videonya ia tak mau jika bu dina akan curiga padanya


" apa kamu masih mau mengelak fi sudah jelas jelas kamu masuk ke ruangan saya " ujar bu dina


" tapi bu saya ke ruangan ibu karena mbak Mela menyuruh saya untuk membersihkan ruangan ibu setelah saya membersihkannya saya pergi " ujar hafida

__ADS_1


" mbak bilang sama bu dina kalo mbak yang bilang kalau aku disuruh ngebersihin ruangannya " pinta hafida pada mela sambil menangis


__ADS_2