Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 65


__ADS_3

" ya bagus dong jadi kapan kalian nikah ". tanya mama ranty


" isss mama aku aja gak tau sama perasaanku ". ucap rasya


" lalu apa yang kamu rasain terhadap alvin ". tanya mama ranty


" aku gak tau ". ucap rasya


" apa kamu ngerasain nyaman saat bersama alvin". tanya mama ranty


" iya maa ". ucap rasya membuat mama ranty tersenyum senang


" berarti kamu juga suka sama alvin ". ucap mama ranty


" eumm gak tau ma yaudah aku ke kamar dulu ya ". ucap rasya mencoba menghindari pertanyaan mama ranty


rasya lalu langsung ngacir ke kamarnya dari pada terus ditanyai tentang alvin mending dia ke kamar saja namun baru saja dirinya akan merebahkan tubuhnya tiba tiba ponselnya berdering dengan kesal ia mengangkatnya tiba tiba ia terdiam saat mendengar suara alvin ia langsung mematikan ponselnya.


sedang alvin ia bingung sendiri mengapa rasya tiba tiba mematikan telponnya ah dia tau pasti rasya salah tingkah mendengar suaranya dia benar benar bahagia jika itu benar.


seminggu kemudian


hari ini adalah hari wisuda hafida dan rasya mereka berdua sudah siap dengan kebaya yang melekat ditubuh mereka senyum bahagia terpancar diwajah cantik kedua gadis itu mereka lalu berdua turun ke lantai bawah untuk pergi ke kampus untuk acara wisudanya.


sesampainya mereka langsung turun dari mobil dan menuju ke tempat acara karena wisuda akan segera dimulai mereka berdua sama sama mendapat nilai tertinggi mama ranty dan papa hendra lalu memberikan ucapan selamat kepada kedua putri mereka karena mereka sekarang sudah menjadi seorang sarjana, serangkaian acara sudah terlaksana dan sekarang saatnya sesi foto mereka mengambil foto bersama sebagai kenangan setelah sesi foto selesai mereka sudah bisa untuk pulang karena juga semua rangkaian acara sudah selesai.


" selamat ya atas kelulusanmu ". ucap azzam sembari memberikan bucket bunga pada hafida


" terimakasih mas ". ucap hafida dengan senyumnya


" trus aku siapa dong yang ngasih bunga ". ucap rasya membuat semua orang menoleh kearahnya


" kan ada gue jadi bebeb rasya gak usah sedih ". saut alvin tiba tiba sembari membawa bucket bunga berukuran besar untuk rasya


dengan malu rasya menerima bunga yang diberikan oleh alvin pipinya benar benar merah seperti kepiting rebus ingin rasanya rasya pergi dari sini karena sangat malu.

__ADS_1


lalu mereka langsung pergi ke cafe azzam untuk makan siang tak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai dicafe azzam dengan langkah begitu senang rasya langsung menarik tangan hafida menuju ke dalam cafe dia memang kalau soal makanan cepat.


setelah itu mereka langsung memesan makanan selesai makan mereka langsung bergegas pulang ke rumah sesampainya dirumah hafida langsung bersih bersih dan mengganti bajunya setelah itu ia sholat dhuhur sebelum waktunya habis.


setelah selesai sholat ia melipat mukenanya dan meletakkannya ditempat semula lalu ia merebahkan tubuhnya dia benar benar lelah setelah seharian dari luar hingga dia teringat jika hari ini seharusnya dia mengambil undangan bagaimana bisa dia lupa begini ia pun lalu segera bangkit dan pergi ke lantai dasar.


baru saja ia akan membuka pintu azzam sudah datang kemari mengantar undangan pernikahannya hafida menghela napasnya lega lalu ia mempersilahkan azzam masuk dan membiarkannya minuman.


setelah mengantar minumannya hafida memanggil rasya agar menemaninya menulis siapa saja yang akan diundang karena kan kalau hanya berdua saja dengan azzam mereka belum sah takutnya nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


mereka bertiga menulis nama nama diundangan itu sampai hari sudah sore setelah selesai azzam lalu pamit untuk pulang tak lupa hafida menitipkan beberapa undangan untuk para ustadz dan ustadzah yang ada dipesantren pada azzam setelah itu untuk undangan yang lainnya biar nanti papa hendra dan mama ranty saja yang mengurusnya dia sudah sangat lelah sekarang.


malam harinya


setelah makan malam hafida langsung pergi ke kamarnya dia hari ini tidur lebih cepat karena benar benar merasa lelah tidak lama ia sudah terlelap menuju ke alam mimpinya.


dilain tempat


azzam tengah memandang kearah luar melalui balkon yang ada dikamarnya ia melihat para santri yang berlalu lalang untuk mengambil makan malam karena merasa mengantuk azzam lalu menutup pintu balkonnya dan langsung tidur dia sendiri juga lelah harus mengurus cafe belum lagi persiapan pernikahannya.


azzam lalu memejamkan matanya dan nafasnya pun sudah terdengar teratur dia sudah terlelap dengan mimpi indahnya disepertiga malam azzam terbangun dari mimpi indahnya lalu ia beranjak dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


" ya allah, terimakasih karena engkau sudah mengabulkan doa doa hambamu ini ya allah lancarkanlah acara pernikahan hamba dengannya dan jadikan pernikahan hamba ini sebagai pernikahan terakhir hamba ". doa azzam


setelah itu azzam membaca Al-qur'annya sembari menunggu waktu subuh dari pada dia tidur lagi kan lebih baik membaca al qur'an karena juga subuh juga sebentar lagi .


benar tak lama adzan subuh mulai terdengar azzam lalu menutup Al-qur'annya lalu ia bersiap untuk pergi ke masjid saat ia menuruni anak tangga dia bertemu dengan kakak iparnya akhirnya mereka berangkat ke masjid bersama.


back to hafida


setelah sholat subuh hafida langsung membantu mamanya untuk membuat sarapan dengan dibantu juga oleh rasya dengan dibantu oleh kedua Putrinya kegiatan memasak sarapan jadi lebih cepat.


setelah semua makanannya siap hafida langsung menatanya dimeja makan setelah itu ia mandi begitu pula dengan rasya seusai mandi mereka berdua langsung turun ke lantai dasar untuk sarapan mereka sarapan dengan tenang.


setelah selesai sarapan papa hendra dan mama ranty pergi mengecek tempat pernikahan hafida sudah sampai manakah persiapannya juga memberikan undangan pada rekan rekan bisnisnya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hari ini up nya dua bab ya dan mungkin besok hanya bisa up satu bab karena besok ada urusan diluar dan mungkin pulangnya juga siang tapi nanti aku usahain untuk up lebih dari satu bab


jangan lupa buat mampir dikarya baru author ya


Dibalik Pernikahanku


" sayang, maaf ". ucap zevan lirih sembari melepas pelukannya pada nara


" maaf ? lalu jika aku memaafkanmu apa kau akan berubah mas? ". tanya nara tersenyum kecut


" aku.... aku janji akan menepati semuanya tolong percayalah ". ucap zevan sembari meyakinkan nara


" sudahlah mas,aku sudah tak percaya lagi berulang kali aku memaafkan semua yang kau lakukan mulai dari kau diam diam menikahi stevani dan kau tak pernah adil denganku kau selalu menomor satukan stevani bahkan kau mengingkari janjimu padaku tadi pagi aku lelah mas lelah lebih baik lepaskan saja aku ". ucap nara bangkit dari duduknya namun zevan menahan tangan nara

__ADS_1


nah itu potongan dari ceritanya jangan lupa buat kepoin ya


sampai sini duluu oke


__ADS_2