
sampainya disana dia langsung mengahampiri rasya yang tengah menunggu dirinya ,mereka langsung masuk dan memulai fitting bajunya.
dan untuk alvin sendiri dia nanti akan menyusul kemari setelah urusan kantornya selesai.
rasya lalu langsung ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya sedangkan dirinya menunggu di sofa yang telah disediakan.
tak lama rasya keluar dari ruang ganti dengan gaun pengantin yang melekat pas ditubuhnya ,hafida lalu menoleh ke arah rasya.
" sya kamu cantik banget ". puji hafida
" makasih fi ". ucap rasya
" wahh ini beneran kamu sya ". ucap alvin tiba tiba
" eumm... iya ". ucap rasya sambil menundukkan kepalanya karena malu
setelah itu rasya masuk kembali ke ruang ganti untuk mencoba kebaya akadnya setelah semuanya selesai hafida langsung pamit untuk pulang dan untuk alvin juga rasya mereka masih ada yang harus diurus.
hafida lalu mulai menjalankan mobilnya menuju ke cafe azzam milik sang suami yang memang jaraknya dari sini tak terlalu jauh.
dilain tempat
zahra masih saja berusaha untuk mendekati azzam walau hasilnya nihil dia seperti tak punya malu terang terangan menggoda azzam didepan banyak orang .
atau mungkin memang dirinya sudah menggadaikan rasa malunya itu, seperti saat ini dia tengah bergelayut manja di lengan azzam walau laki laki itu sudah berusaha menepisnya.
entah bagaimana caranya dia masuk ke dalam cafe mungkin saja karena keadaan cafe tengah ramai dirinya menyelinap dibalik para pengunjung cafe.
" lepas ra, kamu gak malu apa gelendotan sama suami orang ". ucap azzam
" ckk, buat apa malu aku gak peduli zam sama orang orang pokoknya aku mau kamu nikahin aku ". ucap zahra
__ADS_1
" apa maksudmu meminta suamiku menikahimu ". ucap hafida tiba tiba
" ya kita berbagi suami,aku juga cinta sama azzam jadi aku berhak dong buat jadi istrinya ". ucap zahra terdengar sombong
" tapi aku tak rela jika harus dimadu ". ucap hafida
" kalau gitu lepaskan azzam untukku ". ucap zahra semakin berani
" gak, aku gak bakal mau menceraikan hafida sampai kapanpun dan kamu ra, mending pergi dari sini dan jangan pernah nginjakin kaki kamu kesini ". usir azzam
" zam, jadi kamu lebih milih dia? ". tanya zahra sambil menunjuk ke arah hafida
" itu jelas karena hafida istriku ". ucap azzam sembari melingkarkan tangannya dipinggang hafida
azzam lalu langsung membawa istrinya ke ruangannya meninggalkan zahra yang tengah menahan amarahnya mendengar penolakan juga cemohan dari pengunjung cafe tersebut.
tapi dia sepertinya tak ingin pergi dari sini dirinya lalu menyusul azzam ke ruangannya,para karyawan azzam sudah mencoba menghalanginya tapi dia tetap memaksa ke ruangan azzam.
azzam membelalakkan matanya lalu menatap ke arah istrinya yang nampaknya tengah menahan amarahnya, hingga kesabaran hafida pun habis menghadapi semua kelakuan zahra dia lalu berjalan menghampiri zahra.
lalu menampar pipi zahra dengan kerasnya hingga pipi zahra memerah akibat tamparannya, zahra yang ditampar merasa emosi dirinya pun berusaha untuk membalas hafida tapi ada satpam menghalanginya.
" berani beraninya ya kamu nampar aku, kamu itu gak pantes buat azzam hanya aku yang pantas ". teriak zahra brutal mencoba memberontak
" bawa wanita ini keluar " titah azzam
" lepaskan aku lepas ingat zam aku bakalan tetap berusaha dapetin kamu aku gak bakalan nyerah ". teriak zahra sambil memberontak
zahra diseret paksa keluar oleh satpam, dia sudah berusaha untuk memberontak tapi kekuatannya jauh dibawah satpam itu.
dirinya memegangi pipinya yang memanas akibat bekas tamparan hafida dia menggeram kesal sambil memukul mukul setirnya meluapkan emosinya.
__ADS_1
lama lama dia akan putus asa jika begini kenapa mendekati azzam sangatlah sulit apalagi dengan azzam yang sangat mencintai istrinya itu membuat dirinya akan jauh lebih susah merobohkan pertahanan azzam.
seandainya dia dulu tak menolak azzam dengan kejam mungkin akan lebih mudah mendekati laki laki itu kembali, dirinya lalu mulai melajukan mobilnya pergi dari cafe azzam.
tapi dia tak akan menyerah dirinya besok akan kembali lagi kemari, tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya dia akan terus berusaha sampai bisa mendapatkan azzam kembali apapun itu caranya.
dirinya begitu terobsesi dengan azzam karena jika dirinya menikah dengan laki laki itu hidupnya akan enak dia hanya tinggal duduk manis dirumah menghabiskan uang azzam.
**
" mas, apa zahra sering kemari ? ". tanya hafida
" iya tapi kali ini sepertinya satpam lengah mengawasinya sehingga dia bisa masuk ke dalam cafe ". terang azzam
" tapi kamu tenang aja aku gak akan tergoda dengan zahra karena aku sudah memiliki bidadari yang menempati hatiku ". ucap azzam
" bila perlu aku akan menambah satpam lagi di depan agar zahra tak bisa masuk kembali ke cafe ". ucap azzam
" kamu percaya kan sayang, aku gak akan pernah menyakiti hati kamu karena kamu itu adalah harta berharga bagiku apalagi mendapatkan dirimu itu sangatlah sulit ". ucap azzam
" iya mas aku percaya kok sama kamu ". ucap hafida sambil tersenyum manis
" sayang apa kamu juga tersenyum manis didepan para pegawai dikantor? ". tanya azzam
" iya mas, kan mereka nyapa aku masa aku cemberut gitu kan gak enak ". jelas hafida
" kamu tenang aja mas cintaku cuma buat kamu aja kok ". ucap hafida sambil mencium pipi suaminya
" kamu sekarang sudah berani ya cium cium ". goda azzam
" kan gpp sama suami sendiri ". ucap hafida sambil tertawa kecil
__ADS_1
obrolan mereka pun terus berlanjut hingga hafida pamit untuk pulang ,dirinya sampai lupa waktu gara gara asik ngobrol dengan suaminya.