Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 64


__ADS_3

" gak, bikin kesel aja huh ". ucap rasya sambil meninju guling yang ia pegang


" kamu jatuh cinta ya sama alvin ". tanya hafida


" hah enggak kok siapa bilang ". elak rasya


sedang hafida ia hanya tersenyum berarti benar rasya sudah mulai jatuh cinta pada alvin hanya saja dia belum menyadari hal itu.


sesampainya dipesantren azzam langsung bergegas untuk mengajar ya walaupun lelah tapi tak mengapa ini kan kewajibannya memberikan ilmu untuk para santri santrinya.


dia berjalan dengan santai menuju ke kelas melewati kerumunan para santri putri tentu saja para santri putri langsung heboh sendiri namun mereka juga merasa patah hati karena sang ustadz akan segera menikah awalnya mereka berlomba lomba mendapat perhatian dari ustadz tampan itu namun ternyata azzam hanya cuek saja, siapa sih yang gak mau mempunyai suami seperti azzam sudah tampan mapan sholeh lagi paket lengkap lah.


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ". ucap azzam


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ". ucap para santri


" baiklah kita lanjutkan pelajarannya namun sebelum itu kumpulkan tugas yang saya berikan minggu lalu ". perintah azzam


" baik ustadz ". ucap para santri


" kenapa hanya segini yang lain mana ". tanya azzam melihat buku yang dikumpulkan hanya sedikit


" lupa ustadz ".


" ketinggalan diasrama ustadz ".


" gak tau ustadz ".


azzam menatap para santri tajam bisa bisanya pr yang sudah ia berikan minggu lalu belum dikerjakan padahal ada waktu satu minggu untuk mereka mengerjakan tugas azzam lalu menyuruh santri yang tidak mengerjakan pr keluar dari kelas sebagai hukumannya.


lalu dirinya mulai menjelaskan materi yang dia sampaikan hari ini dia menjelaskannya cukup lama karena memang agak panjang setelah selesai azzam lalu memberi beberapa pertanyaan untuk evaluasi pemahanan mereka, apa mereka bisa menangkup apa yang disampaikan tadi.


setelah selesai mengajar azzam lalu langsung pulang ke rumah dia sudah sangat lelah seharian ini dari mengurus rencana pernikahannya lalu langsung berangkat mengajar, azzam langsung ke kamar untuk bersih bersih agar lebih segar setelah itu ia memantau keungaan cafe melalui laptopnya karena karyawannya sudah mengirimnya melalui email.


karena mendengar suara mobil azzam lalu menutup laptopnya dan keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang kemungkinan kakaknya dan ternyata benar.

__ADS_1


" dek kamu jadi nikah juga ya sama hafida hehe kakak pikir kamu dulu bakal mempertahankan mira loh tapi syukur deh ". ucap maulida


" iya mbak yaudah mbak langsung istirahat saja pasti lelah ". ucap azzam kasihan melihat kakaknya menggendong anaknya yang tengah tertidur


keesokan harinya


hafida nampak sangat sibuk mempersiapkan pernikahannya juga acara wisudanya benar benar melelahkan sekali sedang rasya ia dibuat kesal oleh alvin yang pagi pagi sudah ngapel ke rumahnya ingin rasanya ia mengusir laki laki itu tapi tak mungkin ia melakukannya.


" fidaa tolongin akuu ". adu rasya pada hafida


" haiss ada apa sih sya ". tanya hafida sembari tetap fokus menulis daftar tamu


" alvin fi dia pagi pagi kesini nyebelin banget sih tu anak ". ucap rasya


" jemput kamu kali, kemarin kan kamu udah janji sama dia inget kan ". ucap hafida


" iya sih ". ucap rasya


" udah sana temenin kan dia tamu kamu ". ucap hafida tertawa kecil


akhirnya dengan terpaksa rasya menemani alvin dengan terpaksa oke ia pergi sesuai janjinya pada alvin kemarin sementara orangnya ia hanya senyum senyum sendiri sekian lama dia selalu ditolak tapi sekarang mau juga ,ya walaupun harus memaksanya karena rumah alvin cukup jauh jadi mereka agak lama diperjalanan ditambah lagi jalanan yang macet itu membuat rasya semakin kesal saja.


akhirnya setelah bermacet macetan mereka sampai juga dikediaman alvin dia turun dari mobil alvin dengan perasaan masih kesal pada laki laki itu,ia mengekor dibelakang alvin saat dirinya sampai mami papi alvin menyambutnya dengan ramah.


" vin,ini calon menantu mami wahh emang ya kamu itu gak salah pilih calon istri ". ucap mami alvin


" iya dong ". bangga alvin


" yaudah yuk nak, kita sarapan bareng tadi mami udah masakin makanan spesial untuk nyambut kamu ya kan pi ". ucap mami alvin


" mami? ". tanya rasya bingung


" kan kamu calon menantu mami ". ucap mami alvin


mereka lalu sarapan bersama disela sela sarapan mami juga papi alvin menanyakan kapan mereka akan menikah sedang rasya ia hanya tersenyum kikuk bingung juga mau menjawab apa sedang alvin ia malah mengatakan secepatnya itu membuat rasya menatap alvin tajam namun respon alvin malah memberikan ciuman jauh untuk rasya.

__ADS_1


setelah selesai sarapan mami alvin langsung mengajak rasya untuk ke taman belakang rumahnya dia ingin lebih dekat lagi dengan calon menantunya sedang rasya ia benar benar merasa canggung dalam hati ia memanggil alvin agar membawanya pergi dari sini.


hingga akhirnya alvin datang untuk mengantar rasya pulang sebenarnya mami alvin masih ingin berlama lama dengan rasya akhirnya dengan bujukan alvin yang berjanji akan membawa rasya kemari lagi membuat maminya mengizinkannya.


sesampainya dirumah rasya marah marah sendiri menyumpah serapahi alvin kalau begini jadinya kan ribet dia juga kenapa kemarin mengiyakan permintaan alvin.


" udah pulang sya ". tanya mama ranty


" udah ma ". ucap rasya


" loh kenapa kamu kok lemes kayak gitu ". heran mama ranty


" huhh aku bingung ma mami alvin berharap banget aku jadi menantunya ". ucap rasya


" ya bagus dong jadi kapan kalian nikah ". tanya mama ranty


" isss mama aku aja gak tau sama perasaanku ". ucap rasya


" lalu apa yang kamu rasain terhadap alvin ". tanya mama ranty


" aku gak tau ". ucap rasya


" apa kamu ngerasain nyaman saat bersama alvin". tanya mama ranty


" iya maa ". ucap rasya membuat mama ranty tersenyum senang


sampai sini dulu ya dan untuk bab selanjutnya author bakal up nanti sore.


oh iya jangan lupa buat kepoin karya baru author ya


cast alesha



cast lukman

__ADS_1



__ADS_2