
" hmm umi rasa gak deh tadi mira di kamarnya coba deh dicek siapa tau ada dikamar " ucap umi
azzam pun langsung bergegas menuju kamarnya namun saat ia membuka pintunya tak ada siapa pun dikamarnya
sepulangnya dari pasar hafida dan mbok minah langsung memasak untuk makan siang
sesekali mereka saling melemparkan candaan satu sama lain dan akhirnya makanannya telah siap hafida lalu berencana untuk mengantar makan siang ke kantor karena kebetulan tadi mamanya menelpon agar mengantarkan makan siang
karena tadi terburu buru jadi mamanya tak sempat untuk membawa bekal makanan hafida lalu menata makanannya dikotak bekal
lalu ia pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya ia merapikan kembali khimarnya lalu menyambar tasnya
" mbok mang ujang ada " tanya hafida sembari mengambil kotak bekalnya
" ada kok neng didepan " ucap mbok minah
hafida pun langsung pergi ke depan setelah itu ia meminta mang ujang mengantarnya ke kantor mamanya
setelah beberapa menit melewati hiruk pikuknya kota akhirnya sampailah dia dikantor milik mendiang sang ayah ia langsung masuk ke dalam dan kebetulan juga para karyawan sudah mengenalnya jadi tak sulit untuk menemui sang mama
sesampainya diruangan mamanya ia langsung mengetuknya takutnya sedang sibuk setelah mendengar sautan dari dalam ia langsung masuk
" assalamualaikum ma " ucap hafida sembari mencium tangan mamanya
" Wa'alaikumsalam " ucap mamanya
" oh iya ini makanannya " ucap hafida sembari menyerahkan kotak bekal itu pada mamanya
" terimakasih sayang " ucap mama ranty dibalas senyuman oleh hafida
setelah itu hafida langsung pamit pulang namun mamanya sempat mencegahnya tapi akhirnya sang mama pun mengalah
tak terasa hari sudah sore saja mama ranty pun juga sudah pulang dari kantor mereka tengah menyiapkan makanan untuk makan malam
" sayang,, kamu gak mau pulang ini sudah sore " tanya bu hana pada Putrinya
__ADS_1
" hmm... iya bu mira juga mau pulang kok " ucap mira
" ya sudah biar ibu antar kamu " ucap bu hana
tak berapa lama mereka sampai dihalaman pesantren azzam menatap tajam mira namun sepertinya yang ditatap hanya acuh
" dari mana saja kamu " tanya azzam to the point
" dari rumah ibu kenapa " ucap mira
sedang azzam ia hanya mengacak rambutnya kasar dia tak mungkin untuk menanyai ini itu pada mira didepan ibu mertuanya karena sudah dipastikan istrinya itu akan mengajaknya ribut
istri? ya azzam memang sudah mulai menerima mira sebagai istrinya tapi tidak mencintainya... catat tak mencintai!!
setelah ibu mertuanya pulang dia langsung menarik mira ke kamar
" kamu sebenarnya menganggap saya sebagai suami kamu atau tidak " tanya azzam
" bisa bisanya kamu keluar tanpa izin kepada saya " lanjut azzam
" walaupun kau pergi kerumah ibumu tapi setidaknya izinkan terlebih dahulu " ucap azzam
" kenapa kamu seolah mengekangku " ucap mira kesal
" aku tidak mengekangmu tapi memang sudah seharusnya seorang istri itu meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya sebelum bepergian " ucap azzam
" sudahlah kau tak perlu melarangku untuk bertemu siapa pun bahkan dirimu sendiri pergi menemui wanita yang menjadi selingkuhanmu itu " ucap mira
" cukup saya tak pernah menyelingkuhimu saya lelah mira lelah " ujar azzam lalu pergi meninggalkan mira
sedang abi yang melihat putranya yang sepertinya tengah ada masalah itu pun langsung menepuk pundak azzam itu membuatnya terlonjak kaget
" apa ada masalah dengan rumah tanggamu nak " tanya abi seakan tau dengan apa yang dialami oleh putra bungsunya
" hmm iya bi rasanya kepalaku ingin meledak harus menghadapi semua tuduhan yang dilayangkan mira kepadaku " ujar azzam lesu
__ADS_1
" bersabarlah nak ini ujian untuk rumah tanggamu karena tak selalu rumah tangga itu akan berjalan mulus terkadang akan ada kerikil yang menghalangi " ujar abinya menasehati
" dan berilah istrimu pengertian secara pelan pelan lambat laun dia pasti akan mengerti " ucap abinya
sedang azzam ia hanya menghela napasnya kasar lalu ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk pergi ke masjid apalagi sang kakak yang sedari tadi terus saja mengoceh
" kamu itu lama banget sih zam jamuran tau gak abangmu ini " ucap lukman kesal
" mangap bang sengaja " ucap azzam cekikikan sembari mengambil alih keponakannya dari gendongngan lukman
" maap zam bukan mangap " ucap lukman
" itu anak ku jangan diuyel uyel dia bukan squisy " ucap lukman tak terima anaknya di uyel uyel oleh sang adik
" abis gemes bang " ujar azzam
" bikin sana sama binik mu sana " ceplos lukman
" atau jangan bilang kalo kalian belum melakukan itu " tebak lukman sedang azzam ia hanya diam saja karena memang itu benar ia masih merasa enggan untuk menyentuh istrinya walaupun itu sudah halal baginya
mereka berdua berjalan menuju masjid sambil melempar candaan satu sama lain
back to hafida
setelah selesai sholat hafida langsung membuka al qur'an nya sebentar setelah itu ia turun untuk makan malam
" sayang kamu panggil mang ujang gih dia depan " pinta mamanya sembari menata makanan dimeja
" iya ma " ucap hafida sembari menghampiri mang ujang
" mang makan dulu gih " ucap hafida
" iya neng " ucap mang ujang sembari beranjak dari tempat duduknya
mereka pun lalu menikmati makanannya dengan tenang seusainya hafida membantu mama juga mbok minah membereskan piring piring bekas mereka tadi lalu mencucinya
__ADS_1
setelah itu hafida pergi ke ruang tengah sedang mbok minah ia memilih untuk pergi ke kamarnya istirahat