
Setelah selesai mendaftar Hafida meminta Mamanya untuk mengantarnya menuju ke cafe tempat dirinya bekerja.
Sekitar 25 menit mereka sampai didepan Cafe tempat Hafida bekerja.
Dia mencium tangan Mamanya lalu pergi memasuki Cafe.
Dia menyapa karyawan lain dengan ramah,setelah itu pergi ke ruang ganti untuk mengganti bajunya.
Dia lalu mulai mengerjakan pekerjaannya dengan cekatan.
Tak terasa waktu sudah sore saja, dia lalu segera mengganti bajunya dan bersiap untuk pulang.
Sampainya dirumah dia langsung membersihkan tubuhnya lalu mengganti bajunya.
Setelah itu dia mengambil air wudhu karena adzan magrib sudah terdengar.
Seusainya sholat dia turun dan menghampiri mamanya mereka lalu makan malam bersama.
seusainya hafida langsung bergegas istirahat kekamar kemudian sholat isya karena sudah masuk waktunya setelah melaksanakan kewajiban ia pun beristirahat.
Kriett
Suara pintu terbuka
Hafida menoleh ke arah pintu dan menatap sang mama yang berjalan menghampirinya.
Mamanya duduk ditepi ranjang dan tersenyum lembut.
"ada apa ma" tanya Hafida.
"Gak papa kok sayang mama cuma pengen kekamar anak mama aja kok" ucap Mamanya.
__ADS_1
"Bagaimana hari ini apa pekerjaan kamu lancar?" tanya Mama Ranty.
"Pekerjaanku lancar kok Ma" ucapnya seraya tersenyum.
"Jangan lupa untuk menjaga kesehatan kamu ya" ucap Mama Ranty seraya mengusap lembut kepalanya yang berbalut Khimar.
"Fi kamu tau mama dulu pengen banget punya anak tapi entah mengapa takdir selalu tak berpihak pada mama"
"Mama juga sempat hamil saat itu tapi sayang kandungan mama saat itu sangatlah lemah dan akhirnya dia pun pergi"
"Tapi sekarang mama bahagia karena sudah ada kamu"
"Makasih Ma, sudah menyayangi aku" ucap Hafida tersenyum manis.
"Iya sekarang kamu tidur sudah malam" ucap Mamanya.
Hafida mengangguk lalu mulai memejamkan matanya.
Mama Ranty tersenyum tipis lalu mencium kening Hafida dengan tulus setelah itu menutup pintu kamar dengan pelan.
Azzam bersiap untuk pergi mengajar dia menuruni anak tangga sambil membawa buku ditangannya.
Dia menyapa umi dan abinya setelah itu segera pergi ke mengajar.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucapnya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
"Apa ada tugas?" tanyanya.
"Tidak ada ustadz" ucap salah seorang santri putra.
__ADS_1
"Oh baiklah kalau begitu kalian buka buku kalian dan dengarkan penjelasan saya" ucapnya dengan tegas.
Azzam menjelaskan pelajarannya secara singkat setelah itu memberikan mereka beberapa pertanyaan.
"Ustadz" panggil Laila.
"Iya ada apa" ucap Azzam.
"Eumm ustadz kapan mau nikahin saya" tanya Laila.
Azzam langsung terbatuk batuk dan menatap anak didiknya tajam.
"Tolong jangan bercanda dipelajaran saya atau kamu silahkan keluar dari kelas" tegas Azzam.
"Dan untuk yang lainnya tolong jangan memberikan pertanyaan yang bukan pelajaran saya tidak suka dengan itu" ucapnya.
"Baiklah mungkin itu saja Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Azzam
Dia lalu keluar dari kelas dan pergi menuju ke rumah.
Dia memilih untuk menemui sang kakak yang biasanya berada dibelakang rumah bersama putranya.
"Loh Zam tumben udah pulang?" tanya Lukman heran.
"Sengaja karena salah santriwati malah bertanya sesuatu yang tak ada sangkut pauknya dalam pelajaran" ucapnya.
"Pasti itu santriwati suka sama kamu Zam" ucap Lukman sekenanya.
"Hmm mending kamu nikah biar itu santriwati gak ganggu kamu" saran Lukman membuat Azzam melotot.
"Gimana ya kak, masalahnya itu cuma satu dimana calonnya sudah itu saja" ucap Azzam.
__ADS_1
"Huh iya juga kakak benar benar sangat prihatin" ucap Lukman dramatis.
Azzam hanya memutar bola matanya malas lalu beranjak pergi.