
di cafe azzam
suasana cafe sudah mulai ramai para pengunjung saat dirinya sampai para karyawanannya menyambutnya dengan hormat dia hanya membalasnya dengan senyum tipis dan berlalu menuju ruangannya.
dia tadi juga berpesan pada satpam untuk mencegah zahra jika wanita itu datang kembali dirinya tak mau ada kesalah pahaman nantinya.
dan memang benar saja tak lama dari itu zahra datang dengan pakaian minimnya ke cafe azzam namun untung ada satpam yang menahannya agar tak masuk ke dalam cafe .
walau dirinya sudah berusaha untuk memaksa masuk tapi tetap tak bisa akhirnya dengan wajah kesal dirinya kembali ke rumahnya padahal dirinya sudah berdandan secantik mungkin juga memilih baju miliknya yang paling seksi berharap jika azzam akan tergoda.
sudah berkali kali dirinya mencoba untuk mendekati azzam kembali namun tetap gagal azzam terlihat begitu mencintai istrinya dan itu akan membuatnya semakin sulit menghancurkan benteng yang dibangun oleh azzam.
dengan perasaan kesal yang amat sangat dia lalu pergi dari cafe azzam lalu melajukan mobilnya segera kembali ke rumahnya.
sesampainya dirumah dirinya sudah disambut dengan pertanyaan dari kedua orang tuanya dia memutar bola matanya jengah.
" gimana nak apa kamu berhasil ". tanya deri antusias
" ckk, sama aja pa dan bahkan tadi aku gak bisa masuk ke dalam azzam udah nyuruh satpam buat ngehadang aku pa ". keluh zahra
" ahh kamu ini gimana sih ra, gak guna banget ". maki deri lalu berlalu pergi membuat zahra semakin kesal
" iya, kamu itu emang gak guna ra,masa ngegoda azzam aja gak becus ". ucap sefa lalu berlalu mengikuti suaminya
" ckk, ahh kenapa gue yang disalahin sih disini gue harus bahan malu buat ngerayu rayu azzam tapi apa nyatanya bukannya dia kegoda gue yang dihujat". gerutu zahra dalam hatinya
**
__ADS_1
setelah memastikan wanita itu pergi azzam baru keluar dari ruangannya dia sekarang bisa bernapas lega setelah zahra sudah tak terlihat disekitar cafenya.
dia lalu mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan mencari kontak nama istrinya lalu menekan tombol telpon.
dering ringtone ponsel milik hafida berbunyi membuatnya harus menghentikan pekerjaannya,tertera nama sang suami dilayar ponselnya.
hafida tersenyum simpul lalu menggesernya ke ikon hijau mereka mengobrol agak cukup lama saling melepas perasaan rindu yang tertanam didalam dada.
memang baru saja beberapa jam tak bertemu tapi yang namanya orang sedang dilanda asmara rasa rindu itu akan selalu muncul dalam hati.
setelah puas mendengar suara pasangan masing masing mereka mengakhiri kegiatan melepas rindunya nanti dilanjutkan dirumah, hafida lalu segera kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
sore harinya
azzam telah sampai dikantor peninggalan orang tua hafida tadi dirinya sudah menghubungi hafida agar segera turun, tak lama terlihat hafida tengah berjalan menuju ke arahnya.
reflek karena kaget hafida berteriak karena ulah spontan suaminya, azzam menggendong hafida sang istri sampai kamar lalu menurunkannya dengan hati hati.
" mas, gak capek apa gendong aku dari depan sampai kamar ". ucap hafida
" gpp kok sayang, mas sama sekali gak merasa lelah jika harus memanjakanmu ". ucap azzam lalu beralih mencium kening sang istri
" masss!!! ih sana mandi ". ucap hafida sambil menahan malu karena ulah suaminya
" hahaha, kamu masih malu aja sih padahal kita udah nikah 1 bulan loh ". ucap azzam berlalu ke kamar mandi
sedang hafida ia hanya tersenyum lalu membuka lemari pakaian dan memilihkan baju santai untuk suaminya, dan meletakkannya ditepi ranjang.
__ADS_1
dirinya lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam dia memilih untuk memasak makanan yang simple saja jadi tak memakan waktu yang lama.
walaupun masakannya kali ini sederhana tapi tetap saja rasanya enak, aroma harum itu sampai ke kamarnya membuat azzam langsung ingin cepat cepat ke dapur dirinya berjalan mengendap endap agar tak ketahuan Oleh hafida lalu melingkarkan tangannya dipinggang sang istri.
" masss!! lepas dulu ih aku susah nih mau gerak ". ucap hafida
" hmm iya iya nih aku lepas ". pasrah azzam
" nah gitu kamu duduk aja sana ". titah hafida
azzam lalu mendudukkan dirinya dikursi sambil melihat hafida yang tengah fokus memasak bahkan sesekali ia mengagumi istrinya itu yang nampak cantik itu ,dan akhirnya makanannya pun telah matang azzam lalu beranjak dari duduknya dan segera memerintahkan sang istri untuk bersih bersih biar ini dia yang melanjutkan.
" sayang kamu bersih bersih sana, biar makanannya nanti aku tata ". ujar azzam
" emang gpp mas ? ". tanya hafida memastikan
" ya, gpp dong kamu kan pasti capek pulang dari kantor langsung masak buat aku jadi sekarang kamu mandi sana gih biar seger ". titah azzam
" ya sudah aku tinggal dulu ya mas ". ucap hafida dibalas anggukan oleh azzam
dirumah mama ranty
sesampainya dirumah rasya langsung bergegas ke kamarnya dan segera membersihkan dirinya agar lebih segar seusai mandi dia langsung merebahkan tubuhnya dikasur.
lelah, hari ini benar benar melelahkan ternyata dirinya tak bisa membayangkan bagaimana papa hendra yang mengurus perusahaan sendiri saat itu pasti lebih melelahkan lagi.
dirinya lalu beranjak dari acara tidur tidurannya dan beralih ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk sholat setelah selesai sholat dia membuka Al-qur'annya sebentar lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama.
__ADS_1