
" iya ada apa sya ". tanya hafida
" aku kangen sama kamu ". ucap rasya membuat hafida bingung
" kangen?bukannya kita setiap hari bertemu ". heran hafida
" huh, apa kamu tak paham juga aku tuh kangen kita pergi bareng bercanda bareng dan sekarang kan kamu udah nikah pasti kita gak bisa ngelakuin itu lagi ". jelas rasya sedih
" lalu kenapa jika aku sudah menikah kita juga bisa kok melakukannya kapan saja ". ucap hafida sambil menggelengkan kepalanya
" wahh, beneran kan ". tanya rasya dengan mata berbinar sedang hafida ia hanya menganggukkan kepalanya
setelah berkutat dengan peralatan masak dengan waktu yang juga terbilang lama akhirnya semua masakan telah siap semua hafida menatanya dimeja, lalu ia bersiap untuk bersih bersih lalu ia menyiapkan baju yang akan dikenakan suaminya.
setelah itu ia turun dengan azzam untuk makan malam mereka berdua ternyata sudah ditunggu rupanya, nampak rasya menatap tajam hafida karena kesal harus menunggu lama tadi mereka ada sedikit kendala.
setelah itu hafida langsung duduk dikursinya dan melayani sang suami seperti yang dilakukan oleh mama ranty setiap harinya ,rasya ia hanya gigit jari dia kan juga mau seperti itu tapi dirinya juga sadar jika belum menikah boro boro menikah calon pun belum punya .
selesai makan malam para lelaki langsung membawa kabur para istri ke kamar sedangkan rasya ia hanya bisa meratapi kesendiriannya lalu dirinya memilih untuk rebahan dikamar sambil memakan camilan beginilah dirinya yang setiap hari menonton mereka yang telah menikah bermesraan, hingga suara dering ponselnya mengganggu acara makannya.
namun dirinya tak berniat untuk mengangkatnya paling juga alvin,karena ya biasanya alvin setiap malam akan menelponnya dirinya saja sampai jengah harus menghadapi laki laki itu ,namun sepertinya alvin tak menyerah menelpon rasya hingga membuat rasya kesal sendiri.
__ADS_1
" kenapa gak di angkat ". tanya alvin seolah sedang mengintrogasi
" karena gue gak ada waktu untuk mengangkat telponmu ". kesal rasya
" hahh, kenapa kamu menjadi marah denganku hmm bukankah kamu memintaku untuk menelponmu hanya pada malam hari ". tanya alvin
" lupakan itu gue ngantuk ". ucap rasya
" baiklah mimpi indah ". ucap alvin lalu menutup ponselnya
setelah itu rasya benar benar terlelap dalam tidurnya namun tidak bagi hafida saat dirinya akan memejamkan mata azzam selalu mengganggunya dirinya pun bangun dari tidurnya dan menatap laki laki yang sudah menjadi suaminya itu tajam.
" sayang bolehkan aku meminta hakku ". pinta azzam sambil menatap wajah istrinya
" baiklah kita sholat sunah dua rakaat dulu ". ucap azzam
setelah mereka selesai sholat sunah dua rakaat azzam membaca doa terlebih dahulu dan mencium kening istrinya lalu ia membawa istrinya ke ranjang dia menciumi setiap jengkal wajah istrinya,sedangkan hafida dadanya bergemuruh dia benar benar gugup dan malam ini dia akan menyerahkan mahkota yang selama ini dirinya jaga untuk laki laki yang kini telah menjadi suaminya.
sesekali dirinya menggeliat karena geli lalu azzam menutup tubuh mereka dengan selimut dan malam itu menjadi malam penyatuan cinta mereka.
hafida terbangun dalam dekapan suaminya hangat itu yang ia rasakan sejenak ia mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan suaminya tadi malam wajahnya tiba tiba memerah karena malu dirinya lalu membangunkan suaminya karena sebentar lagi subuh.
__ADS_1
dirinya lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi wajib setelah itu ia menyiapkan baju yang akan dikenakan suaminya seperti biasa setelah selesai sholat ia membantu mamanya menyiapkan sarapan untuk para suami.
rasya menatap heran pada hafida dia merasa ada yang aneh dengan cara jalan hafida seketika senyum terbit diwajahnya, dia akan segera mendapat keponakan ahh senangnya.
" sayang kenapa jalanmu seperti itu apa azzam melakukannya dengan kasar ". tanya mama ranty mencoba menggoda
" ahh, maksud mama ". ucap hafida menahan malu sendiri
" kenapa, apa kamu malu sayang tidak perlu malu setiap pasangan yang menikah pasti akan melakukan itu ". ucap mama ranty disela sela kegiatannya memasak sedang rasya ia hanya menyimak saja
setelah semuanya siap mereka lalu sarapan bersama setelah itu hafida dan azzam bersiap untuk pergi ke pesantren tidak lama sih mungkin sekitar satu minggu mereka disana, setelah itu azzam langsung melajukan mobilnya.
perjalanan lumayan lama untuk sampai dipesantren karena tempatnya masih ada didesa jadi agak jauh juga dari kota, hingga mereka pun mulai memasuki jalan disekitar pesantren suasananya masih sangat pedesaan sawah sawah terbentang luas udaranya pun masih sangat segar berbeda dengan rumah hafida yang ada disekitar kota yang udaranya sudah bercampur dengan polusi.
hingga mobil azzam mulai memasuki halaman luas pesantren hafida menatap kearah luar jendela dia tengah memandangi para santri yang berlalu lalang bekerja bakti karena kebetulan hari ini para santri libur jadi mereka setiap pagi ya kerja bakti.
sesampainya mereka berdua disambut oleh umi dan abi mereka sangat antusias,bisa dilihat dari raut wajah umi yang nampak sangat bahagia.
" assalamualaikum umi abi ". ucap mereka berdua
" Wa'alaikumsalam akhirnya kalian sampai juga ya sudah kalian istirahat saja dulu ". ucap umi
__ADS_1
azzam lalu membawa hafida ke kamarnya dirinya lalu meletakkan barangnya didekat pintu biar nanti saja dibereskannya dirinya ingin istirahat sebentar setelah itu ia ingin mengajak istrinya untun mengelilingi pesantren.
hafida lalu pergi ke balkon ia ingin melihat pemandangan dari atas sepertinya sangat indah dirinya benar benar takjub apalagi disini udaranya sangat segar dia pasti sangat betah jika tinggal disini, azzam pun menyadari jika istrinya tak ada disampingnya hingga arah matanya menunjuk ke arah pintu balkon yang terbuka dia lalu bangkit dan melangkahkan kakinya menuju balkon benar saja ternyata hafida ada disini dirinya lalu berjalan mendekat dan melingkarkan tangannya dipinggang hafida.