Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 99


__ADS_3

sampainya disana mereka sudah disambut oleh Mami dan Papi Alvin.


" akhirnya kalian sampai juga langsung ke kamar aja ya istirahat kalau perlu jugs buat baby boleh kok, iya kan pi ". Ucap Mami Alvin


" iya benar mi ,kan sudah sah ". Ucap Papi alvin membenarkan sedangkan Rasya juga Alvin hanya tersenyum kikuk sambil menahan malu


" udah sana Vin, gak usah malu malu langsung tarik tuh Rasya langsung gas oke ". Ucap Papi Alvin


" Pi, udah deh kasian tau Rasya dia udah malu itu ". Ucap Alvin sambil menunjuk ke arah sang istri yang pipinya sudah semerah tomat karena malu


" Sya, gak usah malu ya lagian juga udah sah kok ". Ucap Mami Alvin


mereka berdua hanya tersenyum malu lalu pergi ke kamar, itu membuat sang mertua semakin menjadi menggoda Rasya.


" Vin, jangan kasar ya,kasian Rasya ". Teriak Papi Alvin menggoda anak dan menantunya


" Papiiii!!! ". Kesal Alvin sedang Papinya tertawa puas melihatnya


Alvin lalu langsung membawa Rasya masuk ke kamarnya karena merasa malu dengan kedua orang tuanya yang membahas hal intim seperti itu.


" Sya, kita bikinin Mami Papi cucu yuk ". Ajak Alvin membuat mata Rasya melotot sempurna


" apa? Vin, ini masih siang tau kalau ada yang denger gimana ". Ucap Rasya dengan pipinya yang sudah memerah karena malu


" ya gpp, lagian mereka pasti ngerti kok ". Ucap Alvin


" Vin!!! tapi aku malu ". Ujar Rasya


" hahaha, udah gak usah panik aku janji bakal pelan kok ". Ucap Alvin dengan tangannya yang melingkar dipinggang istrinya


" dosa loh nolak suami ,emang kamu mau jadi istri durhaka hmm ". Lanjut Alvin dengan tetap memeluk Rasya


" gakk ". Ucap Rasya dengan gelengan kepalanya

__ADS_1


" huhh oke aku bakal layanin kamu aku gak mau jadi istri durhaka ". Ucap Rasya


" aku tadi cuma bercanda kok sayang kalau kamu memang belum siap aku gak akan maksa ". Ucap Alvin seraya mencium kening istrinya


" gak aku udah siap kok ". Ucap Rasya sambil menatap manik mata teduh milik Alvin


Alvin tersenyum mendengar penuturan istrinya dia memeluk erat istri yang sangat dirinya cintai itu.


dan akhirnya mereka berdua mengisi siang hari mereka dengan kegiatan panas diranjang.


**


Sore hari, Papa Hendra dan juga Mama Ranty pulang ke rumahnya kembali karena juga sayang rumah ditinggalkan terlalu lama.


setelah mereka pulang Azzam lalu pamit kepada istrinya untuk pergi ke cafe sebentar, karena sudah beberapa hari ini dia tak kesana dia hanya ingin mengecek laporan minggu ini saja lalu dia akan kembali pulang.


" sayang, mas berangkat dulu ya ". Ucap Azzam


" Iya nanti, mas beliin kamu baik baik dirumah ya oh iya untuk asisten rumah tangga besok sudah datang jadi kamu gak perlu capek capek lagi beresin rumah ". Terang Azzam


" ya sudah mas, berangkat ya sayang assalamualaikum ". Ucap Azzam sambil mencium kening istrinya


" iya ,wa'alaikumsalam hati hati mas ". Ucap Hafida seraya mencium punggung tangan suaminya


setelah itu Azzam lalu segera melajukan mobilnya menuju ke cafenya, Hafida lalu masuk ke dalam rumahnya dan bersantai sembari membaca buku tentang kehamilan.


sampainya dicafe Azzam langsung meminta karyawannya untuk menemuinya diruangan untuk memberikan buku laporan minggu ini.


tok tok tok


" masuk ". Suruh Azzam


" ini pak, laporan yang bapak minta ". Ucap karyawannya sembari menyerahkah buku laporannya

__ADS_1


" iya, terimakasih sekarang kamu boleh kembali bekerja ". Ucap Azzam


" baik pak, kalau begitu saya permisi dulu ". Ucap Karyawan tersebut sopan lalu keluar dari ruangan Azzam


Azzam lalu segera membuka buku laporan tersebut sesekali dirinya mengangguk anggukkan kepalanya, dirinya juga merasa bahagia karena omset cafenya yang kian hari terus meningkat.


dirinya lalu beralih membuka laptopnya mengecek email dari cabang cafenya, setelah selesai dengan urusannya dirinya lalu segera untuk bergegas membelikan istrinya martabak.


dia lalu segera melajukan mobilnya menyusuri jalanan sore kota mencari gerobak penjual martabak, setelah berkeliling mencaro akhirnya dia menemukannya.


dia lalu turun dari mobilnya dan segera memesan martabak yang diminta istrinya tadi, dirinya memang harus menunggu agak lama karena kebetulan sedang ramai pembeli.


akhirnya setelah menunggu dia sudah mendapat martabak yang dirinya pesan, Azzam lalu segera bergegas untuk pulang ke rumah.


suara mobil milik Azzam terdengar memasuki halaman yang terlalu luas rumah yang belum ada satu tahun dirinya tinggali ini ,Hafida lalu segera keluar rumah menyambut suaminya.


dia mencium punggung tangan sang suami dan Azzam beralih mencium keningnya seperti biasanya.


" sayang nih, pesanan kamu ". Ucap Azzam sembari menyerahkan kantong kresek berisi martabak itu


" wahhh makasih ya mas ". Ucap Hafida dengan mata bersinar bahagia


" iya sayang sama sama ". Ucap Azzam sambil tersenyum manis ke arah istrinya


Hafida lalu meletakkan martabak itu dimeja lalu menyusul suaminya ke kamar,dia membuka pintu kamar pelan.


terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi berarti suaminya tengah bersih bersih, dia lalu beralih ke Lemari dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya dan meletakkannya ditepi ranjang.


setelah itu dia turun ke dapur untuk menyiapkan makan malam, Hafida membuka kulkasnya dan mengambil bahan masakan yang ada saja dia juga belum sempat untuk berbelanja untuk mengisi kulkasnya ini.


Azzam keluar dari kamar mandi dirinya lalu mengambil baju ganti yang telah disiapkan oleh istrinya itu dan mengenakannya.


setelah itu dia langsung turun pergi ke dapur karena mencium aroma harum masakan.

__ADS_1


__ADS_2