
dipesantren
seperti biasa azzam selalu bangun saat sepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajud dalam doanya azzam tak lupa menyelipkan nama hafida dalam setiap doa doanya dan setelah itu ia membaca al qur'an sembari menunggu adzan subuh.
entah sudah berapa lembar ayat al qur'an yang sudah ia baca hingga tak lama adzan subuh mulai terdengar dia pun segera menghentikan bacaan al qur'annya dan segera pergi ke masjid.
sedangkan hafida setelah selesai sholat subuh ia langsung menyiapkan buku buku yang akan ia bawa setelah itu ia pergi ke dapur membantu mamanya menyiapkan sarapan.
setelah selesai memasak hafida lalu pergi ke kamarnya untuk mandi setelah selesai bersiap ia merapikan kembali khimarnya dan turun ke bawah untuk sarapan setelah selesai sarapan ia langsung berpamitan untuk pergi ke kampus seperti biasa dia berangkat bersama rasya.
selama diperjalanan menuju kampus rasya terus mengajak hafida berbicara dia bahkan menceritakan semua momen momen yang ingin dia lakukan dengan hafida setelah mereka nanti menjadi saudara.
sedangkan hafida ia hanya tersenyum mendengar semua ocehan sahabatnya ini dia merasa terhibur dengan adanya rasya.
sesampainya dikampus rasya langsung memarkirkan mobilnya lalu pergi menuju ke kantin karena jam kuliah mereka masih 2 jam lagi jadi dari pada bosan menunggu lebih baik makan.
dikantin
" kamu yakin nih sya mau makan ini semua ". tanya hafida ragu ragu
" yakinlah aku tuh tadi ga sempet sarapan ". ucap rasya sembari memakan makanannya
sedang hafida ia tak memesan makanan dia cuma memesan minuman karena dia masih kenyang sembari menunggu rasya selesai makan ia memilih untuk membaca buku novelnya.
ya , hafida memang selalu membawa buku novel didalam tasnya dia tak pernah mengeluarkan buku itu dari dalam tasnya setelah rasya selesai makan hafida pun lalu memasukkan bukunya ke dalam tasnya kembali lalu mereka pergi ke kelas karena sebentar lagi kelas akan dimulai.
sedangkan dipesantren terjadi keributan dan ya pasti saja ini semua perbuatan ayah laila yang tak terima jika anaknya ditolak mentah mentah oleh abi.
pesantren benar benar kacau pagi ini dan ada beberapa barang juga yang rusak akibat ulah ayah laila yang menyuruh orang untuk mengacaukan pesantren pagi pagi seperti ini.
__ADS_1
" assalamualaikum,bi ". ucap salah satu santri dengan panik
" Wa'alaikumsalam, ada apa kamu terlihat panik seperti ini ". ucap abi
" anu itu bi anu ". ucapnya gugup karena saking paniknya
" kamu duduk dulu sini, terus jelaskan pelan pelan ". ucap abi
" anu bi ada orang yang bikin kekacauan dipesantren mereka ngehancurin barang barang yang ada ". ucap santri tersebut
" astagfirullah, ada apa ini ya sudah antar abi kesana ". ucap abi
abi pun lalu segera bergegas ke tempat dimana kekacauan itu terjadi dengan diantar oleh salah satu santrinya mereka berjalan dengan tergesa gesa karena takut jika sampai ada yang terluka.
di lain tempat
mama ranty hari ini tak pergi ke kantor dia menyerahkan tugasnya pada sekretarisnya dia berencana untuk menyambangi pesantren milik calon besannya sekaligus untuk menyerahkan undangan pernikahannya.
namun saat sampai disana mama ranty malah melihat kekacauan banyak sekali barang barang yang rusak dan juga terlihat para ustadzah dan ustadz yang mencoba untuk mengusir orang orang yang mengacaukan pesantren.
hingga tak lama mama ranty melihat calon besannya berjalan dengan tergesa gesa dengan diikuti oleh salah satu santrinya sepertinya.
" astagfirullah, ada apa ini sebenarnya ". ucap abi benar benar syok
" maaf bi, kami tak bisa menghalangi mereka untuk mencoba mengacaukan pesantren ". ucap ustadz syakur menyesal karena tak bisa menghalangi mereka
" sudah sudah tak apa apa ". ucap abi mencoba menenangkan
" saya, mohon hentikan semua ini karena nanti bisa melukai para santri santri ". mohon abi pada beberapa orang orang yang mengacaukan pesantren
__ADS_1
" hahaha kami tidak akan berhenti mengacaukan pesantren ini bahkan jika harus membuatnya rata dengan tanah kami juga bisa ". ucap salah satu dari mereka dengan tawa penuh kemenangannya
" saya mohon berhentilah apa salah kami hingga kalian berusaha untuk menghancurkan pesantren ini ". ucap abi
" semua ini karena salahmu bapak tua ". ucap salah satu dari mereka dengan tidak sopannya
" saya? ". tanya abi dengan bingung
" iya, karena anda berani sekali menolak keinginan bos kami ". ucap mereka dengan lantang
" apa ini semua ulah ayah laila ". tanya abi
" ya, semua itu benar ". jawab mereka
" jadi bagaimana, jika bapak ingin kami berhenti membuat kekacauan maka terima tawaran bos kami ". ucap mereka dengan seringainya
" saya tidak akan menukar anak saya dengan uang yang diberi oleh bos kalian, dan saya juga tak mungkin menghancurkan semua rencana yang sudah disusun matang matang oleh putra saya ". ucap abi menolak dengan tegas
" wah wah, bapak tua ini belum kapok juga ya ". ucap mereka
lalu mereka pun mengeroyok abi sedangkan para ustadz yang ada disitu berusaha untuk membantu abi yang tengah dikeroyok.
mama ranty sudah tak tahan dengan semua perlakuan beberapa orang orang itu pada calon besannya ia pun langsung turun dari mobilnya untuk menolong calon besannya dan mama ranty juga sempat memvideo aksi mereka yang mengeroyok calon besannya sebagai bukti.
bahkan mama ranty juga sudah menelpon polisi dan polisi juga masih dalam perjalanan kemari mama ranty pun langsung bergegas mendekat kesana dengan diikuti oleh mang ujang.
" BERHENTI!!! " teriak mama ranty membuat orang orang suruhan yang mengeroyok abi berhenti memukuli abi
" mang, tolong bantu calon besan saya ya ". pinta mama ranty
__ADS_1
" baik bu ". ucap mang ujang