
akhirnya semua rangkaian acara selesai hafida lalu pergi ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diranjang dia benar benar lelah hari ini.
setelah itu ia bangkit dari rebahannya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi tak lama setelah hafida masuk kamar mandi rasya datang ke kamar hafida ia langsung rebahan diranjang hafida sambil menunggu hafida selesai mandi .
tak lama hafida keluar dari kamar mandi setelah itu gantian dirinya lah yang mandi setelah selesai mandi rasya langsung berbaring disamping hafida.
" fi... nanti malam aku tidur sini ya ". pinta rasya
" iya lagian kamar sebelah juga belum diberesin ". ucap hafida
" eumm iya sih ". ucap rasya seraya beranjak dari rebahannya
dikamar mama ranty juga papa hendra
mereka berdua sama sama saling diam karena canggung mereka saling membelakangi dan saat berbalik tatapan mata mereka bertemu seketika pipi mama ranty bersemu merah karena malu.
" lihatlah pipimu sangat merah ". goda papa hendra
" sudahlah mas jangan menggodaku terus ". ucap mama ranty
" bagaimana jika kita membuatkan adik untuk anak anak kita ". ucap papa hendra membuat mama ranty sangat malu
" kita ini sudah tua mas ". ucap mama ranty seraya bangun untuk menyiapkan makan malam
" tapi jiwa kita masih muda ". ucap papa hendra
" terserah mas aku mau masak ". ucap mama ranty seraya menutup pintu kamar
sedang papa hendra ia senyum senyum sendiri mengingat momen pernikahannya tadi siang ia pun lalu beranjak dari duduknya dan menyusul mama ranty ke dapur.
ia menatap mama ranty yang tengah sibuk memasak dari kejauhan lalu ia pun berjalan mendekat kearahnya dan melingkarkan tangannya dipinggang sang istri.
sedang mama ranty ia berdecak sebal dengan papa hendra yang terus saja Mengganggunya memasak dia jadi kerepotan oleh ulah suaminya ini.
" sya kebawah yuk " ajak hafida
" ayok deh ". ucap rasya
__ADS_1
mereka berdua menuruni anak tangga sambil saling mengobrol hingga tiba tiba rasya menghentikannya dan menyuruhnya untuk melihat kearah dapur dan ternyata ada mama juga papa mereka yang tengah bermesraan.
" ekhemm ". deheman rasya membuat kedua insan yang tengah bermesraan itu terlonjak kaget
mama ranty sangat malu karena kepergok oleh anak anaknya tengah bermesraan dengan suaminya sedang rasya dan hafida mereka tertawa kecil .
dipesantren
" hahh umi capek banget zam abis dari nikahannya calon besan gak kebayang kalau pas pernikahanmu pasti lebih capek ". cerocos umi
" iya mi,aku juga sebenarnya udah gak sabar buat ngehalalin hafida tapi usahaku aja masih dalam proses ". ucap azzam lirih
" sabar nak ,jika sudah waktunya kalian juga pasti akan
menikah ". ucap abi sembari menepuk bahu azzam
diasrama kabar tentang ayah laila yang terlibat dengan kejadian beberapa hari yang lalu sudah menyebar entah mereka tahu darimana sedang dengan laila ia hanya bisa diam dengan cibiran yang dilontarkan oleh teman temannya.
karena memang semua yang dikatakan itu fakta jadi dirinya tak mungkin bisa mengelak kadang dia juga kesal kepada ayahnya kenapa dia bisa tertangkap .
padahal tadinya dia sudah bermimpi jika ia berhasil memiliki ustadz yang ia idam idamkan itu namun itu hanyalah ekspektasinya saja.
dia benar benar gagal dua kali untuk menjadi istri dari ustadz idaman para santri Putri saat azzam bercerai dengan mira dia nampak senang karena ia pikir setelah itu dia bisa membuat azzam jatuh cinta padanya tapi itu hanya hayalannya semata.
pagi harinya
mama ranty terbangun dengan tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya ia menyingkirkan tangan kekar milik suaminya itu lalu beranjak pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
mama ranty membuat sarapan dengan dibantu oleh mbok minah sedang dengan kedua gadis itu mereka berdua tengah berada dibelakang rumah.
mereka berdua tengah menyirami bunga bunga yang nampak sangat cantik itu bayangin aja deh nyiramin bunga harus berdua sesekali rasya menyemprotkan air selang itu kearah hafida.
akhirnya terjadilah perang selang air antara dua orang sahabat yang sudah menjadi saudara itu hingga teriakan mama ranty yang memekakkan telinga menghentikan ulah dua gadis itu.
" astaghfirullah hafida rasya kalian ini lihat basah semua kan ". teriak mama ranty membuat dua gadis itu menoleh kearah mama ranty
sedang papa hendra yang mendengar teriakan istrinya pagi pagi begini langsung pergi ke arah sumber teriakan itu dan ternyata? sekarang ia sudah tahu apa masalahnya.
__ADS_1
" rasya hafida apa yang kalian buat itu pagi pagi malah main air kayak anak kecil saja lihat sampai mamamu ini berteriak teriak pagi pagi begini ". omel papa hendra
" tadi rasya duluan pa yang gangguin fida ". ucap hafida sambil menunjuk kearah rasya
" gak kok pa bukan aku yang mulai ". elak rasya
" sudah sudah kalian ini lebih baik kalian mandi sana lihat baju kalian basah gitu ". ucap mama ranty sambil menggeleng gelengkan kepalanya
dan dua gadis itu langsung ngacir pergi ke kamar untuk mandi namun saat dikamar mereka berdua saling berdebat siapa yang mandi duluan.
perdebatan mereka sampai terdengar kelantai bawah mama ranty langsung pergi ke kamar para anak gadisnya itu ia benar benar gemas dengan kelakuan mereka berdua.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
haii author balik lagi nih jangan lupa buat like juga komennya ya oh iya author juga ada karya baru dengan judul
dibalik pernikahanku
__ADS_1
kalian jangan lupa buat kepoin ceritanya ya❤