Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
Novel baru


__ADS_3

Haii


Author ada novel baru nih yuk langsung kepoin.


Dan berikan author semangat untuk melanjutkan..


Kalian bisa langsung cek profil author okeyy



Pembawa sial? sebutan itu tersemat untuk Alana fradella sebastian.yang sering disebut sebut sebagai pembawa sial untuk kehidupan keluarganya.


Semenjak kehadiran Alana, kehidupan mereka berubah derastis.mereka menganggap ini semua adalah karena hadirnya Alana disisi mereka.


Mulai saat itu Farhan dan Melisa membenci putri kandungnya.kerap kali mereka memperlakukan Alana dengan buruknya.


Hari hari Alana selalu diiringi dengan air mata.bahkan untuk tersenyum saja begitu mustahil.


"Jangan harap kami akan iba dengan pembawa sial sepertimu, andai saja waktu dapat diputar kami tak mau memiliki putri sepertimu"


"Kami bahkan akan lebih senang lagi jika kamu mati, kami berdua tak membutuhkan pembawa sial"


"Jika kau bertanya kenapa kami lebih menyayangi Ruri daripada dirimu itu karena dia membuat kehidupan kamu berubah"


"Dia pembawa keberuntungan"


"Berhentilah menangis! apa kamu pikir air mata yang kau keluarkan itu membuat kami iba?"


"Jangan mimpi!! kamI berdua peduli dengan pembawa sial sepertimu!!"


"Apa salahku? kenapa ayah dan ibu membenciku?" tanya sosok gadis kecil dengan polosnya.

__ADS_1


"Kau masih bertanya apa salahmu?"


"Salahmu mengapa kau lahir didunia ini!!" ucap sang ibu seraya mendorong pelan tubuh kecil Alana.


"Ma-maaf maafkan aku ayah ibu" tutur Alana dengan air mata yang mulai jatuh.


"Semudah itu kau mengatakan maaf? apa kau pikir kata masamu bisa membuat kehidupan kami kembali seperti dulu hah!!" bentak Farhan pada Alana.


Alana terdiam dia terkejut mendengar bentakan dari sang ayah air matanya mengalir deras membasahi pipinya,Alana kecil yang malang dia berjalan menjauh lalu pergi ke kamarnya.


Jari jemarinya meraih sebuah foto yang tersimpan rapi dilaci kamarnya, ia memeluk erat foto itu didadanya.


Bibirnya bergetar, air matanya meluncur dengan bebas isak tangis terdengar jelas dari bibirnya.


"Kakek!! bawa saja Alana bersamamu,ayah dan ibu tak menyayangiku" ucapnya mengusap lembut foto mendiang sang kakek.


***


Setelah 2 tahun kelahiran Alana, Farhan dan Melisa mengambil anak adopsi disebuah panti.


Mereka membawa Ruri,sosok gadis kecil yang berusia tak jauh dari putri kandung mereka sendiri.


Ruri mendapat kasih sayang dari Farhan dan Melisa membuatnya terkadang berbuat semena mena pada Alana.


Perlakuan yang berbeda, Ruri yang bukan anak kandung mereka perlakukan dengan amat baik.namun Alana yang anak kandung mereka justru diperlakukan dengan buruk.


"Ayah ibu kenapa kalian tak memperlakukanku seperti Ruri? bukankah aku juga anak kalian?" tanya Alana kecil.


"Jangan mimpi!! kami memperlakukanmu seperti Ruri putri kesayangan kami" ujar Melisa bengis.


"Heumm kasian sekali kau, tapi aku tak peduli hahaha" tawa Ruri tepat ditelinga Alana.

__ADS_1


"Ruri sayang menjauhlah dari pembawa sial itu, kamu tak pantas berdekat dekat dengannya" ujar Farhan membawa Ruri menjauh dari Alana.


Alana tertusuk meremas ujung bajunya, air matanya mengalir menandakan hatinya yang tengah terluka hebat.


**


Julio Afta Damian,merupakan teman masa kecil Alana.


Mereka berdua bertemu disaat Alana tanpa sengaja terserempet mobil milik orang tuanya.


"Astaga adik manis kamu tak apa apa kan?" tanya Lily lembut.


"Tidak apa apa tante, Alana kuat kok" ujar Alana tersenyum.


"Ya ampun sayang lihat kaki kamu terluka , ayo biar tante obati" ajak Lily.


Julio kecil menatap kagum Alana,rasa tertarik mulai muncul dihatinya.


Sejak itu Julio terus mencari cari tentang Alana.


Awalnya ia sempat kehilangan jejak Alana karena gadis itu ternyata pindah ke kota lain.


Hingga pada saat mulai memasuki bangku SMA ia kembali bertemu dengan Alana.sosok gadis yang telah lama terukir dihatinya.


Julio menaruh rasa pada Alana, namun gadis itu sepertinya masih tak menyadari.


Sering kali terbesit rasa untuk membawa lari Alana jauh dari orang tua kandungnya.


Ia tak tega melihat Alana yang terus menerus menangis karena orang tuanya.


"Andaikan aku bisa membawamu pergi sejauh mungkin, maka aku akan melakukan itu untukmu"

__ADS_1


__ADS_2