Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 33


__ADS_3

" menangislah sayang jika itu membuatmu tenang " ujar mamanya seraya merengkuhnya kedalam pelukannya


hafida lalu menumpahkan tangisnya dalam pelukan hangat mamanya setelah dirasa tenang mamanya melonggarkan pelukannya


" sekarang ceritakan sama mama apa yang terjadi sebenarnya " ucap mamanya lembut


" aku difitnah ma aku dituduh mencuri padahal fida gak ngelakuin itu hiks hiks hiks " ujar hafida sambil menangis


" sabar sayang ini ujian untukmu, kamu tau gak kenapa allah ngasih kamu ujian? " ujar mamanya


" allah ngasih kamu ujian itu karena allah sayang sama kamu " lanjut mamanya


" kamu pasti bisa melewatinya sayang " ucap mama ranty memberikan semangat hafida pun hanya mengangguk


lalu mamanya pun keluar dari kamarnya hafida pun segera untuk melaksanakan sholat sebelum waktunya habis


setelah itu ia memutuskan untuk tidur saja ia tak mood untuk makan ia lalu membaringkan tubuhnya diranjang lalu menarik selimutnya sebatas dada tak lama ia sudah tertidur menuju alam mimpi


dipesantren


mira lalu berniat untuk menemui uminya ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi dengan wanita tadi


" mir ada apa " tanya umi yang mengetahui jika menantunya tengah berjalan kearahnya


" eumm tadi siapi mi " tanya mira kepo


" Ohh... itu tadi umi ketemu dia dijalan trus karena kasihan umi ajak deh kesini " ucap umi


" umi tau gak kalau wanita itu kemarin mencoba menggoda azzam mi " ucap mira mengada ngada padahal kenyataannya tak seperti itu

__ADS_1


" masa sih? umi gak percaya dia kelihatannya anak baik baik " ujar umi tak percaya


" tapi mi itu bener sampai sampai tadi pagi mas azzam menemuinya padahal aku sudah melarangnya " ucap mira


" jangan asal menuduh bukannya tadi pagi azzam jadwalnya mengajar tak mungkin jika dia akan kelayakan menemui gadis tadi " ujar umi


" umi kenapa si ga percaya sama aku " ucap mira kesal


" umi bukannya ga percaya tapi kan kita gak tau apa itu benar atau tidak dari pada kamu menuduh yang tidak tidak lebih baik kamu bantuin umi masak " ucap umi


" hati hati jangan asal menuduh jika tuduhannya tak benar itu bisa menjadi fitnah " ujar umi menasihati


sedang mira ia hanya diam saja lalu membantu umi memasak untuk makan malam setelah makanannya matang ia langsung menatanya dimeja lalu pergi ke kamarnya untuk berdandan


ia harus nampak cantik di depan azzam agar suaminya tak akan berani berselingkuh darinya entah mengapa ia selalu memiliki pikiran buruk terhadap suaminya sendiri


dalam pikirannya hanya terngiang jika azzam adalah miliknya tidak ada yang boleh mengambilnya dari dirinya


setelah memoles wajahnya dengan make up ia langsung segera turun ke bawah ia sangat yakin jika azzam pasti akan terpesona dengannya


saat ia tengah berjalan kearah meja makan umi menatapnya heran Karena memang tak biasanya menantunya itu memakai make up ya memang tak aneh sih jika menantunya memakai make up mungkin untuk menyenangkan suaminya


tak lama azzam dengan lukman pun datang ia langsung duduk dikursinya mira pun langsung mengambilkan suaminya makanan begitupun dengan istri lukman fitri


azzam ia pun menerima piring yang berisi makanan itu lalu memakannya ia sesekali ia menatap mira heran tumben sekali dia memakai make up ya walaupun hanya make up tipis


setelah selesai makan azzam pergi ke ruang tengah mereka sekeluarga biasanya bercengkerama disini saling melempar candaan satu sama lain


azzam pun langsung mengambil alih keponakannya dari pangkuan abinya lalu tiba tiba lukman datang dan mengambil alih anaknya dari pangkuan azzam

__ADS_1


" bang... elah kok diambil sih pinjem bentar ya ya " mohon azzam pada lukman


" enak aja dikira anak ku ini barang apa " ucap lukman


" mending ajak mira bikin baby sana " lanjut lukman lalu tertawa puas karena sudah menggoda sang adik


" apa sih bang " ucap azzam kesal karena selalu digoda oleh lukman


sedang mira pipinya bersemi merah karena mendengar penuturan lukman namun tiba tiba berubah menjadi sedih bahkan sampai sekarang suaminya belum menyentuhnya sama sekali


apa si kurangnya dirinya dia cantik, pintar, lulusan kairo mesir dibandingkan wanita yang dicintai suaminya hanya pelayan cafe sangat rendahan selera azzam


dan ya dulunya mira bukanlah tipikal wanita yang sombong seperti sekarang ini entah mengapa semenjak ia bertemu dengan azzam ia berubah dan ya dia memang sangat terobsesi untuk memiliki azzam


" oh iya zam kapan kamu mau ngasih abi cucu " tanya abi


" iya nih umi juga udah gak sabar pengen gendong cucu " saut umi yang baru saja datang


" emm doakan saja bi " ujar azzam sambil mengaruk garuk kepalanya yang tak gatal ia juga bingung harus menjawab bagaimana


pagi harinya


seusai sholat shubuh hafida langsung turun menemui mamanya ya dan biasanya jam segini dia sudah bersiap siap untuk bekerja namun tak begitu dengan hari ini semua telah berubah


hafida menarik napasnya panjang ia mencoba untuk mengikhlaskannya pasti dibalik ini semua akan ada kejutan yang tak terduga dari allah


" pagi mah ,mbok " sapa hafida


" pagi juga sayang " ucap mamanya

__ADS_1


" pagi neng " ucap mbok minah


hafida pun langsung bergabung dengan mama juga mbok minah untuk membuat sarapan sedangkan mang ujang ia tengah menyiapkan mobil untuk majikannya bekerja


__ADS_2