Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 43


__ADS_3

setelah itu rasya langsung membayar pesanannya dan bergegas untuk pergi ke kantor tempat orang tua mereka bekerja


mereka pun langsung saja pergi keruangan mama ranty dan juga resepsionis sudah mengenal mereka berdua


" assalamualaikum ma, tante " ucap hafida dan rasya


" eh Wa'alaikumsalam udah pulang " ucap mama ranty


" udah ma, tan " ucap hafida dan rasya


mereka berdua pun langsung duduk disofa yang ada dan saling mengobrol sembari menunggu orang tua mereka selesai bekerja


setelah beberapa jam berlalu mereka pun beranjak untuk pulang


sesampainya dirumah hafida langsung mandi dan mengerjakan tugasnya setelah itu ia pergi ke dapur membantu mbok minah dan mamanya menyiapkan makan malam


setelah semuanya siap dia menata makanannya dimeja lalu beranjak memanggil mana ujang yang biasanya sedang bersantai didepan


" mang yuk makan malam " ajak hafida


" oh iya neng " ucap mang ujang


setelah itu mereka pun makan malam dengan tenang setelah selesai hafida membantu mamanya membereskan meja makan lalu membawa piring piring kotor ke wastafel untuk dicuci


setelah itu hafida langsung bergegas untuk beristirahat karena besok akan sangat melelahkan


dipenjara mira terlihat murung namun kadang ia tiba tiba berteriak menangis dan tertawa mungkin bisa saja dia depresi


sedangkan azzam ia bernapas lega karena surat perceraiannya sudah keluar dan dia berencana untuk pergi ke kantor polisi untuk meminta tanda tangan mira


karena sudah malam ia pun segera untuk tidur tak lama ia sudah terlelap menuju alam mimpinya


adzan subuh pun mulai terdengar azzam pun juga sudah terbangun sejak sepertiga malam tadi setelah sholat subuh ia menyempatkan untuk membaca al qur'an sebentar setelah itu bersiap siap untuk pergi mengajar


sedang hafida setelah selesai sholat ia langsung turun kelantai dasar dan pergi ke halaman belakang untuk menyirami bunga bunga yang tengah bermekaran


setelah itu ia langsung bersiap siap untuk pergi ke kampus


" sayang nanti kamu sudah siapkan buat ikut mama meeting " tanya mamanya sembari membereskan piring piring kotor

__ADS_1


" eummm udah ma " ucap hafida


" yaudah kamu ke mobil dulu sana mama Nyusul " ucap mamanya


hafida pun langsung menyambar tasnya dan pergi menuju mobil sembari menunggu mamanya ia memainkan ponselnya tak lama mamanya pun datang ia pun segera menyimpan ponselnya


" maaf ya mang nunggu lama " ucap mama ranty tak enak pada mang ujang


" iya gpp kok bu " ucap mang ujang sembari melajukan mobilnya


30 menit berlalu mereka pun sampai hafida pun langsung turun tak lupa ia mencium punggung tangan sang mama


dia pun langsung berjalan menghampiri rasya yang tengah menunggunya mereka pun berasa basi sebentar lalu beranjak pergi ke fakultasnya


tak lama dosen pun memasuki ruangannya hafida dan rasya mendengarkan penjelasan dari dosennya dengan seksama


setelah berjam jam mendengar penjelasan dosen yang panjang lebar akhirnya jam mata kuliah mereka selesai


rasya langsung menarik hafida menuju ke kantin ia sudah sedari tadi menahan perutnya yang keroncongan minta untuk diisi


" eh hati hati dong sya " ucap hafida


rasya pun langsung memesan makanan untuknya juga hafida tak lama pesanan mereka sampai rasya langsung melahap makanannya sedang hafida ia hanya bergedik ngeri melihat rasya makan rasanya ia sudah kenyang saat melihat sang sahabat


" eh gak lo makan " ucap rasya dengan mulut penuh makanan


" ishh telen dulu atuh sya keselek tau rasa " ucap hafida


uhukk uhukk


tak lama hafida mengatakan itu rasya pun tersedak dengan sigap hafida menyodorkan minum rasya pun langsung meneguk minuman yang disodorkan oleh hafida


" kan apa aku bilang tadi " ucap hafida sedang rasya ia hanya menunjukkan deretan giginya yang rapi


dipesantren


" assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucap azzam


" Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap semua santri dengan serempak

__ADS_1


" baiklah sekarang kalian buku kalian " ucap azzam


setelah menjelaskan materinya seperti biasa azzam akan memberikan evaluasi untuk anak didiknya setelah selesai mengajar dia pun segera bersiap untuk pergi ke kantor polisi


" zam mau kesana sekarang " tanya lukman


" iya bang " jawab azzam singkat


" hmm yaudah abang anter deh kebetulan juga ada yang mau abang cari " ujar lukman diangguki oleh azzam


mereka berdua pun langsung bersiap untuk pergi ke kantor polisi setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit mereka pun akhirnya sampai


" mas mau ngeliatin aku dari sini kan " tanya mira dengan penuh harap


" maaf tujuanku kemari untuk memberikan ini" ujar azzam sembari menyerahkan surat dari pengadilan


Mira yang membaca surat dari pengadilan itu tak percaya ia tak menyangka azzam benar benar menepatinya dia pikir ucapan azzam beberapa waktu lalu hanya omong kosong


" ini bercanda kan " tanya mira mengharap semua ini tak benar


" ini bukan candaan sekarang segera tanda tangani surat itu " ujar azzam


" aku gak bakal menandatangani surat ini tak akan " ucap mira dengan menekankan setiap kata yang ia ucapkan


" ini semua pasti karena hafida yang mempengaruhi kamu kan " ucap mira dengan keras


" sudah cukup mir! ini semua terjadi karena kesalahanmu sendiri berhentilah menyalahkan orang lain atas apa yang menimpamu " ucap lukman yang sedari tadi diam setelah melihat mira yang semakin melunjak dia pun membuka suaranya


dengan berat hati mira menandatangani surat itu seusainya azzam langsung pergi dari situ sedang mira ia hanya menatap punggung azzam yang sudah menjauh


" arghhh kenapa hidupku hancur dunia ini tak adill " teriak mira lalu menangis


ya dia belum juga menyadari semua kesalahannya dia hancur karena perbuatannya sendiri bukan karena orang lain


_________________


jangan lupa untuk dukung karya author ya dan maaf beberapa hari ini author baru up karena memang benar benar sibuk


terimakasih ❤

__ADS_1


__ADS_2