Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 60


__ADS_3

" tadi rasya duluan pa yang gangguin fida ". ucap hafida sambil menunjuk kearah rasya


" gak kok pa bukan aku yang mulai ". elak rasya


" sudah sudah kalian ini lebih baik kalian mandi sana lihat baju kalian basah gitu ". ucap mama ranty sambil menggeleng gelengkan kepalanya


dan dua gadis itu langsung ngacir pergi ke kamar untuk mandi namun saat dikamar mereka berdua saling berdebat siapa yang mandi duluan.


perdebatan mereka sampai terdengar kelantai bawah mama ranty langsung pergi ke kamar para anak gadisnya itu ia benar benar gemas dengan kelakuan mereka berdua.


" ya ampun kalian ini bukannya mandi malah bertengkar ". omel mama ranty


" maaf ma ". ucap rasya dan hafida dengan menundukkan kepalanya


setelah itu mama ranty keluar dari kamar hafida dan kembali ke dapur melanjutkan kegiatan memasaknya yang tertunda setelah selesai mandi hafida dan rasya turun ke lantai dasar.


mereka langsung berpamitan pada mama juga papanya untuk berangkat ke kampus bahkan mereka berdua tak sempat untuk sarapan gara gara bermain air tadi.


rasya melajukan mobilnya dengan terburu buru karena jika mereka berdua tepat sedikit saja maka mereka akan dihukum tentunya mereka gak mau dong dihukum.


rasya dan hafida bernafas lega karena sudah sampai dikampus dan untung saja belum tepat mereka lalu pergi ke kelas dengan langkah yang terburu buru.


sesampainya dikelas mereka langsung duduk untung saja dosennya belum masuk jika sudah habislah mereka berdua rasya mendengarkan penjelasan dosen dengan menahan perutnya yang lapar.


dia menggurutu dalam hati karena kelas tak segera berakhir juga dia kan sudah sangat lapar karena tadi tak sempat untuk sarapan hingga akhirnya kelas berakhir dengan semangat rasya langsung menarik tangan hafida ke kantin.


" fi, nanti abis dari kampus temenin aku ke toko buku ya ". pinta rasya


" iya, nanti aku temenin ". ucap hafida


setelah selesai makan sesuai janjinya tadi hafida menemani rasya untuk membeli buku terlebih dahulu sesampainya ditoko buku rasya langsung mencari buku yang ia cari setelah dapat ia membayarnya dikasir .

__ADS_1


lalu mereka langsung pulang keinginannya memang langsung pulang tapi rasya tiba tiba menghentikan mobilnya didepan kios martabak katanya dia pengen makan martabak hafida pun hanya meng iya kannya saja.


rasya pun langsung turun dari mobilnya dan membeli martabak beberapa menit kemudian rasya sudah kembali dengan meneteng kantong kresek berisi martabak.


dilain tempat


azzam tengah memantau pembangunan cafe nya dari rumah karena dia tak sempat untuk pergi keluar dia bernafas lega karena sebentar lagi dia bisa mulai membuka cafenya mungkin sekitar dua minggu lagi semuanya sudah siap.


dia juga sudah membeli semua peralatan yang ia butuhkan untuk keperluan cafenya nanti ia pun segera menutup laptopnya dan bersiap untuk ke masjid karena sebentar lagi adzan dzuhur.


tepat saat adzan sudah di kumandangkan dia sudah berada dimasjid seusainya sholat dzuhur azzam akan mengajar para santri mengaji jadi dia tetap berada di masjid begitu pula dengan lukman.


sesampainya dirumah rasya dan hafida langsung pergi ke kamar untuk bersih bersih lalu sholat dzuhur karena takutnya nanti ketinggalan lagi kalau ditunda tunda.


mereka mandi dengan bergantian karena kamar yang disebelah masih diperbaiki jadi untuk sementara waktu rasya sekamar dengan hafida malah ia senang jika sekamar dengan sahabat juga saudaranya itu.


seusai mandi juga sholat dzuhur mereka berdua langsung turun ke lantai dasar untuk makan siang dan tentunya memakan martabak yang dibeli rasya tadi.


" ekhemm mesra mesraan mulu pah ". goda rasya


" kalau mau gak diganggu dikamar sana pah ". saut hafida sembari duduk dikursi


" yaudah yuk kita kita ke kamar ". ajak papa hendra pada mama ranty


" apa sih mas ini masih siang ". tolak mama ranty


" berarti kalau malam boleh dong ". tanya papa hendra sambil menaik turunkan alisnya


" eumm udah lupain aja mas kasian anak anak pasti laper abis pulang kuliah ". ucap mama ranty mencoba mengalihkan sedang papa hendra ia hanya tersenyum sembari menatap istrinya yang tengah menyiapkan makanan untuknya


sedang mama ranty yang merasa diperhatikan suaminya pipinya bersemu merah karena malu diperhatikan oleh papa hendra.

__ADS_1


setelah selesai makan siang hafida dan rasya pergi ke ruang tengah dan rasya pastinya membawa martabak yang dia beli tadi tak lupa juga minumannya.


seusai mengajar mengaji azzam tak langsung pulang melainkan menunggu waktu ashar sekalian daripada dia bolak balik kan tak lama dari itu adzan ashar mulai berkumandang ia langsung bangkit untuk mengambil air wudhu.


saat melewati kerumunan santri putri para santri langsung berteriak histeris karena dirinya dia saja heran padahal dia biasa biasa saja tapi mengapa bisa bisanya mereka berteriak histeris seperti itu dan juga dia bukan artis.














haii author balik lagi nih maaf banget ya kemarin gak up soalnya author sibuk ngerjain tugas daring jadi baru bisa up sekarang oh iya jangan lupa buat mampir di karya baru author

__ADS_1


dibalik pernikahanku


oke thank you all ❤


__ADS_2