
alvin tersenyum senang karena melihat rasya nampak sangat senang dia tak berniat apa apa sih sebenarnya cuma emang lagi pengen aja, rasya lalu menyodorkan kotak martabak itu ke alvin agar alvin juga ikut makan awalnya sih nolak tapi karena dia memaksa alvin akhirnya luluh juga.
sedangkan mama ranty dia sedang berada didapur dan papa hendra pastinya dia menunggui istrinya memasak makan siang mumpung tak ada dua para penganggu itu ya walaupun ada mbok minah sih tapi itu tak masalah baginya kadang dirinya kesal setiap bermesraan selalu saja ada dua Putrinya yang datang memergokinya.
sedang papa hendra dia tak pernah melepas pelukannya selama mama ranty memasak walaupun istrinya itu sudah mengomeli dirinya,sedang mbok minah ia hanya menggelengkan kepalanya melihat majikannya.
" lepas mas, aku mau masak ". kesal mama ranty
" aku tak mau, mumpung dua pengganggu itu tidak ada ". ucap papa hendra
mama ranty akhirnya hanya bisa pasrah sekarang walaupun dirinya merasa kesulitan untuk bergerak tapi tidak masalah asal yang mulia raja ini merasa senang ,dan untung saja anak anak sedang tak dirumah kalau rasya memang ada sih yang penting tak melihat mereka bermesraan saja sudah syukur.
dipesantren
para santri membantu menyiapkan acara untuk ngunduh mantu bisa dilihat dirumah umi sangat lah repot tapi untung ada para santri yang membantu jadi pekerjaan akan lebih cepat selesai.
azzam dan hafida nanti akan keluar untuk mengambil gaun yang sudah dipesan sejak jauh jauh hari jadi tak terlalu keteteran, mereka berdua lalu bergegas untuk berangkat karena jaraknya juga lumayan jauh dari sini mungkin sekitar hampir satu jam mereka sampai nantinya tapi jika jalanan tak macet mereka akan lekas sampai.
untung saja jalanan tak macet jadi mereka berdua cepat sampainya setelah mengambil gaunnya mereka langsung bergegas untuk pulang karena juga rumah masih repot sekali banyak yang belum dikerjakan.
mereka akhirnya sampai juga hafida lalu pergi ke kamarnya untuk bersih bersih dan berjalan jalan disekitar pesantren bersama alesha juga keponakannya yang lucu anak lukman dia sangat gemas dengan anak alesha balita gemuk itu benar benar menggemaskan.
tenda tenda dihalaman rumah abi sudah mulai terpasang walaupun belum terpasang semuanya mereka sangat antusias untuk menyambut acara yang tinggal beberapa hari lagi,dan untuk keluarga hafida mereka mungkin akan datang besok siang.
setelah puas berjalan jalan menikmati sore hari bersama alesha mereka lalu bergegas pulang namun tiba tiba mereka dihadang oleh laila, entah apa yang akan dilakukan oleh anak itu para santri yang sedang ada disitu melihat kearah laila juga istri ustadz mereka.
" maaf ada apa ya ". tanya hafida lembut
__ADS_1
" gak usah sok baik deh, gara gara lu ustadz azzam gak nikahin gue dan juga gara gara lu ayah gue masuk penjara ". ucap laila menatap hafida dengan penuh amarah
" lalu, saya harus berbuat apa ". tanya hafida masih sabar
" tinggalalkan ustadz azzam ". ucap laila mampu membuat hafida dan alesha terlonjak kaget
alesha sendiri dia tak menyangka jika laila akan seberani itu dirinya pun lalu menitipkan putranya pada santri yang ada disekitar situ untuk mengantarnya ke rumah dia tak ingin putranya melihat keributan ini.
" apa kamu sudah gila laila ". ucap alesha menghela napasnya panjang
" saya seperti ini karena dia ustadzah seharusnya dia tak pernah ada ". ucap laila dengan menatap hafida tajam
" jaga ucapan kamu, apa kamu tahu tata krama ". tanya alesha
" wanita seperti dia tak pantas dihormati ". lontar laila
laila menatap hafida tajam dia lalu berjalan mendekat ke arah hafida lalu mendorongnya keras hingga hafida jatuh tersungkur untuk dia tak mengenai batu itu,alesha lalu membantu hafida berdiri sedang laila ia tersenyum bangga sudah melakukan itu tapi lihat saja pada saat acara nanti dirinya akan mengacaukan semuanya dia pastikan itu .
sesampainya dirumah alesha langsung menceritakan itu pada azzam tentu saja azzam sangat marah dirinya lalu langsung beranjak menemui laila, apa sih yang anak itu inginkan suka sekali mencari masalah dia sendiri sampai pusing memikirkan itu.
" ada apa ustadz azzam mencari saya ". tanya laila dia sudah menduga jika azzam akan menemuinya
" apa yang kamu lakukan pada istri saya ". tanya azzam tegas
" hanya memberi sedikit pelajaran ". ucap laila
" jangan pernah mencoba untuk menghancurkan rumah tangga saya apa kamu mengerti ". ucap azzam lalu beranjak pergi
__ADS_1
skip pagi harinya
semua tenda tenda sudah terpasang dengan dekorasi yang juga sudah terpasang semuanya sudah selesai hanya tinggal menunggu hari dimana acara itu akan dilakukan, keluarga dari hafida juga sudah datang semua.
saat sampai rasya lalu langsung Berhambur memeluk hafida dia sudah sangat merindukan saudarinya mereka berdua berpelukan cukup lama melepas rasa rindu masing masing padahal baru saja ditinggal sehari.
" huaa, aku rindu kamu fi hiks hiks ". ucap rasya malah nangis
" loh, kamu kenapa nangis sih sya udah hapus tuh air mata gak malu apa diliatin orang ". ucap hafida
" hiks gpp deh yang penting aku ketemu kamu fi huhu ". ucap rasya malah menjadi
" aduh sya diem dong, malah tambah kenceng nangisnya ". ucap hafida kebingungan
" kalau gak mau diem aku bakalan telpon alvin ". ancam hafida sambil mengeluarkan ponselnya
rasya langsung diam dan menghapus air matanya setelah mendengar ancaman hafida lalu mereka langsung masuk ke dalam,semua orang nampak sangat sibuk menyiapkan acara untuk besok mereka semua benar benar bersemangat menyambut itu mereka semua saling membantu mempersiapkan semuanya .
akhirnya malam pun tiba mereka dapat beristirahat setelah lelah seharian mempersiapkan acara besok, hafida jangan tanya lagi dia sudah berbaring dikasur dalam dekapan azzam mereka belum tidur sih hanya saja memang azzamnya yang pengen manja manja dengan istrinya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
oke sampai sini dulu ya bab selanjutnya akan author up nanti tapi gak tau kapan bisa malam juga
jangan lupa buat like karena ity gak berat
komen dan vote juga ya biar author makin semangat ngelanjutinnya
__ADS_1