
Sore harinya Azzam pergi ke pesantren untuk mengajar mengaji.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Azzam
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap serempak para santri.
"Baiklah saya akan memulai pelajarannya pada sore hari ini silakan dibaca kitabnya dimulai dari ya paling ujung" ucap Azzam memberikan instruksi.
Para santri pun bergegas memulainya tak terasa waktu berjalan cepat hari sudah mulai gelap Azzam segera mengakhiri kegiatan mengajarnya.
Seusainya ia mandi dan berangkat ke masjid.
Hafida dia tengah memasak bersama sang mama untuk makan malam nanti dan kebetulan juga dia sedang berada dipanti dan berniat untuk menginap disini.
Setelah berkutat selama kurang lebih 1 jam akhirnya makanannya telah siap ia pun segera menatanya dimeja dan bersiap siap untuk sholat seusainya sholat ia makan malam bersama para anak anak yang ada dipanti.
"Anak anak bagaimana kalian suka tinggal disini" tanya Hafida.
"Suka Kak kami tidak kedinginan lagi Kak" ucap salah seorang anak itu dengan polosnya.
"Namanya siapa sayang" tanya Hafida lembut.
"Ratu kak" ucap anak itu.
"Ahh nama yg cantik seperti orangnya" ucap Hafida seraya membelai lembut Ratu.
Hafida lalu pergi ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.
__ADS_1
Tepat di sepertiga malam ia terbangun kemudian mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud.
selepasnya ia kemudian membaca al qur'annya sembari menunggu waktu shubuh tak terasa waktu berjalan begitu cepat ia kemudian menyudahi kegiatan membaca al qur'annya dan bersiap untuk sholat shubuh.
seusainya ia bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makanan setelah satu jam lebih ia berkutat dengan alat alat dapur akhirnya masakannya telah matang ia segera menatanya dimeja dan bersiap untuk berangkat bekerja.
Untuk beberapa hari kedepan memang dia belum ke kampus.
Setelah siap ia sarapan bersama para anak panti dan berangkat menuju tempat ia bekerja tak butuh waktu lama ia sampai ia kemudian langsung mengerjakan pekerjaannya tiba tiba saja ada yang menepuk bahunya ternyata lia hampir saja jantungnya copot.
"Eh astagfirullah kak ngagetin aja jantung saya serasa mau copot" ucap Hafida sambil mengusap dadanya.
"Hahaha kamu ini maaf maaf kalau begitu emm makan dulu yuk nanti lanjut lagi kerjanya" ucap Lia.
"Emm tapi saya gak enak mbak kan saya" ucap Hafida yang terpotong oleh Lia.
Seusainya Hafida melanjutkan pekerjaannya setelah semua pekerjaannya selesai ia langsung bersiap untuk pulang.
"Kak saya pamit pulang dulu ya" ucap Hafida pada Lia.
"Oh iya hati hati ya" ucap Lia yang dibalas anggukan kepala oleh Hafida.
Dia kemudian memesan taxi dan bergegas pulang tak lama ia sampai dirumah ia segera bergegas membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena sehabis bekerja seusainya ia makan malam bersama dan tidur.
Azzam kini tengah memandang kearah luar jendela kamarnya sesekali ia mengusap wajahnya kasar entah mengapa sedari tadi bayangan wajah Hafida muncul dikepalanya ia tak mengerti apa yang terjadi padanya ia pun segera mencari Lukman kakaknya.
"Kak" panggil Azzam.
__ADS_1
"Iya kenapa kangen ya hahaha" ucap Lukman sambil tertawa kecil.
"Jangan kepedean deh kak siapa juga yang kangen amit amit" ucap Azzam sementara Lukman hanya tertawa.
"Iya kenapa dek ada masalah" tanya Lukman pada Azzam.
"Gini bang duh gimana ya jelasinnya" ucap Azzam bingung.
"Santai aja lah Zam kek mau ijab kabul aja tegang amat" ucap Lukman sambil terkikik geli.
"Jangan becanda deh kak" kelas Azzam pada sang kakak.
"iya iya maaf yaudah ceritain" ucap Lukman.
"Jadi gini kemarin kan aku nganterin siapa itu iya Hafida terus kenapa ya bang kok aku kepikiran dia terus" ucap Azzam.
"Mungkin jatuh cinta" ucap Lukman asal.
"Tapi kan" ucap azzam tak percaya.
"Gak ada yang gak mungkin Zam mungkin aja dia jodoh yang allah kirimkan buat kamu lagian kamu juga udah matang buat nikah masa masih betah aja ngejomblo enak loh zam kalo udah nikah itu" ucap Lukman sambil menggoda adiknya.
Sementara Azzam mendengus kesal dan meninggalkan kakaknya ia kemudian menuju kamarnya sambil memikirkan apa yang Lukman ucap kan tadi.
"Hmm tapi bisa saja sih yang kak Lukman ucapkan tadi ahh sudahlah mending aku tidur saja" gumam Azzam.
Kemudian ia pun tertidur sedang dengan umi dan abi dari Azzam mereka tengah sibuk memikirkan kapan Azzam menikah.
__ADS_1
ya memang usianya masih muda tapi mereka sangat ingin Azzam segera menikah mungkin saja allah belum mempertemukan azzam dengan jodohnya ahh mereka harus sabar untuk menunggu namun sampai kapan? mereka benar benar ingin sekali Azzam segera menikah bila perlu mereka akan menjodohkannya.