Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 85


__ADS_3

dia menghentikan mobilnya agak jauh dari lokasi cafe agar azzam tak merasa curiga dalam mobilnya ia tersenyum penuh arti lalu mulai melajukan mobilnya ke cafe azzam kita lihat seberapa terkejutnya laki laki itu saat tahu dirinya datang menemuinya dan dia juga sudah berdandan cantik hanya demi azzam.


dan juga pakaian seksinya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya ya zahra memang sudah berubah dulu dia memang gadis yang berhijab namun entah alasan apa yang menyebabkannya untuk memilih melepaskannya bisa jadi untuk menggoda azzam apalagi laki laki itu sudah sukses tak seperti dulu saat dirinya menolaknya dengan kata kata yang menyakitkan hati.


setelah memastikan azzam masuk ke dalam cafe zahra lalu turun dari mobilnya dan langsung melenggang menuju ke ruangan azzam ,sedangkan para karyawan mereka bertanya tanya siapa wanita itu kenapa dia berani sekali masuk ke dalam ruangan bos.


" sayang aku rindu banget sama kamu ". ucap zahra dengan suara yang terkesan mendayu


" apa yang kau lakukan disini ". tanya azzam


" menemuimu sayang ". ucap zahra dengan nada sensual


" pergilah saja, aku bahkan jijik melihatmu seperti ini kau bahkan nampak seperti maaf wanita murahan ". ucap azzam


" aku menjadi seperti ini karenamu sayang ". ucap stevani sambil menggoda azzam dengan menggigit bibir bawahnya


" aku tahu kok, kalau kamu itu masih mencintaiku jadi ayo kita menjalin kasih dibelakang istrimu lagian apa kau tak bosan melihatnya yang memakai baju longgar seperti itu lihatlah aku sekarang aku bahkan tak mengenakan baju longgar seperti dulu karena menurutku itu sangat kuno ". lanjut zahra seolah bangga memperlihatkan tubuhnya


" aku bilang pergi!! apa kau tak dengar!! ". ucap azzam dengan penuh penekanan


" lihat saja aku akan membuatmu kembali jatuh dalam pelukanku ". ucap zahra lalu pergi dari ruangan azzam


azzam dia lalu langsung mengucap istighfar atas apa yang telah terjadi tadi dia benar benar tak menyangka jika zahra akan melakukan hal murahan seperti itu untuk menggoda dirinya namun dia bukanlah lelaki yang gampang tergoda dengan hal seperti itu dia tak akan mampu jika harus menyakiti perasaan istrinya.


lalu dirinya segera mengganti bajunya karena takut jika ada aroma parfum zahra yang menempel dibajunya dia tak mau jika hafida akan berpikir yang tidak tidak tentangnya.


dirinya lalu keluar dari ruangannya dan menemui karyawannya dan mengatakan jika besok zahra kembali kesini jangan biarkan wanita itu masuk.


setelah itu dirinya langsung kembali melanjutkan pekerjaannya entah itu dia membantu memasak makanan yang dipesan pelanggan atau mengantarkan pesanan dan juga cafenya sangatlah ramai dengan pengunjung setiap harinya mereka bahkan sampai kewalahan.

__ADS_1


rencananya dirinya akan merekrut karyawan baru karena dirinya cukup kewalahan melayani para pengunjung yang setiap harinya kian bertambah.


dirumah mama ranty


papa hendra dan mama ranty tengah mempersiapkan semua rencana lamaran rasya bahkan mereka dan calon besannya sudah mempersiapkan apa yang akan dibutuhkan saat pernikahannya nanti.


dan juga mami papi elvan berkunjung ke rumah calon besannya untuk memilih cincin untuk lamarannya sekaligus membahas semua persiapannya dan untuk alvin dia tak bisa ikut karena harus menggantikan ayahnya diperusahaan.


walaupun sebenarnya dirinya juga ingin bertemu dengan rasya dia sangatlah rindu dengan wanita yang dirinya cintai itu bahkan rasanya dirinya ingin kabur dari sini untuk menemui pujaan hatinya.


sedangkan rasya ia tengah bertelponan dengan hafida dirinya rindu dengan sahabat juga saudarinya itu mereka berdua mengobrol cukup lama hingga panggilan dari mama ranty memaksanya untuk mengakhiri percakapannya walau dengan berat hati.


dirinya lalu langsung bergegas menemui sang mama yang sudah memanggil manggil namanya jika tak segera datang dirinya takut jika sang ibu ratu mengamuk.


" rasya!! syaa!! ". panggil mama ranty


" iyaaa, maa!! sebentar ". saut rasya sambil berlari lari


" ini kamu pilih cincinnya maminya elvan sudah membawakan beberapa contohnya ". ucap mama ranty


" hmm terserah aja ma yang penting simple ". ucap rasya


" eh gak boleh gitu pokoknya kamu harus memilih oke ". ucap mami elvan


" iyaa tante ". pasrah rasya


" ehh kok tante sih mami, panggil mami ". pinta mami elvan


" iya mi ". ucap rasya

__ADS_1


setelah selesai acara pilih pilihan cincinnya mereka langsung beralih membahas pernikahan putra putri mereka sedangkan rasya ia hanya menyimaknya saja karena dia juga tak terlalu mengerti dengan obrolan para orang orang tua.


sore harinya


azzam lalu langsung bergegas untuk pulang karena dirinya juga sudah sangat merindukan istri tercintanya dirinya lalu langsung melajukan mobilnya menuju ke pesantren.


sesampainya dirinya langsung memeluk sang istri juga mencium kening hafida sedangkan hafida ia menyeritkan dahinya bingung menatap baju sang suami yang berbeda dengan yang dipakai tadi saat berangkat.


dia ingin bertanya sebenarnya tapi dia urungkan karena lebih baik dia tanyakan saja nanti jika azzam sudah bersih bersih karena dia tau pasti suaminya itu sudah merasa gerah sehabis dari luar.


setelah menyiapkan baju ganti untuk azzam hafida langsung turun ke bawah dan pergi ke dapur membantu umi juga alesha menyiapkan makan malam nanti.


semua masakan telah siap dan juga sudah tertata rapi diatas meja makan hafida lalu beranjak ke kamarnya untuk bersih bersih juga sholat lalu dia ingin menanyakan perihal tadi pada suaminya.


selepas sholat dia melipat kembali mukenanya dan menaruhnya ditempat semula dan mendudukkan dirinya ditepi ranjang sambil menunggu suaminya pulang dari masjid.


kriettt


pintu terbuka hafida lalu langsung menoleh kearah sang suami azzam lalu berjalan menuju kearah hafida dan duduk disamping istrinya.


" mas, aku ingin bertanya sesuatu ". ucap hafida


" apa tentang bajuku tadi ". tebak azzam dan hafida ia hanya mengangguk


" tadi zahra pergi ke cafe dia mengikutiku semenjak dari pesantren sepertinya tapi aku tak menyadari jika dia mengikuti dan dia tadi tiba tiba masuk keruanganku dan menggodaku tapi tenang saja aku tak tergoda kok karena aku sudah memiliki wanita yang amat aku cintai ini ". jelas azzam sambil mencium kening istrinya


" dan karena aku takut kalau parfumnya menempel dibajuku maka aku ganti deh karena aku gak mau kamu memikirkan hal hal yang tidak tidak ". ucap azzam


" huhhh, iya mas aku percaya kok sama kamu ". ucap hafida tersenyum manis

__ADS_1


" ya sudah kita makan malam yuk pasti yang lain sudah menunggu ". ajak azzam dibalas anggukan oleh hafida


__ADS_2