
mereka pun lalu menikmati makanannya dengan tenang seusainya hafida membantu mama juga mbok minah membereskan piring piring bekas mereka tadi lalu mencucinya
setelah itu hafida pergi ke ruang tengah sedang mbok minah ia memilih untuk pergi ke kamarnya istirahat
" sayang mama boleh ngomong gak " tanya mama ranty
" iya boleh kok " ucap hafida
" kan kamu sudah gak kerja tuh dicafe jadi kamu mau dong nerusin perusahaan mendiang ayah kamu " ucap mamanya dengan penuh harap
" tapi ma hafida kan belum siap kalau harus menggantikan mendiang ayah " ucap hafida
" hmm... bagaimana kalau kamu kuliah saja sayang dan juga kamu bisa bantu bantu mama di perusahaan " tawar mama ranty
" hmm oke deh ma " ucap hafida setuju
mama hafida menghela napasnya lega akhirnya hafida mau menuruti dirinya mamanya pun langsung menunjukkan universitas - universitas terbaik dikota ini
" gimana sayang kamu mau masuk univ mana" tanya mamanya
" eumm gimana kalau univ yang deket kantor ayah aja ini juga bagus kok " ucap hafida
" baiklah besok kamu sudah bisa mulai kuliah dan mama juga sudah daftarin kamu sekitar 2 minggu yang lalu " ucap mamanya dibalas anggukan oleh hafida
pagi hari dipesantren azzam sudah siap dengan pakian kokonya juga peci hitam yang ada dikepalanya ia lalu bergegas untuk ke pesantren
mira menatap suaminya itu tajam ia sangat kesal karena azzam setiap pagi selalu keluar walaupun suaminya sudah menjelaskannya tetap saja ia tak percaya
mira lalu menghadang suaminya yang hendak berangkat mengajar itu azzam hanya diam walau tangannya mengepal karena marah
" kamu mau kemana mas,, aku udah bilang jangan nemuin pelayan cafe rendahan itu " ucap mira
" aku harus mengajar mir jadi tolong percayalah denganku " ucap azzam frustasi
" gak itu semua bohong kau pasti akan menemui hafida hafida itu kan " tuding mira emosi
sedang hafida yang namanya di sebut sebut ia mendadak bersin bersin itu membuat mamanya menoleh kearahnya dengan tatapan bertanya dia pun hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia tak apa apa
__ADS_1
" cukup mira aku benar benar lelah sama kamu aku capek lebih baik kita bercerai saja " ujar azzam tanpa melihat kearah mira
" apa kau bilang cerai sampai kapanpun aku tak akan mau kau ceraikan dirimu hanya milik ku tak ada yang boleh memilikiku selain diriku" ucap mira dengan amarahnya
" aku akan tetap menceraikanmu " ucap azzam dingin
" ada apa ini zam ribut ribut " tanya abi yang baru saja datang
" bi,, mas azzam ingin menceraikanku dan berniat menikahi wanita yang dia cintai hiks hiks " ujar mira dengan air mata palsunya
" apa itu benar zam? abi benar benar tak menyangka kamu tega melakukan itu pada istrimu abi kecewa " ujar abi yang nampaknya lebih memihak pada mira
sedang azzam ia hanya diam untuk apa dirinya membela diri pasti abinya tak percaya dengannya sedang mira ia tersenyum puas dia pun mendekat kearah azzam lalu berbisik tepat disamping telinga suaminya
" sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskannya jika perlu aku akan melenyapkan hafida " bisik mira pada azzam
" apa yang akan kau lakukan padanya hah " ucap azzam emosi
" membunuhnya " ujar mira lalu pergi meninggalkan azzam yang tengah menahan amarah
sedang mira ia tersenyum penuh kemenangan dia yakin jika azzam tak akan berani menceraikan dirinya jika pun suaminya masih tak menghiraukan peringatannya
" hmm,, sepertinya aku perlu bantuan seseorang untuk melenyapkan wanita sialan itu " ucap mira lirih
" lebih baik aku menemui orang itu " ucap mira lalu mengambil tasnya
" sayang apa kamu sudah siap " tanya mamanya dengan tersenyum lembut
" iya ma fida udah siap " balas hafida sembari merapikan khimarnya
mang ujang pun lalu segera melajukan mobilnya setelah memastikan majikannya sudah berada dimobil
lima belas menit berlalu akhirnya mereka sampai dikampus hafida
" baiklah kita sudah sampai " ucap mamanya
" kalau begitu fida, pergi dulu assalamualaikum " ucap hafida sambil mencium punggung tangan sang mama
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam " ucap mamanya
hafida lalu segera bergegas ke ruang fakultasnya namun karena terburu buru tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga menyebabkannya terjatuh karena kehilangan keseimbangan
" eh maaf maaf saya tak sengaja tadi saya terburu buru " ucap hafida meminta maaf sembari membantunya berdiri
" elah iya iya santai gue gpp kok " ucapnya
" oh iya lu mau kemana " tanyanya
" ke fakultas manajemen bisnis " ujar hafida
" wah kita se fakultas dong " seru wanita itu
" oh iya ,kenalin nama gue rasya " ucap rasya sembari mengulurkan tangannya
" hafida " ucap hafida menerima uluran tangan rasya
" yaudah yuk bentar lagi telat " ucap rasya diangguki oleh hafida
rasya nampak sangat akrab dengan hafida seolah olah mereka sudah mengenal sejak lama dan ya apalagi rasya adalah seseorang yang humble
sedang mira ia nampak serius berbicara dengan teman lamanya mereka tengah membahas bagaimana cara menyingkirkan hafida
" apa lo yakin mau nyingkiran wanita itu " tanya teman lamanya memastikan
" gue sangat yakin bahkan gue menanti hari itu " ujar mira dengan penuh amarah
" oke deh , lo tenang aja gue pastiin tu cewek bakalan mampus " ucapnya lalu tertawa
" oke deh gue percaya sama lu dan thanks kalo gitu gue pergi dulu " pamit mira lalu melenggang pergi
sesaat kepergian mira dia langsung menelpon orang suruhannya
" halo, ada apa bos " ucap seseorang diseberang sana
" gue ada tugas buat lo lenyapin wanita yang bernama hafida gue bakal kirim fotonya " ucapnya
__ADS_1
" baik bos " ucap suruhannya
lalu dia pun mematikan ponselnya dan kembali meminum minumannya dia pun langsung menghubungi mira sedang mira ia sangat senang mendengar penuturan temannya itu