Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 83


__ADS_3

" wahh rasya udah nerima kamu vin? bagus deh, pa minggu depan kita lamar rasya ya mami udah gak sabar mau dapet mantu ". ucap mami alvin


" iya mi tenang aja biar papi yang atur ". ucap papi alvin


alvin jangan tanya dia sedang apa yang pasti membayangkan momen momen dimana dia menikah dengan rasya sampai sampi orang tuanya ikut tersenyum melihatnya ,dia lalu pergi ke kamarnya untuk tidur dengan senyum mengembang tak lama dirinya sudah tertidur menuju mimpi indahnya.


skip pagi harinya


seperti biasanya kegiatan pagi hafida diawali dengan beberes rumah setelah itu dia pergi ke dapur dan mengambil beberapa bahan makanan untuk memasak sarapan dia menggerakkan spatulanya dengan lincah setelah matang dia menata makanannya di meja lalu dirinya sendiri bersih bersih setelah dari dapur memasak .


sebelum mandi dia menyiapkan baju kerja untuk suaminya lalu dirinya mandi setelah selesai berganti baju dia langsung turun ke bawah untuk menyirami bunga bunga yang ada dibelakang rumahnya.


setelah itu dirinya sarapan bersama sang suami mereka makan dengan tenang sesekali mereka saling menyuapkan makanannya bergantian.


" sayang, nanti kamu gak perlu nganterin makan siang ya soalnya nanti aku siang bakalan pulang ". ucap azzam


" oh iya nanti sehabis makan siang kita ke rumah umi ya, aku kangen dengan mereka ". ucap azzam


" iya mas, ya sudah kamu berangkat sana nanti telat ". ucap hafida


" ya sudah aku berangkat, assalamualaikum ". ucap azzam sambil seraya mencium kening istrinya


setelah itu azzam langsung bergegas berangkat ke cafe tak lama kok sampainya karena jaraknya juga tidak jauh sesampainya azzam langsung bergegas pergi ke ruangannya dan cafenya juga sudah mulai ramai walau masih pagi.


dia langsung mengecek keadaan cafe cabang setelah itu ia berkeliling cafe meninjau pekerjaan para karyawannya tak jarang dia juga ikut andil memasak menu makanan karena kadang dia juga merasa kasihan pada karyawannya yang kewalahan melayani para pengunjung cafe yang kian hari kian meningkat.


di sela sela pekerjaannya dia menyempatkan diri untuk menghubungi sang pujaan hati baru sebentar saja dia sudah merasa rindu dia lalu merogoh ponselnya yang ada dikantong celananya lalu mencari cari kontak istrinya.


" halo assalamualaikum, ada apa mas? ". ucap hafida


" Wa'alaikumsalam gpp kok sayang, aku cuma rindu aja sama kamu ". ucap azzam

__ADS_1


" hah kamu ini mas ". ucap hafida sambil menggelengkan kepalanya


" hehe ya sudah ya sayang mas tutup telponnya nanti siang mas pulang ". ucap azzam lalu menutup telponnya


azzam lalu menyimpan ponselnya dikantong celananya lalu melanjutkan pekerjaannya yang sempat dia tunda untuk menghubungi belahan jiwanya yang setiap detik membuatnya merasa rindu.


ya sekarang dia kembali rindu dengan sang istri padahal baru saja tadi dia menelponnya dirinya lalu menghela napasnya dan mulai membantu para karyawannya entah itu mengantar pesanan atau memasak menu makanan.


hafida kini tengah berada didapur bersiap untuk memasak makan siang karena dia tahu jika sebentar lagi suaminya akan pulang .


aroma harum masakan menyeruak diseluruh ruangan dapur azzam yang baru saja sampai langsung bergegas menuju dapur ia langsung melingkarkan tanggannya dipinggang sang istri yang tengah fokus memasak.


" mas lepas ihh aku sulit nih mau gerak ". ucap hafida


" gpp sayang, malah romantis kok ". celetuk azzam


" ya tapi kan mas,mending kamu duduk aja deh mas jangan sampai spatula ini melayang ". ancam hafida


" iya iya aku duduk ". pasrah azzam


lalu hafida mengisi piring sang suami dengan nasi juga lauk pauknya setelah itu baru dia mengisi piringnya mereka lalu makan siang bersama setelah selesai makan siang mereka berdua bersiap pergi ke pesantren tak lupa mereka sholat terlebih dahulu.


" sayang oleh olehnya udah kamu taruh dimobil kan ". tanya azzam


" sudah kok mas . saut hafida


" oh ya sudah kita berangkat sekarang ". ucap azzam


azzam lalu mulai melajukan mobilnya menuju ke pesantren kira kira mereka menempuh perjalanan sekitar 45 menit hampir satu jam apalagi siang siang seperti ini jalanan pasti macet setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mereka sampai juga.


mereka berdua menatap heran mobil yang terparkir dihalaman rumah abi juga umi mereka tak tahu menahu siapa tamunya hafida mengambil oleh olehnya terlebih dahulu lalu mereka masuk bersama sama namun saat didepan pintu kedua pasangan itu mematung mendengar pembicaraan umi dan abi dengan tamunya.

__ADS_1


" ayolah pak terima saja tawaran saya bukankah azzam mencintai putri saya kenapa bapak menolak jangan munafik pak " ucap laki laki berumur tersebut


" tidak bisa jangan paksa saya untuk menikahkan putra saya dengan putri anda itu setelah apa yang pernah kalian lakukan pada putra saya saat azzam melamar putri bapak kalian menolaknya mentah mentah karena dia hanyalah seorang ustadz sekarang saat dia sudah sukses kalian datang memohon pada saya untuk menikahkan azzam dengan putri kalian apa kalian pikir azzam tak sakit hati dengan ucapan kalian dulu ". ucap abi


flashback on


setelah lulus S1 azzam berencana untuk meminang gadis yang telah menggetarkan hatinya sebelumnya dia meminta izin kepada umi dan abinya setelah mendapat restu mereka malam itu mereka datang ke rumah sang gadis tersebut.


namun sayang sekali keluarga gadis tersebut bahkan menolaknya mentah mentah bahkan menghina mereka azzam dia sungguh sangat merasa sakit hati dengan hinaan yang dilontarkan oleh orang tua gadis tersebut.


" assalamualaikum ". ucap mereka


" Wa'alaikumsalam silahkan masuk ". ucap pembantu yang bekerja dirumah itu


" ada apa pak bu ". tanya ayah gadis tersebut


" saya kemari untuk melamar putri bapak menjadi calon istri putra saya ". terang abi


" oh begitu, kamu punya apa untuk melamar anak saya apa kamu memiliki harta yang banyak untuk menghidupi Zahra anak saya ". tanya deri ayah Zahra


" saya hanya seorang ustadz om ". jujur azzam


" apa ustadz ? dan kamu dengan lancangnya melamar anak saya maaf saya tidak akan menerima kalian saya tak mau punya menantu yang hanya seorang ustadz putra anda tidak pantas bersanding dengan zahra yang selalu hidup bergelimang harta ". cemooh deri pedas


" dan ya sayang apa kamu mau menikah dengannya ".tanya deri pada putrinya


" gak mau pa, mau ditaruh mana muka aku punya suami cuma seorang ustadz ". ucap zahra pedas


" kalian sudah dengar kan, mending kalian pergi dari sini saya bahkan ingin muntah melihat kalian ". usir sefa ibu zahra


mereka lalu langsung pulang karena sudah tak tahan dengan hinaan mereka yang nyelekit itu umi mengusap lembut punggung putranya dia tahu putranya ini merasa sakit hati dengan semua ucapan orang tua zahra apalagi zahra yang dengan terangnya menolak dirinya dengan kata kata yang membuat azzam sakit hati.

__ADS_1


kecewa itu pasti apalagi dihina oleh mereka jujur saja jika azzam tahu begini dia tak akan pernah menginjakkan kakinya kesana.


flashback of


__ADS_2