
" maaf pak saya tak bisa melakukan itu, dan anak saya sudah memiliki calon istri lebih baik bapak pulang saja karena saya tak akan melakukan hal itu ". ucap abi dengan tegas sedang ayah laila merasa sangat kesal pada abi karena berani menolak keinginannya
" baiklah jika bapak tak mau menerima penawaran saya tapi liat saja nanti saya akan buat pesantren ini ditutup ". ujar ayah laila lalu beranjak pergi dengan tidak sopannya
sedangkan abi ia hanya menghela napasnya panjang dia tak habis pikir ternyata masih ada orang yang seperti itu yang berusaha mendapatkan apa yang di inginkan dengan menggunakan kekuasaan yang dia miliki.
sedangkan umi ia menatap suaminya bingung kemana tamunya tadi padahal saat ia tinggal pergi untuk membuat kopi tadi masih ada.
" loh bi tamunya tadi kemana ". tanya umi bingung
" sudah abi suruh pergi ". ucap abi
" kenapa bi ". tanya umi
" karena tamu tadi memaksa abi untuk menikahkan azzam dengan putrinya ". jelas abi
" astagfirullah tapi abi nolak kan ". ucap umi sambil menutup mulutnya tak percaya
" abi jelas menolak mi kan kita sudah punya calon menantu ". ucap abi sedang umi ia menghela napasnya lega
ayah laila pergi dengan perasaan yang amat kesal berani beraninya abi menolak keinginannya ia pun segera menjalankan mobilnya ia harus memutar otaknya agar anaknya bisa menikah dengan lelaki yang dicintainya itu.
" lihat saja nanti aku akan buat dirimu bertekuk lutut padaku ". gumam ayah laila
ia akan melakukan apapun itu untuk putrinya walaupun apa yang dia lakukan itu tidak benar dia tak memperdulikan itu asalkan apa yang di inginkan putrinya bisa terturuti.
sedangkan laila ia tengah membayangkan jika ayahnya berhasil melakukan apa yang ia inginkan ia membayangkan saat dia menikah dengan azzam.
ia senyum senyum sendiri karena membayangkan jika dirinya bisa bersatu dengan ustadz tampannya sedang teman sekamarnya bergedik ngeri melihat laila.
" la kamu masih waras kan ". tanya temannya dengan takut takut
" ya masihlah ". sewot laila
__ADS_1
" gitu aja kok sewot trus ngapain senyum senyum sendiri kalau gak gila ". tanya temannya
" aku lagi ngebayangin kalo aku nikah sama ustadz azzam ". ucap laila dengan semangat
" udah deh jangan halu lagian mana mungkin ustadz azzam mau sama kamu ". ucap temannya
" heh apa kamu bilang ". ucap laila kesal sedang siempunya nampaknya tak peduli ia malah melenggang pergi meninggalkan laila
dikantor
" fi mama ,bisa minta tolong tidak ". panggil mama ranty
" iya mah, boleh mau minta tolong apa ". ucap hafida
" kamu bisa antar undangan ini buat bu siti gak ". ucap mama ranty
" boleh ". ucap hafida
" yaudah makasih ya sayang ". ucap mama ranty sembari menyerahkan undangannya
setelah itu hafida langsung beranjak pergi ke panti untuk menyerahkan undangan pernikahan mamanya sedang rasya ia langsung mengintili hafida .
sesampainya dipanti hafida langsung menemui bu siti untuk menyerahkan undangannya sedang rasya ia mengikuti hafida dari belakang seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya.
" assalamualaikum ". ucap hafida
" Wa'alaikumsalam eh nak fida ". ucap bu siti
" ini bu, fida cuma mau ngasih undangan pernikahan mama ibu datang ya dan jangan lupa ajak anak anak sekalian ". ujar hafida sembari menyerahkan undangannya
" iya fi ibu pasti datang kok ". ucap bu siti
" ya udah kalau gitu saya pamit pulang dulu bu ". ucap hafida
__ADS_1
" kok buru buru fi ". ucap bu siti
" hmm, iya bu lain kali aku kesini lagi deh ". ujar hafida
" assalamualaikum ". lanjut hafida
" Wa'alaikumsalam, hati hati dijalan ya fi ". ucap bu siti
setelah itu mereka langsung bergegas untuk pulang tak kembali ke kantor karena juga mama ranty dan om hendra sedang pergi untuk mengecek lokasi pernikahan mereka berdua yang tinggal satu minggu lagi.
sesampainya dirumah hafida langsung pergi ke kamarnya dan rasya ia tetap mengintili hafida kemanapun sang sahabat pergi hafida lalu membersihkan tubuhnya dan segera untuk sholat sebelum waktunya habis.
sedangkan rasya ia menunggu hafida sambil membaca buku novel yang ada diatas nakas setelah hafida keluar ia meletakkan kembali bukunya dinakas lalu ia mengambil air wudhu .
setelah itu mereka berdua melaksanakan sholat berjamaah seusainya mereka langsung turun ke lantai dasar suara mobil terdengar memasuki halaman rumah hafida tak lama mama ranty dan om hendra memasuki rumah dengan beriringan.
mama ranty lalu beranjak pergi ke kamar untuk mengganti bajunya sedang om hendra menunggu diruang tengah hafida lalu pergi ke dapur untuk membuatkan om hendra kopi.
tak lama mama ranty nampak menuruni tangga setelah selesai membersihkan dirinya dan mengganti bajunya dan mulai membahas pernikahan mereka berdua yang tinggal satu minggu lagi.
dan rencananya mama ranty mulai besok akan mengambil cuti karena harus fokus mengurus persiapan pernikahannya tak lama hafida datang dari arah dapur sambil membawa nampan berisi minuman dan beberapa camilan.
karena sudah sore om hendra pamit untuk pulang begitupun dengan rasya setelah om hendra pergi hafida beranjak pergi ke kamarnya.
malam hari
setelah makan malam hafida langsung pergi ke kamarnya untuk sholat isya' lalu bersiap untuk tidur setelah selesai sholat ia melipat mukenanya dan meletakkannya ditempatnya setelah itu ia membaringkan tubuhnya lalu mulai memejamkan matanya tak lama ia sudah terlelap dalam tidurnya .
suara alarm berdenting dikamar hafida ia pun segera mematikannya dan segera bangun untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud seusai itu ia membaca
al qur'an sembari menunggu waktu sholat subuh.
dipesantren
__ADS_1
seperti biasa azzam selalu bangun saat sepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajud dalam doanya azzam tak lupa menyelipkan nama hafida dalam setiap doa doanya dan setelah itu ia membaca al qur'an sembari menunggu adzan subuh.
entah sudah berapa lembar ayat al qur'an yang sudah ia baca hingga tak lama adzan subuh mulai terdengar dia pun segera menghentikan bacaan al qur'annya dan segera pergi ke masjid