Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 28


__ADS_3

mamanya menghela napasnya panjang membujuk hafida memanglah sulit apa lagi ia memiliki kepribadian yang tetap teguh dengan keputusannya


malam harinya dipesantren


azzam menghela napasnya rasanya kepalanya ingin pecah memikirkan pernikahannya ini dia pun memutuskan untuk ke kamarnya


ia merebahkan tubuhnya diranjang hingga ia pun tertidur mira yang melihat suaminya tertidur tanpa selimut ia pun berinisiatif untuk menyelimutinya


ia pun membaringkan tubuhnya disamping azzam dan akhirnya ia pun tertidur


____________________


azzam terbangun dengan mira yang masih tertidur disampingnya dia baru menyadari jika mereka berdua tidur sepanjang


ia pun segera membersihkan tubuhnya lalu bersiap untuk sholat lalu dilanjutkan dengan membaca al qur'an


sedang mira ia sebenarnya sudah terbangun semenjak azzam pergi ke kamar mandi namun dia belum beranjak dari ranjangnya


azzam pun menghentikan bacaannya karena menyadari jika mira tengah memperhatikannya


" maaf, saya tadi tak membangunkanmu saya tak berani membangunkanmu karena nampaknya kau begitu sangat nyenyak " ujar azzam


" iya tidak apa apa " ucap mira


mira pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi


azzam pun segera melipat sajadahnya dan bersiap siap untuk lari pagi disekitaran pesantren


saat mira keluar dari kamar mandi ternyata azzam sudah tak ada dikamar ia pun langsung sholat


lalu pergi menemui ibu mertuanya untuk membatu menyiapkan sarapan


" zam " panggil lukman


" iya bang " ujar azzam


" hari ini mau ngajar " tanya lukman


" iya, bang kan hari ini ada jadwal ngajar " ujar azzam


" oh ,yaudah " ucap lukman


" oh... iya rencananya mau tinggal dimana kan juga kamu udah nikah " lanjut lukman

__ADS_1


" gak tau deh bang belum mikir " ujar azzam sedang lukman hanya menepuk nepuk bahu adiknya


hafida kini sudah siap dengan Gamis yang ia kenakan setelah dirasa cukup ia langsung menyambar tasnya dan pergi ke cafe


tak lupa ia berpamitan terlebih dahulu pada mamanya sesampainya dicafe ia langsung segera mengerjakan tugasnya


namun saat ia sedang membawa nampan dengan berisi piring kotor tiba tiba tanpa sengaja ia terjatuh dan itu karena perbuatan Mela yang sengaja mendorongnya hingga terjatuh karena tak mampu menopang tubuhnya


" astagfirullah " ujar hafida


" gimana ,sih lu bisa kerja gak sih " hardik Mela padahal ia yang mendorong hafida hingga terjatuh


" Mbak, kan yang dorong saya jadi saya jatuh " ucap hafida


" berani banget ya lu sama gue " ucap Mela hendak mendorong hafida


bu dina yang mendengar suara kekacauan dari dapur ia pun langsung melihatnya sebenarnya ada apa


" ada apa ini kenapa piring piringnya bisa pecah " tanya bu dina


" maaf bu tadi saya kepleset jadi piringnya pecah " ucap hafida dengan menunduk karena takut


" hmm... yaudah gpp tapi lain kali hati hati " ujar bu dina lalu beranjak pergi kembali ke ruangannya


ia harus berpikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan hafida ia sudah sangat muak dengan hafida


ia mencoba untuk berpikir keras hingga lupa untuk mengerjakan tugasnya hingga salah seorang karyawan mengingatkannya


namun bukannya ia berterimakasih karena mengingatkannya ia malah marah pada karyawan itu


Mela pun mengerjakan pekerjaannya sembari berpikir bagaimana caranya menyingkirkan hafida dari cafe ini


" hmm gue harus bisa nyingkirin hafida dari cafe ini tapi gimana caranya " gumamnya dalam hati


" ah udahlah nanti aja gue mikirnya " lanjut mela


waktu berputar begitu cepat hingga hafida pun tak menyadarinya setelah selesai dengan semua pekerjaannya ia langsung bersiap untuk pulang


" eh udah mau pulang ya fi " sapa lia pada hafida


" iya Mbak lagian pekerjaanku juga udah selesai " ujar hafida


" Mbak juga mau pulang " tanya hafida

__ADS_1


" iya nih, gimana kalau kita pulang bareng aja" ujar lia


" boleh sih tapi rumah Mbak dimana " tanya hafida


" lumayan deket kok dijalan merpati " ucap Lia


" wah ternyata kita searah mbak " ujar hafida


" yaudah yuk mbak taksinya juga udah dateng tuh " lanjut hafida diangguki oleh lia


selama dijalan mereka nampak asyik mengobrol hingga tak menyadari jika sudah sampai dirumah hingga lia menyadarkannya


" fi udah sampai gak mau turun " ujar lia


" oh iya mbak " ujar hafida lalu keluar dari taksi tak lupa ia membayarnya


" mbak rumahnya dimana " tanya hafida


" tuh " tunjuk lia pada rumah yang tepat disamping rumah hafida


" wah kita berarti tetanggan dong mbak " ujar hafida


" iya oh iya rumah kamu lumayan gede ya tapi kenapa kok kamu kerja dicafe fi " tanya lia


" hmm nanti aku ceritain deh mbak " ujar hafida


" Ok deh nanti aku samperin kamu ke rumah " ujar lia diangguki oleh hafida


hafida pun segera untuk masuk ke rumah ia ingin segera untuk bersih bersih rencananya ia ingin ke panti karena juga ia sudah lama tak kesana


seusainya mandi ia nampak lebih segar ia pun menunggu lia karena tadi dia mengatakan jika akan kemari tak lama lia pun datang


" assalamu'alaikum " ucap lia


" Wa'alaikumsalam silahkan masuk mbak " ucap hafida


" kok sepi fi " tanya lia


" oh mama lagi ke kantor padahal kan baru aja sembuh " ucap hafida sedang lia hanya ber oh ria saja


" oh iya jadi gimana tadi kamu udah janji loh buat ceritain ke mbak " ucap lia


" oh iya jadi Gini mbak ayah aku sebenarnya punya perusahaan tapi aku gak mau buat nerusin juga aku kan belum siap makannya aku kerja dicafe " ucap hafida

__ADS_1


__ADS_2