
Tak terasa adzan subuh pun berkumandang Hafida terbangun lalu segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.
Setelah itu dia mengambil Khimar miliknya lalu pergi ke dapur.
Azzam sudah siap dengan baju kokonya,dia lalu segera bergegas ke masjid.
Dirinya berpapasan dengan kakaknya saat menuruni tangga.
"Zam kakak pikir kamu sudah pergi ke masjid" ucap Lukman.
"Belum ayo kita berangkat" ajaknya.
Disana sudah banyak para santri yang datang,dia pun bergegas masuk ke dalam masjid.
Seusainya sholat dia bergegas mengganti pakaiannya kemudian turun untuk sarapan.
"Eh ustadz" ucap Lukman menggoda adiknya.
"Maaf kak adiknya sedang sibuk tolong jangan diganggu" ucap Azzam.
Lukman hanya tertawa kecil, Azzam menatap kakaknya malas lalu pergi mengajar para santri yang ada di ponpes abinya sesampainya dikelas bisik bisik para santri puntri mulai terdengar ia tak akan mengambil pusing hal itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " ucapnya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " jawab para santri.
"Baiklah perkenalkan saya ustadz Azzam disini saya akan menggantikan ustadz Lukman dalam mengajar" ucap Azzam
"Baiklah sekarang kalian buka bukunya hal 56" ucap azzam
__ADS_1
"Baik ustadz" ucap para santri.
Azzam pun mulai menjelaskan materi yang ada dibuku sesekali ia menegur para santri yang tidak mendengarkan penjelasannya namun malah memandangi wajahnya.
"Maaf ustadz izin bertanya" ucap salah seorang santriwati.
"Iya silahkan" ucap Azzam.
"Emmm apa ustadz sudah menikah, jika belum saya siap kok ustadz" ucap Laila sementara teman temannya menyorakinya.
"Tolong jangan tanyakan mengenai masalah pribadi" ucap Azzam.
"Hmm untuk pr tolong kalian kerjakan halaman selanjutnya" ucap Azzam.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " lanjutnya
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " ucap para santri serentak.
ia kecewa dengan jawaban azzam tadi tapi tak mengapa ia pasti bisa mendapatkannya.
"Eh ustadz Azzam ganteng ya" ucap laila sambil tersenyum.
"Iya kenapa memangnya suka sama ustadz Azzam" tanya temannya.
"Sepertinya iya,aaaa senyumnya sungguh sangat manis" ucap laila
"Memangnya ustadz mau sama kamu" ucap salah seorang temannya
"Aku bakal minta ayah untuk itu" ucap Laila angkuh dan beranjak pergi dari kelas.
__ADS_1
"Sombong banget Laila mentang mentang orang tuanya penjabat" ucap salah seorang dari mereka.
"Iya bener lagian emang mau ustadz Azzam sama cewek kaya si Laila" ucap salah satu dari mereka.
"Iya bener apa yang kamu omongin dah yuk jangan ngomongin orang kita balik ke asrama aja" ucapnya.
"Iya yaudah yuk " jawab temannya.
Sementara azzam ia benar benar kaget dengan ucapan santrinya tadi.
Dia sungguh risih dengan pertanyaan itu jika ditanya apakah dia tak mau segera menikah tentu saja ia mau tapi masalahnya hanya satu calonnya tidak ada.
Sesampainya dirumah dia langsung menemui Lukman kakaknya yang tengah duduk di belakang rumah sambil memangku anaknya.
"Assalamualaikum" ucap Azzam.
"Wa'alaikumsalam" jawab Lukman.
"Eh gimana tadi ngajarnya?" tanya Lukman.
"Biasa aja malah santriwati lebih fokus mandangin wajahku dari pada mendengarkan penjelasanku" ucap Azzam.
Lukman hanya tertawa mendengar aduan adiknya ini sedangkan azzam hanya mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan kakaknya.
Ia pun beranjak pergi dan bergegas untuk menjemput kakaknya dibandara tak perlu membutuhkan waktu yang lama ia telah sampai di bandara disana sudah ada kakaknya beserta suami dan anaknya yang sudah menunggunya dia berjalan menuju ke arah mereka.
"Assalamualaikum kak sudah lama menunggu" sapanya.
"Wa'alaikumsalam nggak kok kakak baru saja sampai ya sudah mending sekarang kita segera berangkat ke ponpes kakak sudah sangat rindu dengan umi abi " ucap Maulida.
__ADS_1
Azzam hanya menganggukkan kepalanya, namun mereka tak langsung menuju ke ponpes melainkan mampir ke tempat makan terlebih dulu atas permintaan kakaknya.