
" apa? vin tumben lu nelpon gue siang siang begini biasanya kan lu gangguin gue pas malem ". heran rasya
" oh, jadi kamu mau aku nelponnya cuma dimalam hari? oke deh mulai besok aku bakalan nemenin kamu setiap malam atau kita nikah aja deh ". ucap alvin
" eh vin lu tumben banget gak manggil gue bebeb trus juga lu ngomongnya lebih santai gitu ". tanya rasya
" suka suka lah ". ucap alvin lalu menutup telponnya sepihak itu membuat rasya menjadi sangat kesal
sedang alvin ia senyum senyum sendiri membayangkan bagaimana ekspresi rasya pasti sangat menggemaskan namun sayang sekali rasya masih saja belum mau membuka hatinya untuk dirinya tapi tidak apa dia akan berjuang lebih keras lagi agar rasya mau menerimanya.
huh sepertinya dirinya harus bekerja lebih keras lagi agar rasya mau meliriknya hmm tapi apa yang harus dia lakukan dirinya bingung sendiri memikirkan hal ini dia lalu mencoba mencari di internet bagaimana cara menaklukkan hati wanita dia membaca yang ia dapat dari internet dengan teliti sesekali dirinya mengangguk anggukkan kepalanya dan mengingat ingat apa yang telah ia baca tadi diotaknya dia akan mempraktekkan apa yang dia baca tadi.
back to hafida
karena asik bermesraan dikamar dua insan yang sedang dilanda jatuh cinta itu sampai melewatkan makan siang,hingga bunyi suara perut hafida menyadarkan azzam jika mereka belum makan siang lalu hafida pergi ke dapur untuk membuat makan siang dan diikuti oleh azzam dari belakang, dirinya ingin menemani istrinya membuatkannya makanan untuk pertama kalinya.
namun sayang sekali saat hafida membuka kulkas ia tak menemukan apa apa sepertinya mereka kehabisan stok makanan apalagi beberapa hari ini mereka sangatlah sibuk jadi sampai lupa untuk membeli stok makanan.
" hmm sepertinya kita kehabisan stok makanan,adanya hanya mie instan apa tidak apa apa mas ". tanya hafida
" tidak apa itu tak masalah kok, yang penting aku makan berdua dengan istriku ini ". ucap azzam
hafida lalu mulai memasak mie instannya dia juga menambahkan telur agar lebih enak setelah mienya matang ia menuangkannya dimangkok, hanya disatu mangkok mereka ingin makan berdua dengan satu mangkok agar lebih romantis katanya ini sih idenya azzam .
mereka berdua memakan mie instan itu dalam satu mangkok setelah habis hafida lalu mencucinya dan dia pergi ke ruang tengah bosen juga dikamar terus,hafida mengedarkan matanya ke sekeliling rumah mencari keberadaan para penghuni rumah ini mengapa mereka tak terlihat keluar dari kamar apa dia yang terlalu lama saja di kamar,mungkin iya dirinya saja buktinya sampai lupa makan siang.
mereka duduk dikursi berdampingan azzam seperti tak mau jauh dari istrinya ,rasya yang sedang turun untuk mengambil camilan pun merasa ingin juga seperti hafida jiwa jomblonya jadi meronta ronta hiks tapikan dia belum mempunyai pasangan dan jika di ingat ingat hanya dia lah yang belum memiliki pasangan apa dirinya setiap hari harus melihat para mereka yang memiliki pasangan setiap hari.
jika begini dirinya juga ingin punya suami tapi siapa dia bahkan tidak sedang dekat dengan siapapun tiba tiba terlintas nama alvin dikepalanya, namun masa dia dengan alvin laki laki menyebalkan itu mengingat namanya saja sudah kesal apalagi menikah.
dirinya pun lalu mengambil beberapa camilan dan membawanya ke kamar jujur dia juga ingin berbagi waktu dengan hafida dia rindu saat saat hafida belum menikah sekarang dia jadi kesepian apalagi saat nanti hafida akan pindah dari rumah ini mengikuti suaminya.
__ADS_1
oke kita akhiri cerita tentang rasya kita kembali pada pasangan pengantin baru ini
" fi,,apa kau tahu bagaimana aku bisa mencintai dirimu ". ucap azzam sambil menatap mata istri cantiknya sedang hafida ia hanya menggelengkan kepalanya azzam tersenyum lalu menceritakannya
" ingat tidak saat aku tak sengaja menyerempetmu dulu ". tanya azzam
" eumm... oh iya aku ingat saat itu kamu sedang bersama kakakmu kan ". ucap hafida
" iya itu benar dan setelah aku mengantarmu saat itu entah mengapa aku jadi sering kepikiran denganmu awalnya aku tak percaya jika secepat itu aku jatuh cinta, tapi lama kelamaan aku yakin jika dirimu sudah membuatku jatuh hati sejak kita pertama kali bertemu ". jelas azzam panjang lebar
" lalu bagaimana denganmu aku juga ingin mendengarnya sayang ". tanya azzam
" aku tidak tahu,kapan aku mulai mencintaimu mas tapi yang pasti sekarang aku bahagia karena allah telah menyatukan cinta kita ". singkat hafida
" hmm baiklah sekarang kita lupakan masalah tadi dan mari kita pikirkan bagaimana caranya kita membuat banyak anak ". ucap azzam
" hah? memangnya kamu mau punya berapa anak mas ". tanya hafida
" sebelas anak mungkin ". ucap azzam
" hahaha mungkin sayang ". balas azzam sambil tertawa kecil
hafida mulai membayangkan hal itu dimana dia harus mengandung dan melahirkan sebanyak sebelas kali, oh tidak dia tak sanggup jika harus begitu dia menggelengkan kepalanya pelan sedang azzam ia nampaknya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya karena bisa terlihat jelas dengan raut wajah hafida.
pada sore hari mama ranty baru keluar dari kamar semenjak tadi dia memergokinya sepertinya papa hendra memang sangat berniat untuk mengurung mama ranty dikamar,dirinya lalu bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
tak lama dari itu rasya turun dari kamarnya untuk membantu memasak namun bukannya membantu dirinya malam asik menempel pada saudarinya itu dengan alasan kalau dia merindukan saat saat mereka saling menghabiskan waktu berdua tau sendirian bagaimana lengketnya rasya dengan hafida.
" sya, udah jangan geladotan sama hafida liat tuh dia sampai kesulitan ". tegur mama ranty
" hmm iya ma ". ucap rasya
__ADS_1
" fi, fida ". panggil rasya
" iya ada apa sya ". tanya hafida
" aku kangen sama kamu ". ucap rasya membuat hafida bingung
" kangen?bukannya kita setiap hari bertemu ". heran hafida
" huh, apa kamu tak paham juga aku tuh kangen kita pergi bareng bercanda bareng dan sekarang kan kamu udah nikah pasti kita gak bisa ngelakuin itu lagi ". jelas rasya sedih
" lalu kenapa jika aku sudah menikah kita juga bisa kok melakukannya kapan saja ". ucap hafida sambil menggelengkan kepalanya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
oke sampai sini dulu ya besok bakal author lanjutin oke
jangan lupa untuk dukungannya ya agar author jadi semangat buat nulisnya