Sebuah Takdir (Revisi)

Sebuah Takdir (Revisi)
bab 78


__ADS_3

untung saja rasya mau jadi dia bisa bernapas lega sekarang setelah itu mereka saling mengobrol juga bercanda bersama sampai sampai tak menyadari jika sudah sore akibat terlalu asik rasya lalu pamit pulang pada hafida karena takut jika nanti mama marah setelah rasya pulang hafida pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam dia mengetuk ngetuk jarinya dimeja bingung harus masak apa dia pun membuka kulkasnya untuk melihat ada apa bahan apa saja.


lalu ia mengambil beberapa sayuran dan juga daging lalu mulai meracik bumbu bumbunya,akhirnya masakannya matang juga setelah itu ia menata makanannya lalu pergi untuk mandi dan menyambut kedatangan suaminya.


tak berapa lama terdengar suara mobil memasuki halaman rumah hafida lalu segera untuk membuka pintu menyambut suaminya dan menyiapkan baju ganti untuk azzam lalu mereka sholat terlebih dahulu lalu makan malam selesainya makan malam hafida mempacking baju baju ysng akan dibawa besok ke koper karena besok mereka akan ke bali untuk bulan madu semuanya sudah siap hanya tinggal berangkat saja.


" sayang, udah packingnya ". tanya azzam sambil membaringkan tubuhnya dikasur


" sudah mas ". balas hafida lalu juga ikut berbaring karena mengantuk


" ya sudah ,sekarang tidur besok kita harus bangun pagi pagi ". ucap azzam sambil memeluk tubuh hafida


tak lama mereka berdua sudah terlelap dalam tidur mereka menuju ke alam mimpi masing masing,pagi pagi sekali mereka berdua sudah bangun dan ya sudah siap untuk berangkat ke bandara perjalanan menuju bandara memakan waktu cukup lama karena memang jarak dari rumah ke bandara jauh mungkin sekitar 1 jam mereka nanti baru sampai jika jalanan tidak macet karena biasanya jalanan macet.


satu jam berlalu mereka sudah sampai di bandara mereka saling berpamitan kepada keluarga setelah itu azzam menggandeng tangan hafida dan berjalan masuk ke pesawat selama didalam pesawat genggaman tangan azzam tak pernah dia lepaskan dari tangan hafida.


di bali

__ADS_1


akhirnya mereka sampai juga mereka berdua langsung pergi ke tempat penginapan untuk beristirahat setelah lelah dalam perjalanan,mungkin membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di penginapan dekat pantai jadi mereka bisa menikmati sunset disore hari karena itu adalah momen yang sangat romantis sesampainya mereka langsung bersih bersih juga istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga mereka.


mereka berdua tertidur cukup lama hingga pada sore hari mereka terbangun dari tidurnya hafida lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersih bersih juga bersiap untuk sholat lalu nanti mereka akan pergi berjalan jalan disekitar pantai.


setelah sholat mereka berdua menyusuri pantai sambil bergandengan tangan ombak menerpa kaki mereka karena tak mau istrinya lelah azzam lalu menggendong hafida ya walaupun harus memaksanya.


mereka menikmati sunset sambil berpegangan tangan ditepi pantai dengan suara ombak yang menerpa pasir pasir pantai azzam mencium kening hafida sambil menatap kearah pantai setelah puas mereka kembali ke penginapan dengan wajah bahagia .


" terimakasih mas atas semuanya ". ucap hafida sambil memeluk azzam


" iya sayang mas seneng kalau kamu bahagia ". ucap azzam sambil menatap lekat wajah istrinya dan mencium kening hafida dengan penuh perasaan


dilain tempat


rasya tengah merasa kesepian karena hafida pergi bulan madu selama seminggu di bali sedangkan papa juga mamanya ya sudah taulah yang mereka lakukan hanya seharian di kamar disisi lain dia juga kesal pada alvin yang terus mengganggu dirinya ya memang benar jika dia kesepian tapi dia gengsi mau mengakuinya.


andaikan dirinya sudah menikah pasti dia sedang bermesraan sekarang,hingga bayangan wajah alvin muncul dikepalanya dia menepuk nepuk kepalanya pelan agar wajah alvin itu menghilang dari kepalanya.

__ADS_1


" arghh ngapain sih wajah si alvin pakek berkeliaran segala ". kesal rasya


" tau deh mending tidur aja ". ucap rasya


dia lalu menarik selimutnya sebatas dada dan mulai memejamkan matanya tak lama dia sudah tertidur pergi ke alam mimpinya yang indah sesekali dirinya menggeliat .


pagi hari di bali


pagi hari mereka diawali dengan pelukan hangat dari azzam bahkan azzam tak membiarkan hafida berpindah dari sampingnya dia memeluk erat pinggang istrinya itu sedangkan hafida dia hanya bisa pasrah.


mereka berdua menghabiskan waktu pagi dengan tetap dikasur sampai sampai dua insan itu melewatkan sarapannya hingga suara bunyi perut hafida mengingatkan azzam jika mereka belum sarapan, hafida menyembunyikan wajahnya didada bidang milik suaminya karena malu.


mereka lalu beranjak dari kasur dan keluar dari penginapan untuk sarapan tapi lebih tepatnya makan siang setelah makan siang mereka kembali ke penginapan azzam menarik istrinya ke kasur dan memeluknya seperti guling,hafida dia hanya bisa pasrah jika dia bergerak gerak pasti suaminya itu akan memakan dirinya bukannya dirinya menolak tapi hanya lelah saja.


" sayang dari pada kita gak ngapa ngapain mending kita bikin babby yuk ". ajak azzam sambil mendidik disel hidung mancung milik istrinya


" iya mas lakukanlah ". ucap hafida sambil tersenyum manis

__ADS_1


dengan senyum merekah azzam mencium lembut seluruh wajah istrinya itu mereka mengisi siang hari mereka dengan kegiatan panas mereka pun tertidur sambil berpelukan dibalik selimut karena kelelahan.


tak terasa sudah satu minggu saja mereka di bali hari ini mereka akan kembali setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal di penginapan juga memastikan bahwa mereka telah membelikan semua keluarganya oleh oleh mereka lalu segera bergegas ke bandara ,selama dipesawat hafida tertidur dengan berdasarkan pundak suaminya sesekali azzam menatap wajah terlelap istrinya itu juga membelainya lembut dan sesekali membenarkan posisi kepala istrinya agar lebih nyaman.


__ADS_2