
Di tempat Ayra.
3 bulan Setelah kembalian pondok dari liburan maulid,Ayra di kunjungi bibik dan paman dari pihak bapak dan juga ibu.
Mereka semua bergantian tiap bulan mengunjungi Ayra kepesantren, tak lupa membawa serta banyak oleh2 dan beberapa bingkisan. padahal bulan-bulan sebelumnya tidak ada yg pernah mengunjungi nya.
"Terimakasih atas kunjungan paman dan bibik.semoga dilancarkan rezekinya oleh Allah" ucap Ayra dengan sopan santun dan ramah.
"Maaf kami baru bisa mengunjungi kamu ya Zahira,"jawab sang bibi yang memang memanggil nama belakang Ayra,karna dirumahnya memang akrab disapa Zahira.
"Tidak mengapa bik, yang terpenting kita semua dalam keadaan sehat wal afiah," Ayra tersenyum sambil sedikit menunduk
"Zaa sebagai seorang bibik,saya cuma ingin tau...apa benar kamu telah menerima dengan lapang dada pinangan ustdz Reno...??"
Tanya sang bibi tanpa basa-basi.
"Zaa memang sudah menyerahkan keputusan pada orang tua zaa bik.., Jawab ayra sambil menunduk kan kepalanya untuk menutupi ketidak nyamanan hatinya agar tidak di ketahui oleh sang bibi
"ada apa Sebenarnya bik...?"bukan nya kata ibu dan bapak semua keluarga telah setuju...?tanya Ayra penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh sang bibik.
"Itu tidak benar zaa. kami tidak pernah setuju dengan pendapat orang tuamu yang hanya memilih menantu dari segi kesopanan saja..!" Ungkap bi Maria kakak perempuan bapak joko.
"Kamu itu masih anak-anak, masih 18 tahun lebih mengapa harus bertunangan dengan orang yang hampir seumuran ibumu...?" Ucap Paman Romi kakak laki-laki bapak melanjutkan .
"Zaa harus bagaimana bik,,man,,,?" Bukan kah kita sudah hampir satu tahun bertunangan...?"tanya Ayra
"Zaa bertunangan itu masih belum menikah,jadi kamu masih bisa memilih.tapi jika kamu sudah menikah itu tidak bisa kamu putuskan begitu saja." Ucap bi Maria bijak
"Dan menikah itu bukan hanya untuk satu tahun ,dua tahunan.tapi bisa seumur hidup."paman Romi jg berucap bijak
"Zahira jika kamu menerima semua itu dengan ikhlas,, kami tidak akan pernah menjadi penghalang." Ucap bik Maria lagi
"Tapi jika kamu tidak ikhlas, paman akan dukung kamu sepenuh hati,agar kamu bisa putus,"tambah sang paman.
"Pikir kan baik-baik sebelum kalian berdua di sah kan dalam pernikahan. "Tambahnya lagi.
Akhirnya Ayra terdiam dan terpaku pada ucapan paman dan bibinya.Ia pikir menyerahkan keputusan pada orang tuanya adalah keputusan yang tepat, tanpa berpikir dua kali.
namun setelah mendengar penjelasan paman dan bibinya Ayra menjadi semakin ragu hatinya.di tambah berkali kali bermimpi terjatuh dari sebuah gunung. Ayra berpikir apakah itu petunjuk yang diberikan oleh Allah atas doanya.
Setelah benar2 memikirkan bagaimana cara mengatakan pada orang tuanya,
__ADS_1
akhirnya Ayra memberanikan dirinya untuk mengatakan semua petunjuk yang di dapat dalam mimpi nya ketika ia di kirim oleh orang tua nya.
namun saat itu sang ibu mengatakan semua itu belum tentu kenyataan.
"mimpi hanyalah bunga tidur, jangan pikirkan itu."ibu Ayra tidak ingin ada kecemasan pada sang putri jadi ia juga mengatakan
"Ibu ingin kamu dapat suami yang terbaik nak.bagaimanapun juga ditempat kita , ustdz Reno adalah yang terbaik,dia orang yang Sholeh , dia tidak pernah neko-neko seperti pemuda yang lainnya." Ucapnya sambil mengarahkan tangannya untuk mengelus kepala Ayra,
"Iya Bu, Ayra juga tau itu, tapi semua bibi dan paman² di rumah, tidak setuju dengan keputusan ibu bapak , yang mana karna aku bertunangan dengan orang yang jauh lebih dewasa bu" ucap Ayra mengatakan semua yang ia dengar dari keluarga besarnya.
bibi² dan paman² Ayra baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah semuanya kompak tidak menyetujui pertunangannya dengan ustdz Reno...
"Tidak ada orang tua yang menginginkan anak anaknya terjerumus dalam jurang yang curam Nak"ucap ibunya.
"Jika kamu pikir ibu dan bapak tidak pernah memikirkan hal itu,kamu salah besar Nak",kami sangat memikirkan mu,bahkan kehidupanmu selanjutnya.."
"Bukan kah kamu tau....,,bahwa jodoh,rezeki ,taqdir dan maut,itu sudah di tentukan oleh Allah...?!"
Ayra terisak dengan suara tangisan tertahannya.lagi-lagi ia tertegun dengan ucapan ibunya yang benar2 membuat hatinya nyesek...
"Jika memang ustd Reno bukan jodohmu sudah pasti ada jalan keluarnya,ibu dan bapak tidak ingin menolak lamarannya karna di samping dia gurumu,dia juga orang yang Sholeh"
"yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk mu, berdoalah dengan bersungguh-sungguh nak. pasti Allah akan mengabulkan permohonan mu." lanjut sang ibu
Ibu dan bapak Ayra tak henti-hentinya memberikan ultimatum kepada sang Anak yang mulai goyah dengan keyakinan nya.
Ayra hanya bisa mendengar kan dengan baik, dan meresapi semua apa yg telah ia dengar, baik dari orang tua nya , ataupun dari keluarga besarnya.
Ayra berpikir bahwa semua yang mereka lakukan sekarang adalah bentuk kepedulian mereka semua terhadapnya,
orang tuanya yang menginginkan anaknya berjodoh dengan orang yang Sholeh, dan keluarga besarnya menginginkannya berjodoh dengan orang yang benar2 pantas perbedaan usianya. karna menurut mereka kalo dengan ustdz Reno terlalu dewasa, bukan tidak suka pada orang nya.
ahirnya setelah semua pembicaraan itu selesai,ibu bapaknya Ayra berpamitan.
"ibu dan bapak pulang dulu ya nak.tawakallah agar kamu tidak selalu memikirkan hal itu terus"
"semua orang, pasti memiliki banyak keinginan,,namun tidak semua keinginannya dikabulkan tunggulah sampai Allah memilih kan yang terbaik bagi mu nak" ucap sang bapak sebelum pulang
"iya Bu ,,pak,,. doakan juga agar Ayra mendapatkan suami yang punya pojok empat, (ber agama kuat, tampan, kaya dan dari keturunan yang bertaqwa)agar mendapatkan hasil yang maksimal.
****
__ADS_1
di tempat lain.
tentang semua yang ustdz Zafir resah kan, sudah ia katakan kepada orang tuanya.
akhirnya ustdz Zafir sudah tidak begitu gelisah, karena ia sudah di izinkan mengambil keputusan sendiri.
📞 ....."assalamualaikum pak Rudy,, ini Adi pak"
📞..."oh..ustdz Adi,,ada apa ustdz..?"
.
.
pak Rudy ini adalah saksi saat ustdz Zafir menikah dengan Lindia. selain itu pak Rudy ini adalah saudara sepupu ayahnya lindia.
📞..."apa besok pagi,pak Rudy tidak sibuk..,?"
📞..."tidak ustdz, ada apa yaaa kok aku jadi penasaran ini"
📞..."besok pagi saja pak, saya akan kerumahnya pak Rudy, untuk membicarakan hal yang sangat penting dan bersifat pribadi."
📞..."iya ustdz,,tapi bagaimana jika saya saja yang pergi mengunjungi ustdz,, bukannya sekarang ustdz ada di pesantren...?
📞...."kalo begitu, terimakasih Banyak ya pak.. saya tunggu di pesantren besok ya pak.."
📞...."iya ustdz sama-sama.
📞...."ya sudah dulu ya pak, assalamualaikum"
📞... waalaikumussalam warohmah"
setelah menelpon , kemudian ustdz Zafir rebahan di kamarnya,"aku harus memutuskan hubungan ini."gumamnya.
gimana kelanjutannya.....???
mohon dukungannya ya kak.semoga banyak rizkinya aamiin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻🌷🌷🌷🙏🙏🙏
jangan lupa like komen dan votenya ya kak.biar author semangat.
****
__ADS_1