
hallo semuanya, mohon maaf ya kemaren author lagi kpaten paman, hal yang tiba-tiba membuat ibu shock dengan kepulangan adiknya, maaf author juga gak bisa up karna juga masih nenangin ibu 😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏
🌟
"ya udah Raffa berangkat dulu ya ummi" menyalami tangan sang ummi
"makan dulu nak"ucap ummi pada Rafa, akhirnya Rafa mengatakan bahwa ia ingin dibungkuskan saja karena ingat pada gadis yang ia tolong tadi malam
"tidak biasanya kamu membungkus nasi ke tempat bengkel "ucap sama ummi kepada anaknya
"ya ya... agar cepat sampai di sana saja ummi dan juga nanti biar cepat juga pulangnya, kalau masih makan di sini dulu berarti kan masih lama buka bengkelnya, pulangnyapun juga pasti lama
"ya udah klo gitu ummi siapin dulu ya nak, sebentar tunggu yaa.."
" enggeh ummi" lalu umi beranjak pergi ke tempat makan dan menyiapkan bekal untuk Raffa.
" ini nak, jangan lupa makan ya...jaga kesehatan nak" ucap ummi lagi,
"enggeh ummi"Raffa kembali menyalami tangan sang ummi.
" hati-hatilah jangan ngebut"
sesampainya di bengkelnya Raffa sebenarnya merasa takut untuk mengetuk pintu bengkel itu , karena masih terlalu pagi dan kemungkinan orang yang ada didalam masih terlelap dalam tidurnya, tapi ia juga masih kepikiran sama gadis cantik yang menurutnya sempurna namun tak sesuai dengan karakter istri yang ia inginkan.
" ah gimana klo dia tidak bisa tidur semalam...?apa aku tunggu hingga lebih siangan dikit..? gumamnya lirih
" ah tapi kan... ,, aku udah janji mau ikut ummi kerumah mas Adi, dan gak mungkin nungguin dia sampai bangun dengan sendirinya," masih bicara sendiri di luar bengkel yang tidak terlalu kecil itu. selama ini Raffa tidak pernah sekalipun berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya dalam satu ruangan, ia jadi ragu mau masuk atau tidak.
__ADS_1
" ya udah lah ,aku ketuk aja pintunya, kan aku gak ada niat gangguin dia, aku cuma nolongin dia agar punya tempat sementara karna tidak aman cewek keluyuran di tempat ini, apalagi saat malam hari." akhirnya Raffa mengetuk pintu itu tiga kali namun belum muncul juga orang yang ada di dalam
"masak sih dia gak dengar...udah aku gedor gedor nyaring begitu...? atau jangan-jangan dia tidak jadi tidur disini..," pikir Raffa, akhirnya ia mengambil kunci pintu bengkelnya di saku baju kokonya. ya Raffa masih memakai baju Koko saat berangkat dari rumahnya,hingga jika sampai di bengkel ia mengbukanya, dan hanya menggunakan kaos casual saja saat berada di bengkel.
tok ...tok... tok... tok...
bunyi ketukan pintu itu terdengar sangat nyaring. lagi-lagi Rafa mengetuk pintu sebelum ia membuka dengan kunci yang sudah ada ditangan, karena tidak kunjung di buka akhirnya Raffa membuka pintu perlahan dan hati-hati,
"assalamualaikum" ucapnya saat masuk kedalam bengkel yang selama ini ia rintis dari nol, dan sekarang sudah mempunyai banyak langganan yang biasa membenarkan atau menyervis motor atau mobil pada Raffa. Raffa juga punya satu teman yang menjadi partner yang bekerja di bengkelnya. saat ini teman Raffa masih belum datang karna memang masih terlalu pagi. biasanya ia buka jam 8 pagi. Raffa masih celingukan mencari Yasmine, namun tidak ada tanda-tanda jika ada orang lain disana. pintu kamar tempat istirahat Raffa biasanya juga terbuka, Raffa mengintip sedikit kedalam kamarnya, "mungkin saja gadis itu masih ada di kamar mandi," ucap Raffa, setelah beberapa saat ia menunggu, tak ada suara apapun yang ia dengar dari kamarnya.
"halloo mbak...,,apa mbak di dalam...?" bertanya dari luar dengan suara yang agak keras.
karena tak ada jawaban akhirnya Raffa memberanikan diri untuk masuk ke kamar itu, dan ternyata...
*****
flash back
" baik tuan, nona Yasmine pasti akan saya temukan secepatnya" ucap pria itu
"saya tidak bilang secepatnya..!! tapi harus malam ini juga jangan sampai pagi tiba tapi Yasmine belum ketemu" ucap paman Yasmine sarkas
"akan saya usahakan tuan," ucap si pria suruhan itu
"kerahkan semua orang yang kamu kenal, untuk mencarinya."
"ya tuan.".
__ADS_1
malam itu juga pria yang sudah sangat lama bekerja pada keluarga Diningrat itu tidak menyia2kan kesempatannya ia menghubungi semua orang yang ada koneksi dengan para mafia ataupun para orang kepercayaannya.
setelah beberapa saat mereka ada yang menghubunginya dan mengabari jika nona Yasmine terlihat di suatu desa terpencil, tak menunggu lama kemudian ia langsung meluncur ke tempat dimana yang telah di tunjukkan oleh teman temannya.
saat Yasmine akan menutup pintu bengkel Raffa setelah kepulangan Raffa ia masih melihat lihat sekilas pada samping tempat tersebut,lalu ia masuk dan merebahkan tubuhnya di atas kasur busa yang terbilang cukup kecil, namun karena ia takut berada di luar bahkan setelah apa yang Raffa ceritakan tadi, ia mengingat kembali saat ia menyakiti tunangannya dan saat ia sedang merenungi apa yang telah ia lakukan saat itu pula pintu diketuk dari luar. Yasmine mengira bahwa yang mengetuk pintu pasti Raffa kembali, karna saat itu baru saja Raffa berlalu dan disana tidak ada siapapun jadi tidak mungkin orang lain yang mengetuk pintu bengkel itu menurutnya.
"ya tunggu.." ucap Yasmine yang tergesa-gesa membuka pintu itu. namun setelah pintu terbuka lebar ia tercengang melihat orang suruhan keluarga besarnya sudah ada di depannya. Yasmine berusaha untuk menutup kembali pintu tersebut dengan sekuat tenaga, namun karena kekuatan yang tak sebanding maka ia tidak bisa menutup kembali
" Nona Yasmine, saya mohon agar nona ikut secara baik-baik, sebelum saya membawa Nona dengan paksaan," ucap pria kekar dan berotot serta menyeramkan itu
" tolong jangan bawa gue dari sini Minto, gue pingin hidup sederhana saja di desa ini" ucapnya lemas
" maaf Nona, namun saya akan tetap membawa nona secara paksa jika Nona tidak mau pulang secara suka rela." ucap pria bernama lengkap Minto Sudrajat itu,
" kenapa...??!" tanya Yasmine dengan suara yang keras
" karna nona Yasmine adalah penerus keluarga Diningrat, dan jika Nona tidak pulang maka nona akan di coret dari daftar penerus oleh kakek Nona." ucap Minto menjelaskan. Yasmine tercengang, 'sebegitu mudahkah mereka semua membuangku..?' ucapnya dalam hati
"Minto gue pasrah aj se andainya mereka mencoret namaku dalam daftar keluarga, tapi gue gak Sudi jika harus diperlakukan seperti seorang buronan." melihat kondisi yang sangat banyak anak buah Minto berjejer rapi di depan bengkel yang ia tempati.
"maaf Nona, kami bukan ingin menangkap nona seperti ini, tapi jika nona mau pulang dengan sendirinya maka saya tidak akan mengepung Nona seperti ini" ucap Minto
"baik tunggu sebentar" ucap Yasmine kemudian pergi ke kamarnya dan mencari sesuatu disana.
flash back off
segini dulu ya kakak2 🥰🙏🙏🙏
__ADS_1