
sedangkan Rafa telinganya berdengung entah karena apa ia tidak mengetahuinya "duh kenapa nih yah telinga dari tadi selalu berdengung begini "kata Rafa pada dirinya sendiri, rasa yang sejak kembali dari rumah mas Adi kemarin sampai saat ini, pagi ini Raffa sudah masuk ke bengkelnya lagi seperti biasanya. sejenak ia mengingatkan kembali pada kejadian kemarin waktu dirumah mas Adi(ustdz Zafir)
flash back sehari sebelumnya
"kamu kenapa mengikutiku dari tadi ...?" kata Rafa pada seorang gadis yang sejak tadi bertemu dengannya saat ia turun dari mushola ketika selesai salat
"rumah saya dekat dengan kak Ayra ustadz dan saya mau pulang, saya tidak mengikuti ustad memang arah rumah saya ke sana "ucap gadis itu Raffa jadi sangat malu dibuatnya, dan membeku tidak bisa lagi untuk berbicara ia menundukkan kepalanya sepanjang perjalanan menuju rumah ustad Zafir.
"ustadz boleh saya tau siapa nama ustdz...?" tanya gadis mungil yang terlihat begitu cantik dan imut itu,
" hah ,,hemm,,!!"
"saya Sofia ustdz, ustdz siapa namanya..?"tanyanya lagi
" Raffa, panggil saja raffa tanpa ada ustdz nya karena saya bukan ustdz, tidak ngajar di pesantren seperti mas Adi" ucap Rafa sambil terus berjalan hingga hampir sampai di depan rumah ustdz Zafir.
"gak bisa gitu ustdz, karena setahu saya dari cerita sesepuh, ustdz itu juga ngajar di TPQ kaan..?dan juga cucu dari kiai tersohor di kampung ini,"ucapnya sambil terus melangkah di samping raffa dan berkata lagi
" ya udah,klo gitu salam ke kak Ayra ya ustdz, saya masuk dulu" ia masuk ke gerbang rumahnya yang ternyata beneran sangat dekat dengan rumah ustdz Zafir,hanya berjarak 2 rumah di sebelah kiri nya.
" hah hemm iya insyaallah" ucap Raffa mengamati gadis itu yang tanpa beban sedikitpun masuk kedalam gerbang rumahnya.sangat ceria dan penuh senyuman. Raffa melanjutkan perjalanan hingga sampai ke rumah sang kakak iparnya.
flash back off
" duh nih telinga kenapa ya kok terus berdengung begini..?" Lagi-lagi Raffa tidak nyaman dengan keadaannya,
__ADS_1
"assalamualaikum dik"
"wa alaikum salam warahmatullah,eh kok bang Iqbal bisa ada disini...?"ternyata Iqbal yang mengucapkan salam
"ya bisa lah dik..,kan Abang punya kaki dan mulut,"Iqbal menghampiri sang adik yang sedang mengotak Atik motor di hadapannya.
"ck, lah bukan itu maksudku bang, maksudnya Abang kapan datangnya,kok tiba-tiba saja sudah ada di bengkel raffa..?"jelas Raffa lagi, seakan-akan Iqbal perlu penjelasan
"hhhhh , jangan marah lah dik,entar cepat tua loh, sekarang aja udah kayak lebih tua kamu dari pada Abang," ucap iqbal santai
"ck ,,tau ah. ada apa nih bang? tidak biasanya Abang mampir ke sini, biasanya juga langsung balik ke kontrakan lagi jika dari rumah." ucap Raffa yang masih terus melakukan rutinitasnya. Raffa dan Iqbal memang seperti tom and Jerry yang saling kejar-kejaran jika di pertemukan. namun kasih sayang di antara mereka tidak akan pernah sekalipun retak, perdebatan kecil hanya sebagai penghias diantara mereka.
"begini dik, mas punya keinginan mau ziaroh ke wali songo, tapi pingin banyak temannya, soalnya nanti disana mas ingin mengkhatamkan Al-Qur'an 27 kali, jadi tiap makam 3 kali khatam tapi di baca bersama-sama." ucap Iqbal mengutarakan keinginannya itu. bukankah klo banyak temannya makin cepat khatam?
"maksudnya gimana nih, datang ke Raffa? nyuruh Raffa buat nyari orang yang mau di ajak kesana gitu ....???!" tanya raffa
"bang Iqbal mah klo ada maunya saja baru cari Raffa,;" Raffa merajuk
"ah gak gitu juga lah dik, kan Abang memang lagi meneruskan kuliah s2, dan sekarang malah jadi guru PNS ,jadi ya Abang semakin bertambah banyak kesibukan dik"
"iya dech pak Guru" ucap Raffa lagi
"ah gimana dik, mau tidak kamu cariin orang satu bus. biar klo lebih banyak lebih cepat khatam Al-Qur'an nya."
"klo satu bus 60 orang bang, dan itu sangat banyak, orang pada punya kesibukan sendiri bang, apalagi ke wali songo membutuhkan waktu satu Minggu an, belum lagi ditambah harus menghabiskan uang juga,. kita ini orang kampung bang, tidak semua banyak uang, dan waktu." ucap Raffa sangat panjang
__ADS_1
"ya kan, Abang bilang yang mau dik, pasti ada kok yang mau ikut."
"tapi butuh waktu lama untuk mencari orang sebanyak itu bang, yang satu bisa satunya lagi berhalangan, satunya mau tapi tidak punya uang, satunya banyak uang tapi tidak ada waktu luang. pokoknya klo mau rombongan satu bus itu harus mencari dari sekitar setengah tahun sebelumnya bang."
" setengah taun..? masak sih dik..? bukannya tinggal ngajak aja ya? klo mau ayok ,klo tidak,cari yang lain gitu?." ucap Iqbal yang tidak tau sulitnya mengumpulkan orang banyak dalam waktu yang sama dan satu Minggu di perjalanan,
"itu mah menurut Abang,. "
" terus gimana nih dik?" tanyanya lagi, padahal Iqbal sudah bela2in waktu liburannya pergi kebengkel sang adik, agar cepat bisa terpenuhi keinginan nya itu.
" ya gak gimana-gimana bang, klo memang Abang cari orang satu bus, ya harus sabar dan tidak terburu-buru."Raffa mencuci tangannya karna sudah selesai membenarkan motor mogok milik pelanggan,
"tapi Abang gak bisa di selain waktu liburan panjang sekolah setelah kenaikan kelas seperti ini dik, " ucap Iqbal lagi
"akan Raffa usaha kan bang, siapa tau orang orang juga ingin liburan sambil ziaroh,"
"nah gitu dong dari tadi dik,kan gak memakan waktu"
"Oya... bang, ongkosnya gimana...?apa di ongkosin gratis dari Abang apa gimana..?" tanya Raffa antusias,
"ya klo ikut dua orang yang satu gratis dek, maksudnya gratis separuh harga heheehehe"
"bang Iqbal, bang Iqbal, kirain gratis semua, gak taunya cuma separuh harga,"
"ya kan orang banyak dek,itu saja sudah sangat banyak loh uang yang harus Abang keluarin,"
__ADS_1
"ah, Abang kan udah jadi PNS... secara klo orang kampung, PNS itu jadi impian mereka loh."
"iya juga ya dek,padahal masih lebih banyak penghasilan dari kerja, apalagi jika kerja kantoran,"