
"Assalamualaikum...,,"sampai diteras Ayra mengucapkan salam dan di sambut baik ol h keluarga ustdz Reno
"Waalaikumussalam"keluarga ustdz Reno menyambut Ayra dengan sangat antusias,karna mereka semua banyak yang belum tau wajah Ayra. secara keluarga ustdz Reno kebanyakan menetap di tempat istri atau suami mereka masing-masing. Dulu keluarga ustdz Reno memang tau pada waktu Ayra masih kecil,dan sekarang ternyata sudah jadi tunangan saudara mereka sendiri.
"Mari masuk nak,, silahkan duduk"ucap bibi ustdz Reno.
"Enggeh bik, terimakasih"Ayra menjawab dengan tersenyum hingga menampilkan wajah cantik merona kemerahan di pipinya.
Kemudian setelah beberapa saat,Ayra di ajak makan bersama keluarga dan juga bersama ustadz Reno. akhirnya Ayra makan dengan canggung, dan sangat malu, walaupun sebenarnya ia sudah makan dirumahnya tadi, tapi mau menolak ajakan mereka terasa tak sopan.
selesai makan ,, keluarga ustdz Reno memberikan waktu bagi Ayra dan juga ustdz Reno untuk berdiskusi tentang bagaimana keinginan orang tua nya yang ingin segera memiliki cucu (segera menikah)...
"Zaa.. mohon maaf jika ibu meminta kita segera menikah.."kata pertama yang harus di dengar Ayra dr ustdz Reno.
mereka berdua saling menundukkan pandangan nya,tak saling melihat wajah salah satunya,menghindari fitnah.bahkan duduk berjauhan
"Sebenarnya saya tidak bermaksud menolak ajakan itu ustd,tapi mohon maaf Zahira belum siap ustadz." Ayra menjawab dengan bibir agar gemetar,ia takut dan benar-benar menjadi sangat grogi, padahal sebelumnya dia sudah memantapkan hati agar tidak terlalu takut.
"Jadi maksudnya gimana zaa...?"tanya ustdz Reno lagi sendu sangat tampak raut wajah sedihnya.
"Dengan segenap hati Zaa benar2 minta maaf ustdz. zaa...masih belum siap,." Dengan suara yang sangat lirih Ayra mengatakan bahwa dia belum siap menerima kenyataan ini.
"Lalu bagaimana zaa...??"apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan ini zaa...?" Ustadz Reno mengusap air matanya yang keluar begitu saja tanpa permisi
"Maaf ustdz, tapi za...juga berat ustdz, zaa.. tidak bisa... zaa mohon maaf kan Zahira ustdz, benar-benar mohon maaf." sekali lg Ayra hanya bisa meminta maaf,atas ketidak siapannya. Ayra juga meneteskan air mata,merasa sangat bersalah kepada ustdz Reno.
tapi bukankah ustdz Reno memang mengatakan akan menunggu sampai dimana Ayra siap...?!
__ADS_1
Sedangkan keluarga ustdz Reno sebenarnya mendengar kan di balik pintu ruang tengah, tempat Ayra dan ustdz Reno sekarang ini.
"Bukannya kemaren pada waktu ustd kepondok , ustdz sudah mengatakan bahwa ustdz akan menunggu Zahira siap..?
"Iya zaa..tapi ibu sudah sepuh,dan umurku semakin bertambah tua, mau sampai kapan kira-kira Zahira bisa siap...?bahkan kita bertunangan sudah hampir setahun." Ucap ustdz Reno lagi.
Di dalam , tempat di mana keluarga ustdz Reno berkumpul demi mendengar kan diskusi mereka .. semuanya merasa bersedih karena penolakan Ayra.
Sedangkan Ayra sudah memikirkan dan menimbang-nimbang agar dia bisa mengatakan yang sesungguhnya kepada ustdz Reno. agar tidak semakin banyak lagi kesalahan nya , kemudian ayrapun berkata lagi dengan maksud baik
"ustdz,jika memang ustdz ingin cepat menikah,kita akhiri saja pertunangan ini.."dan carilah yang benar2 siap menjadi istri ustadz Reno."
ucapan Ayra kali ini sangat menusuk jantung ustdz Reno.bahkan ia merasa di Sayati kulitnya dengan sebilah pisau yang tajam dalam keadaan sehat dan sadar saking dari sakitnya. sampai ia seperti tidak bisa membuka bibirnya untuk menjawab ayra. Namun ia berusaha keras agar tetap tenang
"APA SALAHKU ,?hingga kau minta batalkan pertunangan ini,?bukankah kita tidak ada masalah,,,?" ustdz Reno masih tetap menundukkan kepalanya menjaga kesopanan dan menyembunyikan kesedihannya
"Sangat...!!! jangan tanya lagi zaa...?" Ustdz Reno dengan lantang menjawab pertanyaan Ayra.
"Jika memang ustdz sayang dan cinta padaku,aku minta tunangan ini di batalkan" lanjutnya tanpa menahan nafas.
Kini bukan hanya ustdz Reno dan Ayra saja yang berada dalam suasana yang tegang dan tidak nyaman ini ,namun keluarga ustdz Reno pun yang mendengar perkataan terakhir Ayra barusan langsung histeris, mereka tidak pernah menyangka bahwa ini semua akan terjadi pada keponakan mereka.
"Kenapa zaa...?"lirih.." kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa saat pertama kali kita bertunangan...?"
"Kenapa kamu tega untuk membuat kami semakin bertambah banyak berharap,jika memang dari awal kamu tidak setuju..,!?" Ungkap ustdz Reno berat yang benar2 menjadi beban yang begitu besar di hatinya.
"Maaf ustdz,maafkan Zahira... mungkin saya tidak pantas mendapatkan suami yang begitu baik seperti ustdz Reno. saya memang ingin mengatakan yang sebenarnya ,tapi tak kuasa untuk bicara saat itu ustdz."
__ADS_1
"Lalu apa yang harus aku katakan pada orang tua dan keluarga besar kitaa...?"karena kita sama-sama tidak ada masalah apapun."semakin pilu rasanya untuk di ucapkan, namun ustdz Reno tetap mengatakan semua itu dengan penuh rasa sayang nya kepada ayra. ia benar benar sudah jatuh hati pada sang murid kecilnya ini sejak dari dulu.
Ayra terdiam sejenak,merespon pertanyaan yang diajukan oleh ustadz Reno.ia dan ustdz Reno memang tidak punya masalah apapun. lalu bagaimana mungkin langsung memilih bubar begitu saja..,,?; Apa ia tidak akan di salahkan atas semua perbuatannya itu...?
Ayra hanya ingin mengatakan yang sebenarnya,ia tak mau menunda lebih lama lagi,agar tak semakin banyak lagi harapan ustdz Reno dan keluarga besarnya.namun Ayra tidak mengatakan apa-apa tentang petunjuk dari mimpi2nya.
"mungkin ini sudah menjadi taqdir kita ustdz,kita hanya berjodoh sementara dan tidak sampai pada jenjang pernikahan."
"sekali lagi zahira mohon maaf yang sebesar-besarnya ustdz. ridhoilah muridmu ini, jangan berikan amarah serta kutukanmu pada Zahira ustdz,"
"karena sebelum ustdz meridhoi dan memaafkan,Zahira tidak pernah akan bahagia,"ucapnya lagi sambil menggigit bibirnya yang tipis .
ustadz Reno sangat kalut, memikirkan bagaimana caranya agar hubungan ini tetap terjalin dengan baik.
"apa tidak bisa kamu pikir pikir lagi...aku minta agar kamu tidak mengambil keputusan secara langsung begini"ucapnya dengan sangat terpukul, sambil menunggu Ayra menjawab.
"tapi Zahira tidak ingin lebih menyakiti hati ustdz dan keluarga lebih dalam lagi.maaf tapi sungguh zaa tidak bisa membohongi hati ini lagi ustdz, ucapnya sendu,"zaa juga mohon pamit pulang ustdz.mohon maafkan semua kesalahan zaa ini ustdz.ayra sudah terisak merasa bahwa dirinya tidak pantas disebut sebagai seorang santri Sholihah, yang menyakiti hati gurunya,tapi ia sudah berpikir penuh pertimbangan yang matang, untuk bisa mengatakan yang sebenarnya langsung kepada orang yang bersangkutan.tidak melalui orang lain.maupun lewat orang tuanya.
"biar ku Antar zaa... jangan menolak,sekali ini saja aku ingin membonceng mu sebagai seorang tunangan."
😭😭😭😭😭🥺🥺🥺🥺
****
siapa yang salah disini.....?
bagaimana selanjutnya hubungan antara mereka....???
__ADS_1
mohon dukungannya ya kakak2 semuanya 🥰🥰🥰.dan terimakasih Banyak ya buat yang udah kasih like nya .semoga sehat selalu dan lancar rizkinya aamiin 🤲🏻 🤲🏻🤲🏻