
"katakan saja nak ,apa yang bisa kami bantu...?" akhirnya pak Suryo tidak begitu tegang lagi , mendengar suara lembut ustdz Zafir
"begini pak," ustdz Zafir membenarkan duduknya dan agak mendekat ke arah pak Suryo, "sebenarnya Alzam saat ini sedang dalam masalah,ia ingin minta bantuan dari pak Suryo dan Bu fatt" suara beliyau yang lembut dan santun tidak terlihat jika ada masalah besar,namun seperti permohonan, "kami kesini ingin meminang putri bapak dan ingin menjadikan nya istri saya pak," Alzam yang dari tadi diam malah langsung pada intinya.ia tidak ingin berlama-lama lagi,jika memang di setujui Alhamdulillah tapi jika tidak ia secepatnya akan mencari wanita lain sebelum keluarga Yasmine mengambil keputusan sepihak.
pak Suryo masih belum bisa berkata-kata dan begitu juga Bu fatt,mereka terplongo sangat terkejut mendengar ucapan sang penolong sang putri dulu melamar anaknya
"bagaimana pak..?buk...?apa lamaran sahabat saya di terima...?"
pak Suryo dan Bu fatt masih mendengar kan lanjutan dari ucapan ustdz Zafir, mereka berdua tetap belum tenang namun tak menampik jika mereka begitu sangat terkejut,dan tidak percaya dengan apa yang di dengar
"apa bapak tidak salah dengar nak...?bisa di ulangi apa yang di katakan nak Alzam tadi...?bapak dan juga ibu masih belum percaya.,"ucap pak Suryo jujur
"pak, saya kesini untuk melamar putri bapak Assyifa ,jika bapak dan ibu berkenan saya ingin segera menikahinya meski tanpa pesta pernikahan dulu"Alzam dengan berani mengungkapkan keinginannya kembali,ia sudah tidak ingin malu malu lagi,meski sebenarnya ia juga gemetaran karna menahan rasa takut di tolak.
pak Suryo dan Bu fatt saling pandang seperti bertanya satu sama lainnya,
"bapak dan Bu fat boleh bermusyawarah dulu jika di perlukan,kami akan menunggu keputusan pak Suryo dan Bu fat disini"ustdz Zafir mengerti jika pak Suryo ingin berbicara dulu pada sang istri
"apakah boleh saya bertanya nak Alzam..?"
"silahkan pak,bapak tanya apapun jika saya bisa menjawab,akan saya jawab pak"Alzam menjawab
"apa nak Alzam ingin menjadikan putri bapak sebagai istri karna terpaksa..?" ustadz Zafir dan Alzam Sama sama menunduk,mau bilang tidak,ya memang karena terpaksa,tapi mau bilang terpaksa takut langsung di tolak,
__ADS_1
"emm,, sebenarnya bukan karena terpaksa pak,saya memang mencari istri agar saya tidak di jadikan sebagai pengganti kakak saya yang sedang sakit, mengingat pernikahannya sudah kurang dari sebulan pak" tanpa mengurangi rasa hormat ia berbicara yang sebenarnya.
"jadi maksudnya,nak Alzam mau menikahi Syifa hanya untuk tidak di jadikan pengganti kakak nya saja,lalu bagaimana dengan putri saya selanjutnya nak..?"Bu fat ikut bertanya, memikirkan bagaimana nasib sang putri jika tidak ada cinta dari suaminya,jika mereka menerima pinangan itu
"bapak dan ibu tenang saja,saya tidak ada niatan untuk mempermainkan pernikahan pak,buk. saya sudah mendapatkan restu dari orang tua saya untuk mencari calon istri sendiri,."
"benar kah nak..?"tanya pak Suryo dan Bu fat bersamaan.dan juga menoleh pada ustdz Zafir yang sedari tadi hanya mendengarkan perbincangan mereka.
"benar,,saya berjanji tidak akan main2 pak,saya benar benar berterima kasih jika bapak dan ibu berkenan memberikan izin untuk saya minikahi Assyifa 5 hari lagi bersamaan dengan pernikahan ustdz Zafir"ucapnya berharap di setujui
"jadi nak Zafir juga akan menikah..?"tanya mereka berdua lagi lagi bersamaan
"Hem iya pak Suryo,Bu fat dan sayapun sebenarnya juga berniat mengundang kalian untuk hadir kerumah saya saat saya menikah pak buk."ustdz Zafir membenarkan
"lalu bagaimana pak...?apa lamaran sahabat saya di terima...?"
"bagaimana pak..?"tanya Bu fat pada pak Suryo
"jika memang ini jalan terbaik untuk putri kita,bapak setuju buk"
"ibu juga setuju pak, apalagi kita tau jika nak Alzam orang yang baik, dan juga dialah orang yang pernah menolong Syifa hingga saat ini bisa mondok di pesantren Al Ulum ke inginannya."ucap Bu fat
"jadi bapak dan ibuk setuju..?"saut Alzam langsung menyalami keduanya,membuat ustdz Zafir juga melongo dengan perbuatan sahabatnya itu.
__ADS_1
"kami setuju nak, semoga saja pernikahan kalian berdua sama-sama memiliki keluarga yang sakinah mawadah warohmah aamiin."ucap pak Suryo yang di Amini oleh Bu fat dan kedua pemuda tampan itu.
"lalu bagaimana acaranya nak..? bukankah Syifa masih di pondok dan tidak mengetahui hal ini..?"tanya Bu fat
Alzam melirik ustdz Zafir,lalu iapun mengerti jika ia harus menjelaskan
"sebenarnya pernikahan itu klo untuk perempuan yang masih perawan terserah pada walinya pak, walaupun tanpa menghadirkan pihak wanita yang akan di nikahi namun jika walinya sudah merestui dan menikahkannya dengan pria yang dipilihnya maka akan menjadi sah."ucap ustdz Zafir "namun alangkah baiknya jika memang di beri tahu dan menghadirkan pihak yang bersangkutan agar pernikahan terasa lebih penuh barokah,dan manfaat"lanjut nya
"tapi bagaimana jika putri kita tidak menerima pernikahan dadakan ini pak..?"tanya Bu fat melihat ke arah pak Suryo, belum juga pak Suryo menjawab sang istri malah terlebih dulu di sambut oleh alzam
"saya mohon jangan di batalkan pak ,karna saya tidak bisa mencari calon istri dadakan lagi yang sudah saya tau seluk beluk keluarganya, saya berharap semoga saja bapak bisa mengatasi jika putri bapak menolak"
"Assyifa selama ini adalah anak yang nurut, tidak pernah sekalipun ia menentang ucapan orang tua nya,,bapak yakin kali inipun ia juga pasti nurut buk"ucap pak Suryo pada Bu fat.bu fat mengangguk membenarkan ucapan sang suami
"dan untuk nak Alzam,bapak sudah menerima pinangan kamu,jadi bapak tidak akan pernah membatalkan rencana ini.kecuali jika nak Alzam yang ingin membatalkan sendiri."ucap pak Suryo lagi
"Alhamdulillah terimakasih banyak atas pengertian bapak,jadi besok Alzam akan langsung mengurus semua apa yang di butuhkan untuk pernikahan,namun untuk saat ini kami belum bisa mengadakan pesta pernikahan yang besar pak"
"tidak perlu pesta besar nak.yang penting sah Dimata hukum dan Agama saja itu sudah cukup bagi kami."ucap pak Suryo
sedangkan adik Syifa Eka dari tadi mendengar percakapan mereka semua,ia ada di kamar nya namun karna ruangan itu tidak di tutup dan juga tidak kedap suara maka percakapan mereka semua sangat lantang ke kamar nya, kebetulan juga kamarnya berada didekat ruangan tempat mereka berada sekarang ini. Eka sangat bersyukur jika memang kakaknya itu mendapatkan suami yang baik,apalagi dapat bonus tampan dan kaya ,mengapa harus tidak setuju menurut nya.jika saja dirinya sudah cukup umur iapun juga mau di pinang mereka berdua, mengingat mereka yang sopan santun dan juga ramah,apalagi juga sangat tampan mempesona.eka menghela nafas panjang,"apa sih yang aku pikirkan,aduh nich otak kok bisa sampai berfikir tentang kehidupan orang dewasa sih..?"ucapnya pada dirinya sendiri di dalam kamarnya.
"ya Allah semoga saja jika hamba dewasa nanti juga mendapat jodoh seperti kak Syifa"doanya lirih.
__ADS_1