
Sedangkan di kediaman Ayra, hari ini Ustadz zafir meminta izin kepada sang istri untuk kembali ke restoran Zz sendirian, mengingat beliau juga adalah bagian dari pemilik restoran, sejak dulu ustad Zafir tidak pernah ikut berkecimpung dengan pekerjaan di restoran, beliau hanya ikut menanam modal saja saat pertama kali mereka membangun usaha tersebut. Namun karena saat ini keadaannya sudah berbeda dan bang Dikin dan juga Alzam sedang tidak ada di tempat dan Andika sendirian mengurus restoran tersebut bahkan restoran itu sekarang sudah banyak cabang-cabangnya. jadi ustad Zafir ingin juga ikut turun tangan menangani restoran tersebut karena saat ini beliau sudah memiliki Seorang istri beliau harus lebih ekstra dalam bekerja karena kebutuhan dalam keluarga itu sangat banyak. Tapi beliau tetap tidak melupakan pondok pesantren dan mengajar di pondok pesantren dan juga jika ada undangan manggung pun beliau tidak menolak, semua beliau kerjakan dengan ikhlas dan beliau juga tidak ingin merepotkan para sahabatnya karena mereka juga punya kehidupan sendiri. mulai saat ini beliau akan ikut serta dalam penanganan restoran tersebut, sebenarnya semenjak dulu ustad Zafir bukannya tidak ingin berkecimpung namun para sahabatnya lah yang memaksa ustaz Zafir agar tidak ikut serta dalam penanganan restoran, karena ustdz Zafir berada di pesantren jadi mereka hanya mengirimkan hasil daripada laba di setiap bulannya pada rekening Ustadz Zafir, bahkan ustad Zafir pun belum memeriksa seberapa banyak penghasilan semenjak dari dulu sampai sekarang, dan rencananya hari ini beliau juga akan mengecek atm-nya sebelum beliyau ke restoran, seberapa banyak isi daripada yang dikirimkan oleh para sahabatnya ke rekening tersebut, Ustadz Zafir pernah mendengar jika para sahabatnya mengatakan bahwa penghasilan dari restoran tersebut sangat banyak, 'lumayanlah buat usaha kecil-kecilan' pikirnya. dan beliau juga ingin memberikan yang terbaik untuk sang istri, walaupun beliau seorang ustadz yang hanya mengajar di pondok pesantren beliau tidak ingin sang istri kekurangan apapun, mulai dari belanja atau kebutuhan lainnya, jadi mulai saat ini beliau akan ikut menandatangani restoran,
" sayang mas berangkat dulu ya..?;" pamit nya pada sang istri karna tadi malam ia sudah menceritakan semuanya pada sang istri, jika sebenarnya restoran itu adalah milik empat orang yaitu Alzam, Andika bang Dikin kakaknya Alzam dan ustad Zafir sendiri, akan tetapi sejak dulu Ustadz zafir tidak pernah berkecimpung jadi ia mengatakan kepada Ayra untuk ikut menangani juga dari sekarang. apalagi saat ini sahabatnya masih dalam keadaan berduka .
" hmm,, hati-hati ya mas, jaga ini untuk Ayra," sambil memegang dada sang suami, Ayra sudah tidak akan takut lagi, ia benar-benar yakin jika sang suami tidak akan pernah berpindah ke wanita lain, mengingat kembali jika sang suami begitu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan juga ilmu yang melekat pada dirinya. Mulai saat ini Ayra tak ingin lagi selalu takut akan di tinggalkan oleh sang suami.
"pasti sayang, mas akan selalu menjaganya dengan baik, dan semoga Allah memberikan yang terbaik dan juga menjaga hati mas hanya untuk dinda." karena sejatinya sebaik apapun manusia, dan sebagaimana beratnya usaha manusia menjaganya, usaha mereka hanya sebuah usaha, sedang segala sesuatunya sudah atas izin Allah, dan Allah lah yang membolak-balikkan hati manusia. maka dari itu ustad Zafir meminta agar dijaga oleh Allah.
" Aamiin. ya udah mas barangkat gih"Ayra menyalami tangan sang suami, dan ustdz Pun mengecup kening sang istri sebelum berangkat,
" assalamualaikum"
"wa alaikum salam warahmatullah"
Karna sang suami sudah berangkat, dan Ayra tidak ada pekerjaan yang akan ia lakukan, semuanya sudah selesai, dari memasak, mencuci, dan beberes rumah, jadi ia termenung di depan Tv dan mengingat sang sahabat, Ayra ingin sekali rasanya menemui sang sahabat, tapi kata suaminya Syifa dan Alzam masih berada di Jakarta dan belum kembali kesini lagi. Akhirnya Ayra memutuskan untuk menelponnya untuk sekedar menghilangkan rasa kangen di hatinya.
Tuut Tuut Tuut
Tuut Tuut Tuut.
beberapa kali handphone itu berdering tapi tak ada yang mengangkatnya. ia mencoba kembali untuk menghubungi sahabatnya itu lagi. setelah 2x panggilan, akhirnya ada yang menjawabnya
" hallo assalamualaikum" ucap Ayra
__ADS_1
"ya hallo waalaikumsalam" jawab orang di sebrang.
" Apakah shifanya ada Bu..? ini saya bicara dengan siapa ya...?"
"oh Syifanya lagi ke toilet nak, ini tadi handphonenya ketinggalan di sini" ucap nama Alzam ramah
"ibu siapanya Syifa...?"
"saya ibunya alzam nak mertuanya Syifa. kamu siapanya Syifa...nak..?" tanya mama
" oh salam kenal Tante, saya sahabat Syifa, "
"salam kenal juga nak, Oya ini Syifa sudah selesai nak." memberikan handphone tersebut pada sang menantu. lalu Syifa menerimanya
"maaf ya nak, karna berkali-kali bunyi jadi mama terima,katanya sahabat kamu."
"gak papa kok mah, " tersenyum dengan sangat manis ",Syifa keluar sebentar ya mah." Syifa keluar setelah mendapat anggukan dari mertuanya, karena mereka ada di ruang tempat Diki dirawat, rencananya hari ini mereka akan mendatangi acara pernikahan Yasmin tapi mereka masih belum siap karena tadi alzam dan sang papa masih meminta izin kepada dokter untuk membawa Diki keluar barang sebentar, setelah selesai acara mereka akan kembali lagi ke rumah sakit karena Diki belum sembuh, tapi ia memaksa untuk hadir di acara tersebut.
"ya hallo...
"hallo faa gimana kabarnya...? udah gak ingat sahabat yaaa setelah menikah dengan pria pujaan hatinya.."ucap Ayra tanpa berhenti bertanya, karena mulai sejak menikah sampai saat ini mereka belum sama sekali saling mengabari mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
" Ay....aku kangen kamu Ay..." seneng banget, tau jika AYRA yang menghubunginya, ternyata sahabat seperjuangan itu tidak melupakan dirinya
__ADS_1
"ah lebay kamu faa... buktinya aku yang telpon duluan. berarti kamu gak kangen dong."
"gimana kabarnya faa, pasti seneng banget yaaa menikah sama pengeran berkuda putih yang nolongin kamu. sampai gak ingat sahabatnya.."
" alhamdulillah kabarku baik Ay, kamu sendiri gimana kabarnya...?
"baik say...rupanya sahabatku ini terlalu bahagia yaaa."
"iiihhh... gak salah tuuuh.. yang ada kamu kali Ay...yang kesenangen menikah sama suami hayalan kamu.iya kaan...?"
"eh dari mana kamu tau...? ustadz Zafir suami hayalanku...?"
"lupa ya nek..? klo pernah cerita...kikikiiiki?" ucap Syifa terkekeh. ia melupakan sejenak kisah cinta suaminya yang begitu di gilai wanita kaya. kemungkinan besar jika sang suami tidak kuat maka akan menikahi si Yasmine itu.
"hahahaha iya sih faaa lupa klo perbah cerita. Alhamdulillah Allah memberikan kita jodoh idaman kita ya faa?. kamu juga mendapatkan jodoh idaman kamu kan faa...?"
"heem ,iya Ay... Allah sangat menyayangi kita Ay..,kita berdua bukan hanya di berikan jodoh yang tampan, tapi juga istimewa Ay..,lebih2 kamu Ay..., bahkan mas Azam bilang jika ustdz Zafir adalah gurunya dan juga sahabat terbaiknya. seringkali mas Azam mengingat pesan dan nasihat beliyau bahkan disaat kami sedang di ranjang pun."ucap Syifa mengingat saat suaminya selalu ingat sang sahabat itu.
" appaaa...???!!! ingat suamiku saat di ranjang...? ih kok sampai segitunya sih faaa, jangan bilang suamimu ada rasa pada suamiku ya faaa wkwkwkwk" Ayra sengaja meledek sahabatnya itu
"ih ... ya gak gitu juga kali Ay..., awas yaa nanti saat aku kembali kesana ,kamu saya jewer."
"hahahaha"
__ADS_1
sambung lagi nanti ya kaak.🥰🥰🥰😘😘😘😘