
setelah 3 hari berlalu, Ayra yang telah selesai berjamaah shalat isyak, mendapat panggilan dari petugas jaga kantor pondok jika dirinya dapat telpon. orang tua Ayra menelpon kepondok pesantren Al Ulum guna untuk memberi tahu Ayra bahwa dia sudah bertunangan kembali dengan keponakan dari pak lurah yang bernama Jufri.
📞"hallo assalamualaikum"
📞" wa Alaikum salam,hallo nak. ini ibu.., gimana kabarnya zaa disana..?"ucap ibu Ayra menanyakan kabar Ayra dulu,ia takut Ayra sedang tidak enak badan, yang jika di kasih tau tentang dia yang bertunangan lagi takutnya semakin ngedroop
📞"Alhamdulillah sehat Bu..ada apa ibu menelpon zaa,,? bukannya baru beberapa hari yang lalu zaa di kunjungi...?
📞"heemm iya nak,gak ada apa apa kok. ibu cuma ingin tau kabar zaa aja."ucap ibunya yang masih ragu mengatakan bahwa dia sudah punya tunangan lagi.
📞"beneran gak ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan sama zaa..?katakan saja Bu..jika memang itu penting."
📞" itu,,,e...,,zaa jangan kaget yaa, sekarang zaa sudah punya tunangan lagi..,"
Deg..
sempat kaget , namun karena ia sudah benar benar menyerahkan keputusan pada orang tuanya.ia tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi.ia takut sang ibu bisa bisa sakit karena dirinya.
📞"emm ,, dengan siapa Bu...?"tanya Ayra ceria menunjukkan jika ia benar benar sudah menerima dengan pasrah apapun pilihan orang tua nya.
📞"dengan Jufri anak bak Karmila zaa, keponakan pak lurah itu ,dan semua keluarga juga sudah setuju kok,."ucap ibunya lagi,
📞"hemm ya sudah Bu.,,zaa sudah pasrah sama ibu dan bapak,jika memang dia baik menurut kalian ,"
📞" ya sudah kalo begitu nak , terimakasih yaa, sudah menyerahkan keputusan pada kami.semoga kamu mendapatkan jodoh yang Sholeh, 'Alim , tampan, dan dari keturunan yang bertaqwa."doa sang ibu sangat tulus dan mengandung makna yang dalam.
📞"Aamiin ya rabbal aalamiin.."
sebenarnya Ayra tadinya sudah sangat pasrah, dengan pilihan mereka. namun menjadi agak ragu setelah mendengar doa yang di panjatkan sang ibu saat ini. mengapa ibunya tidak berdoa "semoga berjodoh dengannya dunia-akhirat" dan malah berdoa semoga mendapatkan jodoh yang demikian..?; ia berpikir apakah sang ibu sebenarnya juga ragu pada tunangannya kali ini..?
📞"ya sudah kalo begitu ibu tutup telponnya ya nak, assalamualaikum"ucapan sang ibu membuyarkan lamunan Ayra
__ADS_1
📞"wa Alaikum salam warahmatullah"jawabnya lirih
setelah menutup telepon itu Ayra kembali ke asrama buru buru. kebetulan saat Ayra mendapat telepon itu sudah selesai sholat isyak. jadi ia ingin melakukan sholat istikharah memohon petunjuk Allah atas segala apa yang terjadi.ia berharap semoga Allah memberikan jawaban atas keraguan yang ada di hatinya. Ayra tidak ingin kejadian yang lalu terulang lagi,ia berusaha keras untuk mendapatkan keyakinan dalam hatinya.
*
sementara di tempat lain.
"assalamualaikum ustadz"ucap seorang santriwati ,mata indah bibir ****,wajah yang sangat cantik ,elok rupawan.wajahnya memikat hati yang melihatnya, membuat terpesona semua yang memandang nya.
"wa Alaikum salam warahmatullah"ustdz Zafir menjawab salamnya.sempat terpaku pada orang yang ada di depannya itu,namun beliau segera menundukkan pandangannya"astagfirullah" ucap ustdz Zafir dalam hati
"mohon maaf ustdz, tapi saya tadi mendapat perintah dari kiai dan bu nyai untuk memanggil ustdz ke Ndalem."ucapnya sangat lembut, penuh ke ibuan.
"oh..,,iya terimakasih"ucap ustdz Zafir, tidak ingin berlama-lama berada di hadapan santriwati tadi.
kemudian ustdz Zafir beranjak pergi ke Ndalem pengasuh pesantren ATTOYYIBIN ini.sudah biasa dirinya di panggil oleh kluarga pengasuh ,mengingat dirinya sudah menjadi pengajar dan juga pengurus pondok pesantren ATTOYYIBIN putra putri ini.namun baru kali ini beliau bertemu gadis tadi,karna memang biasanya yang memanggil adalah santri putra,bukan santri putri.
"kesini ,duduk zaf..,"dawuh kiai.
"enggeh bah"ustdz Zafir memanggil sang pengasuh dengan sebutan Abah yai.
duduk di sebelah kanan kiai sangat dekat dengan nya.entah kenapa biasanya kiai langsung memberi perintah atau larangan untuk kedisiplinan pesantren, tapi kali ini beliau memintanya untuk duduk di sampingnya.
"Zafir Awakmu wes duwe wadon seng di karep Tah?"(kamu sudah punya perempuan yang di kehendaki Tah..?)"tanya sang kiai
"boten bah, Kulo tas sek madhosi" (belum bah,saya masih mencari) "jawabnya
"Yo opo lek tak golekno ...?Arep Tah..?"(gimana kalo saya Carikan ..?mau tahh...?)"tanya pak Kiai lagi.
"kulo sak Estu bah,,menawi menurut panjenengan SAE" (saya serahkan pada Abah kalo menurut Abah itu baik)"
__ADS_1
"lek seng mau iku Yo opo,cocok oraaa..?(kalo yang tadi itu gimana,cocok tidak..?)"tanya pak Kiai lagi
sempat kaget, ustdz Zafir tidak paham yang mana,,apakah yang dimaksud kiai, gadis tadi yang memanggil nya...,,
"enggeh bah, boten ketingal jelas"(iya bah, tidak terlihat jelas)"
"seng mau manggil awakmu iku loo,,arek iku sopan, tingkahe Yo apik,ayu sisan Yo teko keturunan wong kaya."(tadi yang memanggil kamu itu loo,,anak itu sopan,tingkah lakunya baik, cantik juga,dan juga keturunan orang kaya)" ungkap sang kiai lagi
"Kulo boten meleh tiyang sogeh bah.,seng penting saking keluarga engkang beribadah dan neriman"(saya tidak memilih orang kaya bah, yang penting dari keluarga yang beribadah dan menerima apa adanya.)"jawabnya kepada sang pengasuh, dengan menunduk kan kepalanya menjaga kesopanan dan ke ta'dimannya,bukan bermaksud congkak Atas jawabannya, namun ia takut sang kiai mengira ia pemilih dalam membentuk sebuah hubungan, mengingat dirinya sudah pernah menikah dan juga usianya yang sudah cukup dewasa.bagi orang kampung halaman nya umur 28 tahun itu sudah sangat dewasa.
"tapi aku sek dorong ngomong Nang wong tuane, lek Awakmu gelem Yo baru tak omongke, mesisan langsung ta'aruf ae "(tapi aku belum bicara pada orang tuanya.jika kamu mau baru nanti tak bicarakan mesisan langsung ta'aruf saja)"
"enggeh bah,sak kerso Abah rumiyen" (iya bah, terserah gimana enaknya saja)"
"Yo wiss awakmu gak ngomong disek Tah Nang abahmu..?Ben tambah enak ,engkok merono bareng bareng"(ya sudah,kamu gak mau bilang dulu Tah ke abahmu,biar enak nanti kesana bersama sama)"
"enggeh bah,mangke Kulo sanjang teng abah Kulo" (iya bah,nanti saya bilang ke Abah saya)"
kemudian ustdz Zafir berpamitan untuk mengabari keluarganya dan keluar dari Ndalem kiai, dengan tergesa-gesa.namun belum juga sampai di kantor pondok pesantren tapi ia berpapasan dengan sahabatnya, Romi yang sedang keluar dari kantor pondok pesantren untuk menelpon ayahnya lagi.ia terlihat kecewa,mungkin lagi lagi ayahnya tidak menjawab pertanyaan nya.
"hey Romi... sedang apa disini..?"tanya ustdz Zafir yang pura pura tidak tau.
"Hem,,lagi nelpon ayah Gus,"ucapnya "kenapa murung begitu...?"
"yah karna lagi lagi ayah tidak ngasih tau Gus.,"
" ya udah lah Romi,mungkin pak Gito belum siap ngasih tau kamu."
"iya Gus tadi ayah bilang akan menelpon Gus sendiri"ucap Romi
"tapi aku...tadi aku...
__ADS_1
🙏🙏🙏 mohon dukungannya ya kakak2.