
sesampainya di ruang tempat dimana tadi yang di kasih tau oleh Romi, ustdz Zafir mengetuk pintu kamar, setelah dibuka oleh Romi , ustdz Zafir langsung melihat siapa yang ada disana hingga Romi sangat terburu-buru dan juga menyuruhnya untuk menyusul"Romi siapa yang sakit..?"tanyanya karna belum kelihatan siapa yang ada di berangkar Itu.
"eh Gus,mari silahkan masuk dulu Gus,ayah yang sakit Gus,pas waktu beliau berkunjung ke pesantren kemaren beliyau menginap disana,tapi entah kenapa tiba-tiba setelah sholat subuh beliyau muntah-muntah dan juga buang air terus, ya akhirnya aku memutuskan untuk membawa beliau ke RS Gus"Romi menjelaskan secara detail dan lengkap.
kini mereka sudah di hadapan pak Gito,ayah Romi,tapi saat itu pak Gito masih tertidur karena sudah di suntik oleh dokter.
"terus gimana kata dokter Rom,,?"
"Alhamdulillah tidak ada yang serius Gus,katanya beliau cuma gejala muntaber,untung saja langsung di bawa kesini ,dan tidak sampai terjadi sesuatu pada ayah." jelas Romi lagi
"Alhamdulillah klo gitu Rom,,tapi tadi kamu menyuruhku untuk menyusul ke sini apakah ada kepentingan yang lain...?"tanya ustdz Zafir lagi
"hemm iya Gus,kemaren ayah mengatakan gimana lanjutan pertanyaan yang dulu itu katanya Gus.,;?"
"yang mana nich...?kok aku lupa ya Romi,,"sejenak beliau mengingat kembali apa yang pernah di tanyakan oleh pak Gito kepadanya.
"yang waktu itu,ayah nawarin seorang gadis pada Gus itu, yang masih ada saudara denganku itu loo Gus."ucap Romi menjelaskan.
kemaren pak Gito memang sudah menjelaskan pada Romi bahwa yang dimaksud beliau waktu itu memang Ayra zahira,saat itu Ayra batal bertunangan dengan ustdz Reno,namun karena sebelum ustdz Zafir memutuskan ternyata Ayra sudah bertunangan lagi dengan keponakan pak lurah, akhirnya pak Gito tidak memberikan kabar lagi kepada ustdz Zafir maupun kepada Romi sendiri,
"oh,,, yang namanya siapa zaa..., zaa...., siapa Rom,?lupa udah lama om Gito tidak menghubungi lagi."ustdz Zafir mencoba mengingat nama gadis yang waktu itu di bilangin pak Gito
"Zahira Gus,"ucap Romi
"oh iya,,, Zahira..nama yang bagus tapi bagaimana menurut mu Rom..?"tanya ustdz Zafir kepada Romi
"klo menurutku dia baik Gus, anaknya tidak pernah neko-neko,sampai saat inipun ia masih di pesantren Gus,ya...mungkin memang tidak begitu cantik Gus,tapi dia kulitnya putih bersih,walau tak semulus orang Korea Gus."ucap Romi mulai somplak lagi
"ah kamu Romi ,ada ada saja,masak disamakan dengan orang Korea..?!"
__ADS_1
mereka berdua tertawa...,,
"eh tapi waktu itu kamu bilang tidak tahu siapa yang di maksud om Gito,dan katamu kalo yang namanya Zahira itu sudah punya tunangan..?"kata ustdz zafir mengingat kembali waktu Romi bilang kalau saudara yang pernah di jodohkan dengan dirinya cuma zahira dan kata dia sudah bertunangan dengan gurunya sendiri
"hemm,, iya Gus, mereka sudah putus bertunangan," ucap Romi lagi karena ia sudah di ceritakan oleh pak Gito kemaren
setelah beberapa saat mereka berdua berbicara panjang lebar mengenai perjodohan waktu itu.akhirnya pak Gito terbangun dari tidurnya.
"eh ada nak ustdz,"ucap pak Gito
"eh om, gimana keadaan om sekarang..?"ustdz Zafir langsung bertanya kabar pak Gito
"Alhamdulillah setelah tadi di obati dan di suntik ,om tidak lagi meresa mual."
"Alhamdulillah semoga cepat sembuh dan pulih ya om"
"aamiin,.iyaa apa Romi sudah menceritakan semuanya..?"tanya pak Gito lagi
"tidak ustdz,saya tidak ingin kejadian itu terulang lagi,saya harus cepat cepat sebelum di dahului lagi."ucap pak Gito serius
"maksud om di dahului lagi gimana...?"tanya ustdz Zafir penasaran
"apa kamu blum menceritakan semuanya Rom,,?"tanya pak Gito pada sang anak yang dari tadi kan perbincangan mereka.
"sudah Yach,tapi tidak semuanya secara detail."jawab Romi,pak Gito menghela nafas kemudian berkata
"om tidak mau di dahului lagi seperti saat dulu Zahira batal tunangan dengan ustdz Reno, tapi tidak lama kemudian bertunangan lagi dengan keponakan pak lurah disana.dan sekarang ini mereka juga sudah putus, jadi sebelum ada yang meminangnya lagi,om ingin tahu keputusan kamu nak ustdz."ucap ayah Romi
"Hem,, sebenarnya Adi beberapa kali bermimpi sedang sholat di masjid agung tempat kakek itu om,dan ada seseorang yang berkata bahwa Adi harus menetap disana."ucap ustdz Zafir menceritakan tentang mimpi itu kepada pak Gito
__ADS_1
"nah itu bukan hanya sebuah kebetulan nak ustadz,itu merupakan sebuah petunjuk yang diberikan Allah kepada nak ustdz."ucap pak Gito lagi
karna memang tempat tinggal Ayra itu di daerah tempat kakek ustdz Zafir dulu tinggal yaitu di kota P daerah W, sangat tepat sekali, sesuai dengan mimpi yang datang pada ustdz Zafir.
"mungkin saja om,"ucap ustdz Zafir yang memang membenarkan adanya,
"lalu gimana Sekarang nak ustdz,apa nak ustdz sudah siap menghitbah zahira..?" tanya pak Gito yang memang terkesan terburu-buru karna ia takut kedahuluan lagi oleh orang lain.
ustadz Zafir menghembuskan nafasnya kemudian ia berkata"insyaallah saya siap om tapi Adi akan meminta restu dari Abah dan ummi dulu om."
"Alhamdulillah, segera lah menghubungi mereka nak ustdz,agar om tidak terlambat lagi."
"selaris itukah diya om...?"ustdz Zafir menyunggingkan senyuman nya melihat ayah Romi yang begitu sangat antusias dengan perjodohan antara dirinya dan gadis bernama zahira itu.
"Hem,,betul sekali nak ustdz, laris manis kayak kacang goreng di tepungin" ucapnya mengikuti jejak Romi yang somplak
"ha ha ha ha ha ha ha ha,,, ayah bisa juga ngelucu ya...?"ucap Romi yang dari tadi menjadi pendengar setia perbincangan mereka. ia terpingkal-pingkal dengan ucapan sang ayah.
"heh,, anak Badung tutup mulutmu,awas ada cicak yang masuk kesitu ya." ucap pak Gito, yang sontak saja Romi langsung menutup mulut yang dari tadi masih terpingkal-pingkal.
"ternyata Romi somplak,bin sengklek dari om yaa..?"ucap ustdz Zafir yang juga bahagia dengan kelucuan ayah dan anak itu
"he he he,mungkin saja nak ustdz,,Oya segera kabari om ya jika ustdz Adi sudah siap dan sudah mendapat ridho orang tuanya."
"Hem,,iya om,besok lusa Adi ada undangan manggung ,dan bisa bertemu dengan mas hasby dan juga Raffa ,Adi akan meminta pendapat mereka dulu om"
"terserah gimana enaknya nak ustdz saja.yang jelas segera kabari om atau kasih tau Romi jika sudah ada keputusannya."ucap pak Gito lagi yang masih tetap tiduran di atas bed nya.
"iya om,,jika sudah ada keputusan,pasti akan Adi kabari, yang terpenting sekarang om harus sehat dulu"
__ADS_1
"ayah mah udah sehat Gus,lihat saja udah banyak banget bintang bintang di atas kepalanya."ucap Romi , yang langsung mendapat timpukan bantal dari pak Gito
mereka bertiga berbahagia walaupun sebenarnya pak Gito dalam keadaan masih sakit, beliau berharap agar ustdz Zafir direstui dan berjodoh dengan keponakan sepupunya itu,