SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 74 NASEHAT


__ADS_3

di hari dan waktu yang sama ustdz Zafir sudah siap untuk pulang ke rumahnya,Abah ummi dan juga Raffa telah datang ke pesantren attoyyibin untuk mengundang pak kiyai sekaligus memamitkan putra mereka yang akan menikah,walaupun ustdz Zafir sebenarnya sudah berstatus pengajar namun tidak boleh begitu saja pergi tanpa meminta restu dari pengasuh pesantren itu,ya walaupun kemungkinan besar masih bisa melanjutkan ngajar saat nanti setelah menikah, tapi tidak ada jeleknya untuk minta rhidonya bukan."mas mana mas Alzam,..?apa beliyau beneran akan menikah bersama an dengan mas Adi...?"


Raffa penasaran dengan cerita sahabat kakaknya ini.mengapa bisa sampai mau menikah di acara yang digelar oleh ustadz Zafir,


"benar raff.mas lah yang mengajak nya untuk menikah di hari yang sama.lagian meski ada Alzam di acara pernikahan mas toh tidak menggangu pernikahan itu kan..?"


"iya sih mas, Raffa cuma penasaran aja mas,kan mas Alzam orang yang kaya tuh, menurut Raffa tidak mungkinlah mau dengan acara pernikahan sederhana seperti acara mas ini."


"dek,, Alzam tidak seperti itu,dia menghormati orang lain, apalagi memang mas yang menyarankan nya untuk menikah bersamaan dengan mas,"


"iya sih mas,Oya kmana mas Alzam sekarang mas ..?"


"sepertinya ia baru saja selesai dengan urusannya,dan juga masih bersiap ikut kita pulang"


"jadi mas Alzam akan tinggal di rumah kita selama beberapa hari ini...?enak tuh ,biar nanti Raffa jahilin dia mas"


"husst,,apa sih dek..? Oya ayo bawakan semua barang-barang mas ke dalam mobil"


"Huft,,iya mas,"Raffa mengangkat semua barang-barang ustdz Zafir yang sudah ia siapkan untuk di bawa pulang ke dalam mobil yang telah ia sewa sewaktu tadi mau kepesantren,


sedangkan Alzam juga keluar dari kamar maktab ustdz Zafir setelah berganti pakaian ustdz Zafir,ia tidak membawa apa-apa saat mau ke pesantren waktu itu,dan belum sempat berbelanja karna sibuk mengurus perizinan pernikahan dadakan nya.sesampainya di luar ia langsung menghampiri keluarga ustdz Zafir yang sudah selesai dengan semua urusan nya, yang mana mereka memang sudah menunggu Alzam saja.


"assalamualaikum Abah ummi"ia langsung menyalami Abah dan ummi, tidak lupa juga dengan adik sahabat nya itu


"wa alaikum salam,nak.gimana sudah siap untuk menikah ..?"


"emm,,, siap ummi,meski belum sepenuhnya hehe"


"ya sudah klo begitu ayo kita pulang."ajak Abah pada semuanya,


"enggeh bah"


note:sengaja author buat percakapan bahasa indo semua biar enak di baca, sebenarnya Abah dan ummi lebih sering menggunakan bahasa Jawa.


mereka semua masuk kedalam mobil dan berangkat untuk pulang kerumah Abah dan ummi.ustdz Zafir duduk bersama Alzam di belakang,sedang Abah duduk di depan di samping Raffa dan ummi,adapun yang menjadi sopirnya adalah si pemilik mobil.


di setengah perjalanan menuju ke tempat ummi tidak ada yang berbicara sampai ustdz Zafir memecahkan keheningan


"zam,apa kamu tidak mau bertanya kepada tunanganmu berapa mahar yang ia minta..?"tanya ustdz Zafir pada Alzam


", emang perlu ya Gus..?"

__ADS_1


"ya perlu lah,biar kamu tau apa dan berapa yang ia inginkan,"


"klo mas sendiri sudah tanya belum..?"tanya Raffa dari bangku depan.


"sudah dek,"tanpa basa-basi langsung menjawab singkat


"eh kapan mas...? apa mas bertemu dengannya...?"tanya Raffa antusias


"mungkin 3hari yang lalu.mas cuma menelponnya, tidak bertemu langsung dengan orang nya."ucap ustdz Zafir


"menelponnya...,?dari mana mas tau no handphone nya..?" Raffa kepo banget


"mas menelponnya ke pondok Al Ulum raff.kamu itu jiwa ingin tahu nya besar sekali ya..?"


"ya iyaa lah mas.siapa coba yang gak kepo dengan perkembangan hubungan mas, yang memang tidak ada yang tau satu sama lainnya, padahal lusa kalian sudah akan menikah looh."


ustadz Zafir terdiam sejenak berpikir atas apa yang di ucapkan sang adik,iya memang tidak tau sama sekali tentang calon istrinya bahkan fotonyapun tidak tau.


"apa mas tidak ingin tau calonnya mas...entar ketukar Lo sama calonnya mas Alzam?"goda Raffa bertanya lagi karna ustdz Zafir terdiam


"Raffa jangan suka menggoda mas mu."Abah memang tidak banyak bicara tapi sekali beliyau bicara semua anak-anaknya sangat patuh,


melihat interaksi dari keluarga ustdz Zafir ini membuat hati Alzam menghangat,ia jadi teringat akan perkataan mama dan papanya kemaren saat iya memberitahu jika ia akan menikah,


flash back sehari sebelumnya


"pah..mah..Alzam akan menikah 3hari lagi"ucapnya saat VC dengan orang tuanya.


"maaf kami tidak bisa hadir nak ,kamu tau sendiri.mamahmu menjaga kakakmu sedang papa sendiri mengurus perusahaan tanpa bantuan dari kalian.jadi papa sangat sibuk dan tidak mungkin bisa hadir di acara itu" ucap pak Sanjaya yang juga di angguki oleh sang istri.


"tidak apa-apa pah,mah.yang penting restu kalian berdua sudah Alzam kantongi.mohon doa restu pah mah."


"kami merestui pernikahan mu nak.semoga kalian bisa bahagia ,.maafkan kami tidak bisa menyiapkan pesta pernikahan untuk mu karna memang dadakan, selain itu juga agar tidak di sadari oleh kluarga Diningrat nak,"


"gak perlu pesta yang mewah pah, Alzam juga sudah ada pesta meski sederhana, Alzam akan menikah bersamaan dengan ustdz Zafir yah.jadi pestanya jadi satu."


"salam kan pada nak Zafir, setelah menikah berkunjung lah kesini,akan papa kasih hadiah untuknya."


"iya pah ma,ya sudah klo gitu Alzam tutup dulu ya assalamualaikum"begitu lah percakapan antara dia dan keluarganya.


flash back off

__ADS_1


"zam,kok ngelamun...?"ustdz Zafir sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu


"eh enggak kok gus.cuma ingat papa dan mama aja Gus"


"oh iya mas,apa mereka akan hadir mas..?"tanya Raffa lagi.


"enggak Raff, mereka berdua tidak bisa hadir karna kesibukan papa dan juga karena menjaga bang Dikin yang sakit"


"maaf ya mas,dan semoga bang Dikin cepat sembuh.aamiin"


"aamiin"


"O...ya zam apa kamu mau menelpon tunanganmu...?"


"nanti saja, setelah nyampek di rumahnya Gus.", Alzam mau tapi malu jika di depan mereka semua.biarlah nanti ia akan menghubungi calon mertuanya dan minta di sambungkan ke Syifa,karna kemungkinan besar mereka sudah menjemput Syifa dari pesantren.


"cie...cie... yang takut ketahuan...kita,"ucap Raffa,lagi lagi ingin menggoda


"Raffa...kenapa kamu iseng begitu nak.gak baik loo seperti itu."ummi menegur Raffa dengan sangat lembut,ia tidak ingin Raffa di tegur lagi oleh Abah.


", hehehe maaf ummi , Raffa sepontan"menunduk malu sama Abah


"biasakanlah bicara yang berfaedah,agar tidak seringkali terjadi kesalahan,minta maaf itu baik tapi tidak juga harus di berulang ulang"ucap Abah bijak


"enggeh bah."semuanya menunduk karna mereka tidak mau mendapat teguran dari Abah lagi, mereka tidak lagi berbicara hingga Sampai dirumah mereka,


"ayo bantu mas Adinya bawa barang barangnya kekamar dulu nak."ummi mengeluarkan semua barang-barang dari mobil dan kemudian di angkat oleh Raffa Alzam dan ustdz Zafir sendiri.


"terimakasih ya mang.."ucap Raffa pada orang yang punya mobil,ia tadi juga sudah membayar uang sewanya langsung, jadi sekarang tidak perlu lagi membayar .


setelah semua barang yang dibawa masuk kedalam kamar ustdz Zafir, Alzam di hampiri oleh Raffa dan bertanya"mas Alzam mau tidur dengan Raffa...?atau mau dikamar mas Iqbal saja...?"


"emm,klo boleh aku ingin di kamar Gus Zafir aja Raff,biar nanti klo ada sesuatu yang di tanyakan enak, tidak perlu keluar kamar"ucap Alzam yang memang ingin berada di kamar ustdz Zafir.


"Hem,,klo gitu terserah mas Alzam saja."ucap Raffa


"Raff,maaf ya,gara gara aku ,kamu di tegur Abah."ucapnya merasa tidak enak


"eh,gak papa kok mas, emang Raffa yang suka jahil.makanya Abah suka memberi nasehat,"ucap Raffa tanpa beban.ia tidak merasa di marahin,sudah sepantasnya jika orang tua menegur anaknya jika ada kesalahan.benar kata Abah jangan biasakan bicara yang tak ada faedahnya, agar tidak kebiasaan bersalah dalam bicara.


mohon dukungannya kak,like dan komen ya kak.jangan lupa rate bintang lima juga ya kak😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2