SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 69,NGOPI BARENG


__ADS_3

Setelah selesai menelpon sang tunangan ustdz Zafir masih menatap handphone nya dan tersenyum dengan candaan mereka tadi,sampai ia di kagetkan dengan tepukan tangan Alzam yang sudah dari tadi menunggunya."Gus.. masih belum selesai...?"tanya Alzam yang tidak tahan juga ingin menggoda sahabat nya itu,tapi karena masih dirumah pak Suryo ia menahannya sampai nanti di perjalanan.


"Em,,,sudah kok,sudah. kemudian ia berkata lagi pak klo gitu kita pamit dulu ya pak Suryo buk fat..kami masih mau mengurus surat-surat yang di butuhkan untuk pernikahan Alzam dan dek syifa nanti" ustdz Zafir menoleh pada pak Suryo dan Bu fat dan berpamitan untuk pulang


"Iya nak Zafir, terimakasih atas kunjungan dan semuanya"


"Sama sama pak"


Ahirnya ustdz Zafir bersalaman kepada pak Suryo dan menangkupkan tangan pada bu fat, begitu juga dengan Alzam yang menyalami keduanya. "kami pulang dulu pak buk." ucap Alzam


"Iya nak, semoga semuanya lancar dan sukses tidak ada halangan apapun.aamiin."


"Aamiin"


Setelah berada di dalam mobil Alzam yang tidak bisa lagi menahan diri untuk menggoda ustdz Zafir langsung bertanya"ekhem... kayaknya ada yang tidak bisa nahan senyum nich dari tadi,"ucapnya mulai mencoba menggoda


"Entahlah khi,, kayaknya dia itu lucu sekali orangnya,jadi ngebayangin kalo bersama nanti pasti sangat heboh,"ucap ustdz Zafir masih tetap tersenyum.


"Emang sih cinta itu datang kapan saja,tanpa di undang, pergipun tanpa di antar."seloroh Alzam


"Eh bukannya yang begitu itu jailangkung yaaa khi...?" Ustadz Zafir menatap kearah alzam


"Eh bukan hanya jailangkung saja Gus, buktinya sejak tadi Gus tidak berhenti tersenyum jadi pasti sudah tumbuh benih-benih cinta asmara di dalam hati Gus." Ucapnya sambil menyetir mobil nya.


"Bisa aja kamu khi...,.tapi ada benarnya juga sih, kayaknya aku sudah jatuh cinta pada suara pertamanya."


"Halah gus gus...,dimana mana biasanya jatuh cinta pada pandangan pertama.ini malah pada suara pertama...Gus bisa juga ngelawak yaa...hahahaa."Alzam tertawa dengan kalimat yang di lontarkan ustdz Zafir


"Ya kan aku belum pernah melihat dan memandangnya khi....,suaranya pun baru pertama tadi itu saja aku mendengarnya."


"Rumit kisah cinta kamu Gus" ucapnya tanpa sadar jika masalahnya lebih rumit dari kisah cinta ustdz Zafir


"Sepertinya lebih rumit kamu khi..,."ucapnya "oh iya gimana kabar bang Dikin sekarang..?apa sudah ada perkembangan...?"lanjut ustdz Zafir


"Setelah tadi pagi mama nelpon Alzam, beliyau mengatakan jika sudah ada kemajuan gus.ya meski belum juga sadar dari komanya tapi sudah ada sedikit kemajuan." memang sebelum berangkat dr pondok tadi Alzam di telpon oleh mamanya karna ingin tau ke adaannya.


"Hem Alhamdulillah khi.semoga semakin membaik,aamiin"


"Iya Gus terimakasih doanya"

__ADS_1


Tanpa terasa hari sudah sore saat mereka kembali ke pesantren lagi.alzam masih akan menginap di pesantren ini agar bisa mengurus semua apa yang di butuhkan lebih dekat ,dari pada harus pulang pergi ke Jakarta dan kekota P


"Khi..malam ini kita ngopi bareng bareng yuuk.ajak juga Romi dan Dika berkumpul di sini." Ustadz Zafir ingin berkumpul bersama para sahabatnya sebelum mereka benar benar menikah,dan sibuk dengan urusan rumah tangga masing-masing


"Klo Romi kan emang sudah disini gus.tinggal kita hubungi Dika saja..."


Lalu Alzam menghubungi Dika yang saat ini masih menangani restoran Zz sendiri sejak Alzam ada masalah besar di kantor perusahaan orang tuanya. alzam menyerahkan urusan restoran itu kepadanya dan kembali ke kediaman keluarga Sanjaya.


"Oya khi.lalu restoran Zz itu klo tidak ada kamu hanya Dika saja yang menangani...?"tanya ustdz Zafir yang melihat telpon Alzam belum juga di angkat oleh Dika.


"Hem,, ada yang membantu gus.diakan cuma ngecek saja.bagian pekerja dan juga chef sudah ada bagiannya sendiri." masih terus menatap handphone nya yang belum juga di angkat Andika,mungkin ia lagi sibuk


"Oh gitu yaaa,?maklum khi aku gak pernah kesana apalagi untuk bekerja..,"sesalnya


"Itu sudah bukan bagiannya gus. bagian Gus yang mendoakan agar tambah berkah dan cukup menerima transfer dari kami tiap bulannya kikikikikiki"


"Ah jadi malu aku khi....," Sambil berjalan menuju pondok setelah tadi memarkir mobilnya di tempat parkir pondok.


"Hallo...


"Ada apa zam...?kapan kamu kesini lagi,...?"tanya Dika di sebrang sana.sedangkan handphone Alzam di berikan ke ustdz Zafir olehnya setelah di angkat Andika


"Eh kok pean Gus..maaf kirain tadi Alzam"ucap Dika lagi


"Dijawab dulu khi.. salamnya..;"


"Hehehehe iya Gus wa alaikum salam. Wonten nopo Gus..?"ucapnya sambil sedikit tersenyum menggoda sahabat nya itu


"Khi....apa kamu tidak sibuk nanti malam...?"


"Sedikit gus.cuma klo ada kepentingan biar nanti Ana (saya) selesaikan sore ini."ucapnya tegas


"Em,,aku ingin nanti malam kita berkumpul di pesantren khi,mumpung aku belum boyong dari sini"ucap ustdz Zafir


"Hemm,, baiklah Gus,akan Ana usahakan.oya mana Alzam Gus...?"


Handphone kemudian di kasih kan ke Alzam


"Hem,,,Iya dik...,ada apa ..?kangen yaa...?"

__ADS_1


"Kangen pala lho...,eh ngomong-ngomong ada apa kamu ke pesantren Gus Zafir zam..?apa beliyau yang menghubungi mu..?"


"Nanti saja kita bercerita Dik,jika sudah berkumpul di sini"


"Dasar sahabat tidak peka..!!"


"Hahhahaha maaf maaf Dika ,ya udah aku tutup telponnya ya.ini sudah di dalam pondok" ucap Alzam yang memang sudah berada di dalam pondok.karna tadi mereka bertelepon sambil berjalan.


****


Ayra mencubit pipinya sendiri masih belum percaya jika tadi pagi ia berbicara dengan tunangannya. dan sepertinya sangat romantis,ia jadi tidak sabar ingin segera melihat wajahnya "4 hari lagi Ayra....ayo semangat menghatamkan Al-Qur'annya,jangan selalu terbayang dia...,"ucapnya pada dirinya sendiri.


tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga saat ini sudah waktunya tidur malam,ayra yang tidak mengikuti kegiatan sudah pasti banyak dari teman temannya yang bertanya kapan Ayra mau boyong .


karna biasanya jika sudah tidak mengikuti kegiatan dan hantaman saja di pesantren berarti sebuah tanda jika memang ia akan boyong,ayrapun tidak menyangka bahwa dia akan menikah sebentar lagi,.


"Ay...kenapa belum tidur...?"ucap sita yang melihat Ayra masih setia menemani Al-Qur'annya di tengah malam ini.


"Tanggung kak, tinggal sedikit lagi khatam"ucapnya tersenyum kemudian meneruskan bacaan nya.


"Jika sudah capek , istirahat saja dulu ay...,masih bisa di lanjkutkan besok pagi hari."sita yang melihat Ayra beberapa kali sudah menguap.karna memang saat ini sudah jam 23:20 .semua teman temannya yang lain sudah pasti menggelepar semua.sita sudah tidur namun terbangun karna ia ingin buang hajat,dan masih melihat Ayra belum juga tidur dari tadi.iapun bertanya lagi pada Ayra " Hem,,ay... memang nya kapan kamu akan boyong...?"


"3 hari lagi kak, doakan ya semoga ay...langgeng rumah tangganya."ucap Ayra ceria, tidak ada beban sedikit pun yang terlihat di wajahnya


"Kita saling mendoakan ay..., semoga kita semua mendapatkan pertolongan dan barokahnya para Masyayikh di pesantren ini.


"Aamiin aamiin ya Allah." Jawabnya lirih karena memang takut mengganggu kenyamanan yang lain.


sementara itu di pesantren attoyyibin 4 sahabat sudah berkumpul di serambi masjid , tepatnya di bawah pohon mangga di samping masjid Attoyyibin


"ngomong ngomong sudah lama sekali ya kita tidak berkumpul seperti ini"romi orang pertama yang mengawali perbincangan mereka


"Hem,,bener sekali Rom,jadi malam ini kita berbincang sambil ngopi sampai pagi yaa"Andika menambahi


"em hem,,kalian berdua tidak punya beban makanya santuy santuy saja.." ucap Alzam sambil menguyah singkong rebus yang tadi mereka semua beli di warung dekat ponpes ini.


"eh zam...,,emang kamu punya beban apa...?dan tadi kamu bilang kita berdua maksudnya aku sama Dika yang tidak punya beban...?tanya romi pada Alzam


"Hem,,benar

__ADS_1


__ADS_2