
sesampainya di pesantren ATTOYYIBIN ustdz Zafir langsung ke Ndalem pak kyai,karna dia memang di minta untuk segera menghadap beliau jika sudah kembali ke pesantren
"tok...tok...tok...assalamu alaikum" ketokan pintu dari ustdz Zafir yang baru saja dari rumah tanpa mampir ke maktab (kamarnya) terlebih dulu.
pintu dibuka oleh khaddam yang memang sudah menjadi pekerja di Ndalem kiyai "wa Alaikum salam,eh ustdz Zafir toh,,Monggo silahkan ustdz, sudah di tunggu sama pak yai."ucapnya ramah,
Ustdz Zafir pun mengangguk dan masuk ke Ndalem pak kyai,ia duduk di atas karpet yang tersedia di sana. sesaat kemudian pak kiyai keluar dari dalam dan langsung disalami tangannya oleh ustdz Zafir,
"Yo opo fir...,wes di kandani Tah Karo Abah lan ummi mu...?"(gimana fir...,sudah di kasih tau Tah sama Abah dan ummi mu...?)
"enggeh sampun pak kiyai.
"Yo opo tanggapanmu nak..?lek Awakmu ora mantep lan ora seneng,ojok di terusno fir...,aku iki Yo ora mekso awakmu mek cuman nuduhno wae."(gimana tanggapan kamu nak..?kalo kamu tidak mantap dan tidak suka,ya jangan di teruskan fir..., aku ini tidak memaksa kamu, hanya menunjukkan saja )
"enggeh Kulo ngerthos pak yai.ngapunten ingkang agung, menawi Kulo boten sam'an wa tho'atan teng jenengan"(iya saya mengerti pak kyai,mohon maaf yang sebesar-besarnya klo saya tidak mendengarkan dan tidak to'at pada sampiyan") jawab ustdz Zafir sambil menunduk kan kepalanya,ia sangat takut jika pak kiyai merasa tertolak.
"looh Yo gak po po nak,aku Iki nduduhno awakmu Nang arek iku polae jare konco koncone Yo tingkae apik,sopan lan teko kluarga seng duwe, sopo weroh bek mnowo dadi jodohmu nak " (loo ya tidak apa-apa nak, aku ini menunjukkan padamu anak itu karena kata teman temannya ya tingkah lakunya baik,sopan dan dari keluarga berada, siapa tau mungkin jadi jodohmu nak ") ustdz Zafir hanya menundukkan pandangan melihat ke karpet merah yang terhampar di bawahnya kemudian ia berkata
"ngapunten pak kyai,Kulo wonten ingkang badhe di tangletaken teng jenengan" (maaf pak kiyai saya ada yang mau ditanyakan ke sampiyan)
"Yo...age opo iku nak...,,?(ya silahkan apa itu nak...,,?)
kemudian ustdz Zafir menceritakan tentang mimpi yang datang ke padanya 3x dengan mimpi yang sama.
"iku gawe pitudhuh Nang awakmu nak.lek awakmu iku konkon meneng ge' Kono. winginane kok ORA ngomong lek Awakmu mimpi ngono.."(itu jadi petunjuk bagi kamu nak ,kalo kamu itu disuruh menetap disana, kemaren² kok gak bilang klo kamu mimpi seperti itu..")tanya pak kyai
ustadz Zafir menceritakan bahwa ia pertama kali bermimpi,ia mengira bahwa itu mungkin hanya bunga tidur namun karena 3x bermimpi yang sama jadi ia mulai Yaqin bahwa itu merupakan sebuah petunjuk Allah. apalagi saat bermimpi itu pasti setelah melakukan sholat istikhoroh.
__ADS_1
"terus Yo opo saiki...awakmu Kate ta'aruf opo ORA Karo arek iku...?"(terus gimana Sekarang...kamu mau ta'aruf apa tidak sama anak itu)tanya pak kiyai lagi
"enggeh pak kiyai insyaallah."
"Yo gak po opo mek ta'arufan wae,lek cocok Yo diterusno,lek ORA Yo gak po'opo.(ya ga papa hanya ta'arufan saja,klo cocok ya diteruskan,klo tidak cocok ya gak papa)"ucap pak kiyai lagi yang di angguki oleh ustadz Zafir."enggeh pak kyai"
setelah bertemu dengan pak kiyai dan sudah mengungkapkan apa yang ingin ia katakan, akhirnya ustdz Zafir berpamitan ke maktab beliau.
**
ke esokan harinya pak Kiai menelpon dan mengatakan pada orang tua Fitri bahwa ustdz Zafir mau berta'aruf dengan Fitri sore ini,agar mereka juga menyiapkan putri mereka.
..
..
..
ustadz Zafir juga sampai tepat waktu seperti yang telah di janjikan,ia sudah dikasih tau klo pak kyai tidak bisa menemani karna ada kegiatan lain.
melihat rumah yang di maksud, ustdz Zafir mengetuk pintunya, ia sendirian tanpa mengajak satu temanpun
"assalamualaikum,," ucapnya
"wa Alaikum salam"jawaban serentak dari dalam rumah yang mungkin sudah banyak yang menunggunya, walaupun ia tidak telat namun mereka sudah bersiap lebih dulu."silahkan masuk nak ustdz"ucap seorang pria yang tidak muda lagi,mungkin beliau sekitar umur 55 tahunan. ustadz Zafir tidak tahu siap pria ini , ustdz Zafir tersenyum dan mengangguk kemudian ia masuk kedalam rumah tersebut
"silahkan duduk nak ustdz"pria yang tadi mempersilahkan lagi.
__ADS_1
"enggeh"
beberapa saat kemudian ia disuguhi minuman dan makanan ringan.setelah itu Fitri gadis yang pernah memanggil dirinya waktu itu, masih jelas teringat di pikirannya ustdz Zafir, gadis itu berjalan menuju tempat duduk di hadapannya.kemudian menangkupkan tangan dan berkata"assalamualaikum akhi"
"wa Alaikum salam ukhti,"ustdz Zafir menundukkan wajah dan pandangan nya,karna ia tau gadis dihadapannya itu bukan muhrim nya
setelah berbasa-basi menanyakan kabar masing-masing kini tepat pd acara inti yang akan menjadikan keterikatan antara mereka.
"mohon maaf sebelumnya ukhti,apa antum (kamu)sudah faham jika Ana(saya) sudah duda...dan tidak punya pekerjaan tetap...?"tanya ustdz Zafir langsung tanpa harus menutupi
"Ana faham akhi,dan Ana bisa menerima kekurangan antum."ucap Fitri mantap
"lalu bagaimana dengan orang tua dan saudara² ukhti yang lain..?"ustdz Zafir bertanya demikian karna beliau sudah tau jika keluarga Fitri tidak setuju dengan perjodohan mereka itu
"bukannya yang akan menjadi istri akhi dan yang akan menjalani biduk rumah tangga itu Ana akhi...?"ucapan Fitri begitu fasih dan mengagumkan,ia juga sangat meyakinkan.
"sebuah rumah tangga di bangun dengan sangat kokoh ukhti.jika tidak ,maka akan goyah.begitupun jika hanya mengandalkan kemampuan kita berdua,tanpa ada sandaran yang berupa ridho orang tua maka tidak akan kuat menahan beban pilar rumah tangga itu sendiri ukhti. "jawab ustdz Zafir halus
"ya ,,itu memang merupakan bagian penting yang harus diperhatikan, namun jika memang mereka tidak akan pernah setuju, sedang kita sudah menjatuhkan pilihan pada orang yang tepat,apakah harus mengalah akhi...?"tanya Fitri lagi yang benar-benar membuat ustdz Zafir geleng kepala.
"masyaallah,, seorang anak rhidonya terletak pada orang tuanya ukhti, apalagi anak laki-laki. Ana hanya bisa meneruskan usaha ikatan ini jika orang tua ukhti merestui hubungan yang akan kita jalani."
"apakah seorang anak tidak di perbolehkan memilih pasangan hidup yang Sholih..?"
"itu memang seharusnya ukhti,"jawab ustdz Zafir mulai terdengar lirih
"kalo begitu yang penting kita sama-sama bisa memilih sendiri bukan pasangan yang kita inginkan..?"
__ADS_1
"mohon maaf ukhti, tapi Ana tidak bisa,tanpa ada restu dari mereka para orang tua kita."
tanpa mereka berdua sadari bahwa semua keluarga Fitri mendengar apa yang telah fitri katakan.mereka sebenarnya tidak terlalu kaget dengan apa yang dilakukan Fitri mengingat Fitri memang seperti itu.sangat keras kepala jika sudah begini, maka bagi fitri harus begini.