
disaat Ning IFA terus menggoda Ayra , semua itu tak luput dari perhatian keluarga Ndalem,bunyai, kakak dan saudara Ning IFA lain .saling menatap dan bertanya tanya siapa kira-kira gadis di samping adiknya itu."mi niku sinten,sing kalian IFA niku mi...?(mi itu siapaa yang bersamaan dengan IFA itu mi...?") tanya kakak Ning IFA yang tidak biasanya sang adik se akrab itu dengan santri-santri,ya meski Ning IFA begitu lembut dan penuh perhatian pada siapapun tapi tidak pernah se akrab ini dengan para haddam atau santriwati.
"ummi Yo boten ngerthos Fat,,biasane IFA gak ngakrapi ngono Yoo."(ummi juga tidak faham fat,, biasanya IFA gak akrab gitu yaa)"
"enggeh mi., menawi tiyang niku sifate SAE mi.cecek kale IFA,,(iya mi,mungkin anak itu sifatnya baik mi, cocok sama ifa)"
"he em palingo,cek ne wes,,Ben dadi koncone IFA"(heem palingan,biar wes,biar jadi temannya ifa)"
"enggeh mi"
Ayra yang di goda Ning IFA dari tadi ,semakin malu dan menjadi salah tingkah sendiri
"hayooo ketahuan nich.,,klo kamu pingin lihat orangnya,tuh mukanya Sampek merah putih gitu.."ucap Ning IFA mencolek lengan ayra
"boteeen Ning,,"sambil tersenyum menampilkan keAyuannya. disaat mereka berdua masih saling bergurau,lebih tepatnya Ning IFA yang suka menggoda Ayra tak hentinya karena lucu saja raut muka Ayra menurut Ning IFA saat di goda,tak Terasa sholawat Akbar sudah selesai dengan tampilannya.
sebelum gruop sholawat itu pulang,terlebih dahulu di persilahkan untuk makan dulu di Ndalem kiyai.para asatidz dan juga panitia pelaksana sudah mempersiapkan semuanya, mereka kini turun dari pentas dan melewati depan Ning IFA juga Ayra.
Deg..
"bukannya mereka berdua yang pernah aku lihat di depan supermarket waktu itu.".
"siapa mereka berdua,..?apa mungkin mereka keluarga pesantren, mungkin saja itu,karna klo santri tidak mungkin ada dijajaran depan, apalagi di atas kursi,"
ustdz Zafir yang hendak melangkah maju malah terhenti dan berbicara sendiri dalam hatinya.hingga sang kakak juga sang adik sedikit mendorong dari belakang, ketepatan waktu itu ustdz Zafir berada di depan."dik ada apa...?"tanya Gus hasby sang kakak.
"Hem iya ada apa mas..?"tanya Raffa juga
"hahh,,heemm gak ada papa kok ,cuma tadi kakiku kesemutan Gus."ucap ustdz Zafir pada sang kakak, sedangkan Raffa melihat ke anehan tingkah dari kakak keduanya itu.
"ya udah ayok kita duluan Raff,itu Adi masih kesemutan katanya."ucap Gus hasby lagi
__ADS_1
"iya mas, ayooo.. "mereka berdua berjalan lebih dulu,dan di ikuti oleh tim rombongan group yang lainnya.
"kita duluan ya ustdz"ucap Lukman yang kemaren menelpon ustdz Zafir,pas waktu beliyau ke rumah sakit tempat pak Gito dirawat
"hemm iya lukk,,aku belakangan saja nanti"jawabnya.
setelah semua tim masuk ke Ndalem,tinggal ustdz Zafir yang ada di luar masih mengingat kembali dan ternyata memang benar dua gadis yang dulu pernah ia lihat dan ia kagumi ada di depannya.dan sekarang sedang becanda dengan saling menggoda yang lainnya, ustdz Zafir masih mengamati keduanya yang tidak sadar sedang di perhatikan oleh orang yang menjadikan mereka berdua bercanda,
"ayoo zaraa,, semuanya sudah kembali ke pesantren,kita ketinggalan disini..,"ucap Ning IFA yang melihat yang lainnya sudah kembali terlebih dahulu. karna Ning IFA dari tadi menjahili Ayra jadi tidak ada yang mengajaknya untuk masuk bersama ke pesantren, karena tak ingin mengganggu keseruan mereka,.
"enggeh Ning Monggo,"
Intraksi mereka terdengar oleh ustadz Zafir hingga beliau tersenyum menampilkan gigi gingsulnya yang memikat hati yang melihatnya. untung saja saat ini beliyau sendirian di depan pentas dan tidak ada yang melihat nya. "hemm jadi namanya ZARAA.."gumamnya sambil melangkah menuju ke tempat dimana para tim yang lain berada.
"saya ke pesantren Ning , jenengan ke Ndalem, sampai ketemu lagi besok Ning assalamu alaikum" ucap Ayra pada Ning IFA yang tidak melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman sejak tadi.
"wa alaikum salam,tapi Raa... kamu tidur sama aku yaa malam ini.. kebetulan bibi lagi pulang ke kampung halamannya"
"saya tidak berani Ning, mohon maaf"menunduk takut tidak sopan
"enggeh Ning,"setelah dua kali Ning IFA mengajak nya,Ayra tidak bisa menolak ajakan beliyau.akhirnya merekapun segera berjalan menuju ke Ndalem.
sedangkan tim ustdz Zafir Dkk blum keluar dari ruang tamu Ndalem.karna mereka semua masih di jamu oleh keluarga Ndalem.
Ayra dan Ning IFA lewat depan Ndalem ,pintu sebelahnya hingga mereka berdua tak bertemu dengan rombongan tim tersebut.karna memang sudah di atur agar tidak terganggu dengan adanya keluarga Ndalem yang akan lewat,jadi sudah di atur sedemikian rupa.
setelah mereka semua selesai makan bersama-sama kini ustdz Zafir dan yang lainnya pamit pulang, karena waktu memang sudah sangat larut.
sesampainya di luar gerbang pesantren,tim mereka terbagi menjadi dua rombongan.gus hasby, Raffa dan ustdz Zafir di mobil yang sama, sedangkan yang lainnya di mobil yang satunya.
"Gus,,kemaren pak Gito ayah Romi menunjukkan seorang gadis yang katanya masih ada saudara dengan beliyau"ungkap ustdz Zafir ketika berada di dalam mobil
__ADS_1
"terus gimana dik..?"tanya sang kakak
"ya saya belum memutuskan Gus,hanya saya bilang akan minta persetujuan Abah dan ummi dulu Gus"
"gadis yang mana mas...?siapa namanya..? mungkin Raffa tau..;!"ucap Raffa yang juga ikut mendengarkan
"kata pak Gito sih namanya Ayra zahira dik,anaknya pak Joko.."
"hemm,,Raffa juga gak tau mas,tapi kalo memang saudara pak Gito pastinya Abah sama ummi tau mas."lanjut Raffa
"gimana orang dan tingkah lakunya dik...?" tanya Gus hasby
"kata Romi dan pak Gito diya itu tidak terlalu cantik,namun putih gus.kalo tingkahnya lembut dan baik,juga masih mondok sekarang Gus."ungkap ustdz Zafir antusias
"ya di coba saja bilang ke Abah dan ummi dik.siapa tau mereka berdua setuju"
"menurut mas sendiri gimana...,? sudah istikharah belum mas...?"Raffa bertanya kembali pada ustdz Zafir
"sebenarnya setiap kali mas istikhoroh, petunjuknya tetap sama Raff ,."
"maksudnya mimpi sholat di masjid agung terus ada orang bersorban menghampiri dan bilang kalau mas harus menetap di sana.."
"eh tunggu,bukannya rumah pak Gito itu di dekat tempat tinggal kakek nenek kita Yach...? dan juga tempat masjid agung yang ada di mimpi mas itu juga disana kan..?"ucap Raffa lagi
"hemm,,benar dik, sepertinya ini petunjuk dari Allah.jika kamu memang harus meneruskan perjuangan kakek di sana."ucap Gus hasby membenarkan ucapan Raffa barusan
"iya Gus,Adi harus cepat minta restu Abah dan ummi,karna kata pak Gito ditunggu keputusan ku segera"
"Hem kalo gitu gimana klo sekarang kita langsung pulang kerumah...jadi tidak perlu mengantarmu ke pesantren dulu."tanya Gus hasby
"iya Gus,saya setuju..."
__ADS_1
akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Abah bersamaยฒ.
mohon dukungannya ya kakak2 semuanya ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ ๐๐ komentar kalian sangat penting bagi kelancaran novel ini.๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท