SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
RAN-JANG BERDE-RIT


__ADS_3

segala sesuatu apapun pasti akan ada konsekuensi nya, begitu juga terhadap apa yang terjadi pada Yasmine, ia tidak bisa menolak orang orang yang menjemputnya saat ini, bahkan Yasmine begitu sangat heran, mengapa ia begitu sangat cepat ketemu oleh orang suruhan keluarga besarnya, bukankah ia sudah sangat jauh pergi ke suatu tempat yang tidak pernah sekalipun ia tau sebelumnya?, dan Yasmine tak pernah memberi tahukan pada siapapun jika ia berada di desa tersebut, bahkan ia baru Sampek dan belum sempat beristirahat, tapi sudah ketemu tempat persembunyiannya itu. Yasmine kemudian masuk kedalam kamar di bengkel tersebut, kemudian ia mendapat buku kecil yang mungkin biasa buat nulis nota oleh Raffa lengkap dengan penanya, Yasmine mengambil dan menulis sebuah surat pada seseorang yang sudah bersedia menolongnya tanpa menggangu dirinya itu. meski tak sempat ia beristirahat disana, namun pertolongan pemuda tampan yang sangat baik itu tak harus ia lupakan begitu saja. ditulisnya sebuah surat jika ia sudah pergi jauh dari tempat ini, ia mengucapkan terima kasih atas pertolongan nya dan berharap bisa bertemu lagi dengan pria yang sudah membuat dirinya sadar atas perbuatan buruknya pada sang tunangan, eh mantan tunangan maksudnya . setelah selesai dengan ritual menulisnya ia letakkan surat tersebut di atas bantal tempat tidur minimalis milik pemuda yang sudah bisa mengisi hatinya saat ini, padahal baru pertama kali bertemu dengannya bahkan sebelum nya ia sangat mengagumi sosok calon adik iparnya itu sampai berniat jahat pada Tunangannya sendiri. tapi setelah bertemu pemuda yang katanya bernama Raffael itu telah mengubah keinginan hatinya untuk menjadi wanita yang lebih baik,. Yasmine kemudian melangkah menuju pintu keluar dan menghampiri Minto yang masih setia berjaga di luar,


"apa Nona sudah selesai...?" Minto Hendak memegang tangan Yasmine


"sudah, gue bisa pulang sendiri" ucapnya sambil terus melangkah setelah menutup kembali bengkel Raffa. ia merasa berat mau meninggalkan tempat ini, bukan karena apa, tapi karna ia ingin bertemu sekali lagi dengan pemilik bengkel tersebut.


" pak Minto bolehkah aku berada disini sampai pagi terlebih dahulu...?" tanyanya dengan bahasa sopan pada Minto. bahkan Mintopun sampai tercengang melihat Nonanya yang sudah terbiasa Arogan itu kini meminta dengan sopan.


"maaf Nona bukannya saya tidak mengizinkan Nona, tapi keluarga besarnya nona meminta agar nona harus sampai kekediaman Diningrat sebelum pagi datang" ucap Minto menjelaskan


"ya sudah,!" ucap Yasmine kecewa, ia terus menengok kebelakang, bengkel yang baru beberapa menit yang lalu ia tempati.


"apa Nona ingin bertemu dengan orang yang punya tempat itu..?" tanya Minto menebak


"ah sebenarnya ia pak, tapi ...?"


"tempat ini tidak akan pindah Nona, kapanpun nona bisa mendatangi tempat ini lagi, asalkan sekarang Nona harus cepat kembali"

__ADS_1


"huft... hahhh,, "Yasmin mencebikkan bibirnya. dan kemudian berjalan di depan dan di ikuti Minto.


*


"sayang mas berangkat yaaa...?" ustadz Zafir sudah siap berangkat ke tempat kerjanya, namun Ayra tak menjawab sang suami, Ia menatap sang suami mendamba baginya tadi malam sungguh masih terngiang-ngiang di ingatannya, perlakuan lembut suaminya memberikan rasa nyaman dan rasanya tidak mau melepaskan sang suami kemanapun, walaupun itu untuk bekerja sekalipun, ia selalu ingin berada dalam dekapan hangat sang suami.


"sayang...ada apa...?" tanya ustdz Zafir, karna melihat sang istri terbengong.


" mas ... boleh tidak klo hari ini mas jangan bekerja...?" tanyanya sambil sedikit menunduk, takut sang suami tersinggung


"kenapa Dinda...? apa ada sesuatu yang Dinda inginkan dari mas..?" ustadz Zafir menghampiri sang istri yang terlihat begitu menggemaskan dan terlihat sangat gugup saat ini.


"lihat mas sayang...,apa Dinda masih ragu melepas mas bekerja...?" tanyanya pada sang istri. ia mengira Ayra masih tetap takut melepaskannya untuk pergi bekerja


"tidak mas.., "


"lalu kenapa sayang...,? apa Dinda ingin ikut mas ke restoran...?" tanya beliyau lagi, namun Ayra masih tetap menggelengkan kepalanya. ustadz Zafir di buat tak mengerti dengan apa yang terjadi. akhirnya ia memeluk sang istri

__ADS_1


"dengarkan mas sayang, mas hanya ingin memenuhi kewajiban mas sebagai seorang suami, tapi mas tidak akan tau jika Dinda tidak mengatakan apa-apa yang Dinda inginkan, katakan pada mas sayang, kenapa mas tidak boleh pergi...?" tanya ustdz Zafir sangat lembut, semakin bertambah semangat Ayra untuk menginginkan bercinta lagi dengannya, namun ia begitu malu untuk mengungkapkan keinginannya itu. ustadz Zafir kemudian menelisik wajah sang istri, ia mengecup lembut bibir Ayra bermaksud untuk berpamitan, tapi sungguh tak terduga sang istri malah melu-mat begitu rakus bahkan sampai ustdz Zafir tersenyum dengan kelakuan wanita yang sudah mengisi hidupnya selama beberapa bulan yang lalu. ciuman itu terus berlanjut hingga mereka berdua saling berbagi Saliva , Ayra melepas sebentar bibirnya ia membuka hijabnya kemudian menyambar kembali bibir sang pujaan hati, tak puas hanya bibir saja, Ayra terus mengecupi seluruh wajah ustdz Zafir, hingga ustdz Zafir tak bisa lagi menahan rasa menggelitik itu, ia kemudian menggendong sang istri kedalam kamarnya, tanpa melepas pagutan bibir mereka, dan terjadilah peristiwa yang sangat memuaskan keduanya, lagi lagi Ayra melenguh panjang dengan perbuatan ustdz Zafir di atas ranjang, jangan tanyakan lagi rasanya, uh nikmatu masyaAllah. di hari pertama saja bahkan Ayra tak merasakan sakit sama sekali saking dari Ahlinya sang suami di atas ranjang,. bahkan sampai terbersit di hati Ayra, 'apakah karna suaminya itu sudah punya istri sebelumnya? hingga ia begitu lihai dan terlihat begitu Ahli dalam bidang sesap menyesap?'


ah lupakan saja masalalu, yang terpenting ia begitu sangat bahagia dengan perlakuan suaminya itu saat ini, toh nyatanya sekarang dialah sang pemilik hatinya.


"ahh,, sayang mas jadi harus mandi lagi kan...?" ucap ustdz Zafir setelah percintaan mereka yang kedua kalinya


"klo perlu gak perlu mandi mas, jika kita begituan lagi kan enak, mesisan mandi nanti saja." ucapnya tanpa beban, ustdz Zafir terplongo dengan ucapan sang istri, bukan apa... tadi aja sudah dua kali ia naik keatas ranjang berderit mereka,


"sayang mas mau berangkat kerja, jadi mana mungkin mas tidak mandi dulu?"


"yaaa... kerjanya nanti saja mas..., kita ulangi sekali lagi" tersenyum sangat manis membuat ustdz Zafir ingin mencubit pipinya gemas.


"mas sudah terlambat sayang, nanti pulang kerja lagi yaa?" mengusap kepala Ayra lalu menge-cupnya sekilas, tersenyum menampilkan keindahan wajahnya.


"heemmm ya udah,. tapi jangan senyum senyum di sana ya mas, Zara gak mau ada yang naksir sama mas." ucapnya terlihat sebal


"hhhhhhh ada ada saja kamu sayang," menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


sedangkan Ayra masih terus tersenyum berada di atas ranjangnya ,.


jangan lupa like ya kak.klo bisa kasih hadiah juga


__ADS_2