
kini pagi telah menyambut kedatangan siang, tepat di hari yang sama namun di tempat berbeda mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing, ada Raffa yang hendak pulang dari bengkelnya karna ia mau pergi kerumah mas Adi bersama sang ummi.
"San hari ini bengkel tutup lebih cepat ya.., soalnya aku mau kerumah masku San." ucap Raffa pada temannya yang ikut bekerja dengan dirinya itu
" oke bos " ucap rohisan cepat
"bas bos, bas bos, siapa yang jadi bos..?"tanyanya yang tak mau di panggil bos
"duch iya deh Raff kenapa sewott gitu lagi dapet yaa...?" rohisan terus menggoda Raffa
"dapet apa an...?"
" ya kali dapet arisan Raff"
"ah kamu San, ada-ada saja" lalu ia berpamitan terlebih dahulu dan biar rohisan saja yang nanti menutup bengkelnya.
Ada juga ustdz Zafir direstoran yang saat ini sudah masuk waktu untuk berkeliling melihat semua pengunjung setia yang datang kerestorannya. tanpa ia sadari jika sedari tadi ia belum nyampek saja sudah ada yang diam diam mengamati semua pergerakannya,
"selamat makan silahkan di nikmati" ustdz Zafir mengatakan dengan sopan namun terlihat sangat kaku karna ia tidak tersenyum, orang yang sudah terbiasa tersenyum jika tidak tersenyum maka jadi terlihat sangat kaku wajahnya, beliyau mengingat ucapan sang istri jika ia tidak boleh tersenyum pada orang lain, jadi sebisa mungkin ia tidak tersenyum,. tersenyum adalah termasuk shodaqoh namun jika dengan adanya tersenyum bisa menjadikan seseorang mengharapkan dirinya, maka tak seharusnya ia tersenyum, karena saat ini ada hati yang harus ia jaga.
Ada juga Ayra yang sibuk dengan pekerjaan rumah dan menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri karna sang suami sudah berada di tempat yang banyak makanan enaknya, sebenarnya ia sangat ingin sekali membawakan makan siang untuk suaminya, namun tidak jadi karna ia tau direstoran lebih enak makanannya dari pada masakannya sendiri, ia jadi begitu ilfil/minder dan tak jadi mengunjungi suaminya " gak ah malu bawa makanan beginian kerestoran," ucapnya lirih
Ada juga Syifa dan sang suami yang masih menutup kamarnya dan belum turun untuk makan bersama, entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar hingga sesiang ini belum juga keluar, bahkan papa Sanjaya dan juga mamanya sudah berangkat kerja dari tadi, disana hanya tertinggal Diki dan beberapa pembantu saja, " Alzam mana sih...? udah siang gini belum juga keluar, ngapain aja sih mereka..?" gumam Diki karna merasa bosen duduk sendirian di kursi rodanya.
Ada juga ummi yang sedari tadi sudah mempersiapkan segala sesuatu yang akan beliyau bawa kerumah menantunya, kini semuanya sudah beres tinggal menunggu kepulangan Raffa si anak bungsunya itu. "si Raffa mana yaa bah..? udah sampai jam segini belum juga pulang, apa dia lupa klo ummi mengajaknya kerumah Adi...?" ummi bertanya pada Abah yang berada di sebelahnya.
"tunggu saja ummi, siapa tau masih melayani pelanggan... yang butuh memperbaiki kendaraan mereka." ucap Abah
"enggeh sih bah, tapi ummi takutnya nanti sampeknya ke siangan, dan sorenya sudah mau pulang, ummi kan masih kangen bah sama Adi." ucap ummi lembut
" ummi...dulu pas Adi masih di pondok ummi gak begitu ...., kenapa ketika sudah menikah malah selalu kangen...?"tanya Abah pada sang istri
__ADS_1
"entah mengapa ya bah? padahal Adi sudah jelas ada istrinya dan punya kehidupan sendiri, tapi ummi selalu kangen sama dia bah, akhir akhir ini,"
" itu karena ummi belum melepas sesungguhnya, ummi terlalu kepikiran karena putra kita yang satu itu tidak pernah terjun di masyarakat secara langsung kan...?"
"enggeh bah , Adi kan baru keluar dari pesantren bah, apa dia bisa menjaga dengan baik kerukunan antar masyarakat?" ummi begitu hawatir pada sang putra
"ummi jangan salah menilai putra kedua kita, justru dialah yang paling bijak dalam memilih dan memutuskan sesuatu, Adi beda dengan putra-putra kita yang lain, meski ia jarang sekali berinteraksi dengan kita, tapi Abah tau jika dia adalah orang yang sangat bijaksana,. tak mudah terbakar amarah dan tersulut emosi, dia pria yang sangat bertanggung jawab Mi, meski putra kita yang lain sama bijaksana namun tak sesempurna Adi Mi,,"Terang Abah panjang lebar.
"ummi tau bah, sejak kecil malah Adi suka sering mengalah dan paling sabar menghadapi kakak dan adik adiknya," ucap ummi mengingat Adi waktu kecil.
"nah itu ummi ingat, lalu mengapa kita harus takut dia tidak bisa baik dalam mengatur kerukunan...?"
" bukan takut bah, ummi hanya kangen dan hawatir saja karna dia ikut ketempat istrinya, biasanya kan suami yang bawa istri bah..?" ucap ummi lagi
"itu sudah keputusan yang dia ambil ummi, dan lagian mertuanya juga yang meminta agar Adi ada disana dan bisa meneruskan dakwahnya di desa kakek dulu Mi,"
"enggeh bah, semoga putra putra kita sukses dan bahagia semua ya bah,"
"aamiin" bersama an dengan berahir nya percakapan Abah dan ummi kini Raffa datang dengan motornya
" wa alaikum salam warahmatullah, iya kok baru pulang nak?dari tadi ummi sudah menunggu"
" enggeh ummi, Raffa tadi masih menembel ban milik orang yang kempes ,"
"loh kamu juga menerima jasa tembel ban? "tanya ummi lagi
"enggeh karna kasian saja ummi, tukang tembel bannya masih jauh,dan kebetulan di bengkel Raffa ada alatnya, jadi ya Raffa tolong ummi"
"Alhamdulillah, semoga kebaikanmu menjadi Amal yang diterima ya nak, sekarang kamu mandi dan antar ummi kerumah mas Adi mu yaa" ucap Abah
"aamiin, enggeh bah, tapi apa Abah boten tomot pisan..?" tanya Raffa
__ADS_1
" biar Abah yang jaga rumah saja, antar ummimu kesana beliyau sudah sangat kangen pada masmu"
" enggeh siap bah " ucap Raffa yang memang rada kocak sikapnya yang selalu mengandung humor,
kemudian ia masuk kedalam rumah dan bersiap siap untuk mengantar sang ummi , beberapa saat kemudian terlihat Raffa sudah siap
" Monggo ummi Raffa sudah siap berangkat"
" loh mau naik apa kesananya Raff..? "tanya Abah
"naik motor bah, emang mau sewan mobilkah ummi?" tanyanya sambil melihat pada ummi
"ummi banyak bawa barang nak, klo kamu bisa bawa ya gak papa naik motor, tapi klo gak bisa bawa ya sewan mobil dulu saja." ucap ummi
"mana barangnya ummi, biar Raffa lihat dulu"
"itu nak, sudah dari tadi ummi siapin, buat mas dan mbak iparmu," sambil menunjuk barang yang akan di bawa, Raffa melihat apakah bisa di bawa pakek motor atau tidak,
"em ummi kayaknya bisa ummi pakek motor, di letakkan di dalam jok dan sisanya di depan Raffa ,kan motor metik ummi"
"ya sudah di coba gih, jika gak muat jangan di paksa Raff ,kita sewa mobil saja" ucap Abah bijak
"enggeh bah," kemudian Raffa mengangkat barang-barang yang sudah siap di bawa itu ke motornya, dan ternyata sangat muat karna jok motor lebih luas dan sisanya di letakkan di bagian depan motor
"ummi , Abah semua barang sudah siap dan muat bahkan masih belum penuh sampai ke atas" ucap Raffa
"ya sudah kalo begitu ummi berangkat ya bah" menyalami tangan suaminya
"iya ummi, hati-hati dijalan Raff, jangan ngebut ya ummimu takut jika ngebut" peringat Abah pada putra bungsunya
"enggeh bah, assalamualaikum"
__ADS_1
"wa alaikum salam"
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😘💘💘💘