SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 75 PASAR MALAM


__ADS_3

setelah beberapa saat kemudian terlihat lah sang adik masuk kedalam kamarnya,Syifa langsung saja menarik sang adik untuk duduk di dekatnya.ia memberondong Eka dengan sejuta pertanyaan,


"tolong ceritakan pada mbak kapan mas Alzam kesini dek..? untuk apa...?dan sejak kapan kamu mengenal nya...?dan tolong kasih tau mbak siapa yang akan menikah dengan mbak, dek...?" Syifa dengan mata sembabnya langsung bertanya pada sang adik,saat ia masuk kedalam kamarnya.


"jawab pertanyaan mbak dek..?" mengguncang bahu Eka sangat kencang.


"mbak ifa,,klo mbak tanya terus menerus,kapan Eka mau menjawabnya...?"


"tolong ceritakan semuanya dek.mbak mohon"ucap Syifa yang benar-benar ingin tau.


****


sedangkan di keluarga Ayra sesampainya dirumah, Ayra langsung menyalami semua kerabatnya yang memang sudah berkumpul bersama dikediaman nya.mereka memang sudah terbiasa berkumpul seminggu sebelumnya ada acara keluarga,"Raa beruntung loh Raa kamu bisa mendapatkan suami yang baik dan sholeh,"salah satu kerabat berbicara pada Ayra


"terimakasih bi,mohon doanya," ucap Ayra ceria


"sebelum hari besok tiba gimana klo kita jalan-jalan dulu Raa"ucap salah satu sepupu nya


"mau kemana kak...?Zahira masih cepek.."


"gimana klo nanti malam saja,kan pasti kamu sudah hilang capeknya"


"memangnya mau jalan-jalan kemana kak..?"


"yah cuma pergi ke pasar malam mungkin.karna kita kan jarang sekali kepasar malam barsama,dan besoknya kamu sudah mau di akad jadi gak mungkin kita bisa jalan jalan lagi kan...?"


"Hem,,boleh kak.sama siapa aja..?masak mau berduaan...?"


"nanti kuajak semua sepupu yang lain ,biar kita rame rame,kapan lagi kita akan bersama kesana .klo sudah bersuami pasti akan bersama suami nya." ayra mengangguk sambil berjalan menuju ke kamarnya,ia masih capek perjalanan dari pondok tadi.


"bener ya Ra..nanti kamu yang traktir kita kan...?"berharap agar di traktir,secara kan Ayra mau nikah besok.jadi ia harus membagi uangnya dengan mereka.


"Hem,,,baiklah nanti semuanya Zahira traktir,oy kak aku pamit dulu ya,capek bgt mau istirahat dulu sebentar kak."Ayra tidak bohong iya memang sangat capek.


sesampainya di kamar Ayra merogoh lagi handphone yang tadi di kasihkan oleh ibu kepadanya saat hampir sampai di rumah.ayra tadi sudah berkali-kali menghubungi sang sahabat namun selalu dalam panggilan lain,kini ia akan mencoba lagi.


"kenapa selalu dalam panggilan lain sih...?yah ini memang milik adiknya Syifa, mungkin saja ia masih menelpon temannya"bicara sendiri dalam kamar lalu ia merebahkan tubuhnya di atas kasur kapuk miliknya,ia ingin istirahat dulu sebentar sebelum waktu ashar tiba.

__ADS_1


*


ditempat lain,


ustadz Zafir masih memperhatikan gerak gerik sahabatnya yang sejak tadi mondar-mandir,ia tadi habis menelpon tapi entah apa yang mereka perbincangkan ustdz Zafir tidak mendengarkan,karna ustdz Zafir sendiri fokus pada buku kecil yang di pegangnya,disana ia menulis sebuah kata-kata mutiara islami


•┈┈┈••✦ ﷽ ✦••┈┈┈•


...“jangan biarkan waktumu terbuang hanya untuk mempertahankan yang ingin pergi,karna sesuatu yang ditakdirkan untukmu akan tetap bertahan bukan berpaling...


...ketika seseorang telah jatuh cinta maka bersahaja lah.karna tidak ada yang bisa dilakukan kecuali atas kehendak-Nya dan tidak ada cinta yang abadi kecuali pada Robb Nya....


...sekuat apapun kita berusaha keras menggenggam sesuatu jika Allah tidak menghendaki maka akan terlepas juga...


...dan yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan jodoh terbaik yang telah Allah pilihkan untukmu...


¥¥¥


¥


entah mengapa beliyau menuliskan kata-kata seperti itu, kertas itu masih ia coret2 tapi kini ia tidak fokus karna sahabat nya itu selalu mondar mandir di hadapannya "akhi...ada apa.. bercerita lah agar engkau lebih lega." ucapan ustadz Zafir membuat Alzam beneran berhenti dan ia duduk di sebelah ustdz Zafir.


"tenangkan hatimu khi, dan pikirkan dengan baik apa yang menjadi penyebab ia menangis khi,"


"sepertinya ia salah faham Gus,tapi Ana juga gak ngerti salah faham tentang apa atau kepada siapa.."


"biarkan dulu ia juga berpikir khi.dan untukmu segeralah lakukan sholat agar hati dan pikiran mu itu menjadi tenang."


"Hem,, terimakasih banyak atas nasehat nya Gus"kemudian ia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat.


tak terasa hari sudah petang, ustdz Zafir dan Alzam sudah melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan keluarga ustdz Zafir,dan kini ustdz Zafir pun ingin mengajak sahabat nya itu berbelanja kebutuhan nya karna ia belum juga sempat membeli barang-barang yang dibutuhkan saat akan tinggal beberapa hari di sini.


"khi kita belanja dulu yaa,siapa tau nanti kamu jadi lebih fresh setelah melihat pasar malam"


"pasar malam..?apa itu Gus..? bukannya klo belanja di mall atau di swalayan ya Gus..?"tanya Alzam yang memang setiap belanja selalu di mall ,ia tidak tau apa itu pasar malam.yang ia tau ya hanya pasar gitu saja.


"ayoklah khi,nanti aku tunjukkan" jawab singkat ustdz Zafir.

__ADS_1


"Hem ok lah yuk!" mereka kemudian naik sepeda motor milik ustdz Zafir


kini mereka menyusuri jalan menuju ke tempat dimana pasar malam itu berada


"Gus begini ya ke adaan disini klo malam hari,enak sunyi dan sangat gelap ha-ha-ha" Alzam sudah bisa terlupakan dengan pikirannya, hingga kini ia sudah tertawa


"keadaan yang seperti ini kadang membuat kita kangen khi.,sudah beberapa tahun aku tidak pernah lagi datang kepasar malam." ucap ustdz Zafir sambil berjalan menuju tempat yang dituju.


sesampainya disana "wah ternyata disini sangat rame, Padang tapi tetap enak dipandang Gus,kukira juga sepi seperti di jalan tadi"Alzam turun dari motor dan berjalan kaki.sedangkan ustdz Zafir sendiri memarkir motornya di tempat parkir.


"yah beginilah pasar malam khi,yuk kita beli barang yang kamu butuh kan dulu disana sangat murah tapi bahannya bagus khi"menunjuk sebuah tempat di sana


"Monggo Gus, kita belanja dulu sebelum menghadapi tantangan besok."ucap Alzam, ustdz Zafir hanya menggeleng pelan melihat antusias Alzam, mereka pun melangkah ke arah dimana tadi yang di tunjuk ustdz Zafir sambil sesekali berbincang ringan


bruk...,,


"haduh barangku jatuh." segerombolan para gadis menabrak beberapa gadis yang lain.ya maklum saja disana sangat ramai dan padat pengunjung.padahal tempatnya di pinggir jalan tanah lapang dan juga tidak bersih seperti di mall,


"mbaknya hati hati dong,pelan pelan tuh kan belanjaan teman kita jadi berantakan."ucap teman dari gadis yang di tabrak tadi


"ih mbak.namanya juga pasar ya jelas lah kita berhimpitan dan sangat rame,jika mbak ingin yang luas dan tidak berdesakan jangan disini bak tuh di mall sana"sinis yg menabrak


"hiih sudah nabrak gak mau minta maaf malah ceramah,situ waras..?"ucap teman yang lain gadis yang di tabrak


"sudahlah kak gak papa.kita beresen saja barangnya dan segera pulang" gadis yang di tabrak sangat lembut dan santun,


ustadz Zafir dan Alzam berada di belakang mereka jadi melihat semua kejadian tadi.tapi tidak jelas dengan wajah mereka semua.dan mereka tidak ikut campur urusan cewek yang penting tidak Jambak jambakan.


"tuh denger, yang di tabrak aja gak nyolot kayak kamu!"mendorong gadis yang membela tadi.karna tak terima di dorong, akhirnya mereka saling dorong mendorong satu sama lainnya,Alzam dan ustdz Zafir tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka lebih dari 7 orang,dan semuanya cewek.terjadilah keributan sampai kemudian gadis yang tadi barang nya jatuh itu terjatuh karna ia tidak melawan seperti yang lain.


"aw..,," ustdz Zafir dan Alzam mendekat dan hendak menolongnya namun belum sempat menolong, gadis itu malah berdiri sendiri dan menatap wajah orang di hadapannya


"ZARA..."


"....,,..?"


Ayra masih kaget siapa yang berada di hadapannya kini. ia tidak berkedip melihat wajah suami hayalan itu berada di depannya sekarang,Ayra masih mengira jika ia cuma berhalu lagi.

__ADS_1


salam sayang semuanya 😘😘😘


__ADS_2